Iuran BPJS Naik 1 April, Ini Tarif Yang Baru

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Menurut Perpres ini, iuran kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional naik.

Dalam perpres yang ditetapkan pada 29 Februari 2016 itu dinyatakan bahwa iuran JKN untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Rp 23.000 per orang per bulan.

Besaran iuran ini juga berlaku bagi PBI yang didaftarkan oleh pemerintah daerah atau integrasi jaminan kesehatan daerah dengan JKN.

Kemudian iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau disebut peserta mandiri juga naik, yaitu iuran PBPU kelas III Rp 30.000, kelas II Rp 51.000, dan kelas I Rp 80.000.

Pada peraturan sebelumnya, iuran PBPU kelas III Rp 25.500, kelas II Rp 42.500, dan kelas III Rp 59.500.

Adapun iuran untuk peserta PBI di aturan sebelumnya sebesar Rp 19.225 per orang per bulan.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar berpendapat, hadirnya Perpres No 19/2016 tersebut mengejutkan karena besaran iuran peserta JKN mandiri (PBPU) dalam perpres itu ditentukan tanpa melalui pembahasan yang melibatkan para pemangku kepentingan.

Selain itu, besaran iuran yang ditetapkan dalam Perpres itu tidak memenuhi unsur gotong-royong, ada ketidakadilan.

Baca Juga : 

Kenaikan iuran PBI tidak signifikan seperti kenaikan iuran PBPU.

Seharusnya besaran iuran PBI sama dengan iuran kelas III PBPU, yakni Rp 30.000 per orang per bulan, bukan Rp 23.000 per orang per bulan seperti sekarang.

“Kebanyakan peserta PBPU juga kurang mampu,” ujar Timboel, Jumat (11/3), di Jakarta.

Timboel memahami bahwa kenaikan besaran iuran tersebut muncul karena defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selama dua tahun implementasi JKN.

Akibatnya, setiap tahunnya pemerintah harus mengucurkan dana talangan untuk menutup defisit. Akan tetapi, kenaikan iuran yang terjadi justru tidak adil.

“Peserta PBPU yang banyak memanfaatkan JKN disalahkan terus. Sementara pemerintah tidak memiliki kemauan politik untuk menguatkan JKN dengan menaikkan iuran PBI signifikan,” kata Timboel.

image from www.liputan6.com

image from www.liputan6.com

Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany menyatakan, iuran yang kurang optimal memenuhi aspek keadilan dan gotong-royong akan menjadikan program JKNseolah hanya untuk masyarakat kecil.

Pejabat pemerintah dan mereka yang mampu tetap tidak memanfaatkan JKN. Iuran yang sudah mereka bayarkan hanya akan dianggap sebagai sumbangan.

“Belum ada keinginan politik dari pejabat pemerintah untuk menjadikan JKN program yang bagus dan kuat,” ujar Hasbullah.

Satu hal yang menurut Hasbullah kurang optimal digarap BPJS Kesehatan ialah potensi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU).

Mereka adalah calon peserta muda yang sehat dan kolektabilitas iurannya tinggi karena membayar dengan dipotong gaji.

Baca Juga : Kenapa Pegawai BPJS Asuransinya Bukan BPJS?

Sumber tulisan :

http://batam.tribunnews.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Berita
views 23
Dapatkan berita terbaru kedokteran gigi di SINI
Dokter Ini Gagal Cabut Gigi Pasien, Malah Disuruh ...
views 1564
Pasien Puskesmas Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak merasa tidak dihargai oleh dokter gigi yang bertugas. Sebab, pasien sempat disuruh mencari dokter d...
7 FKG Universitas Negeri Terbaik Di Indonesia
views 34915
Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan...
Apakah Bahaya Fluoride Itu Fakta Atau Hoax?
views 2020
Fluoride, adalah satu kata yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi teman-teman dentist, apalagi zat ini terdapat dalam pasta gigi (odol) yang pastin...
Nama Dan Alamat Kampus FKG Di Indonesia
views 21482
Update 26 Juli 2017Berikut ini daftar nama dan alamat FKG seluruh Indonesia1. FKG Universitas AirlanggaAlamat : Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moes...
Mahasiswa FKG Juara Di 8th Dentistry Scientific Me...
views 185
Mahasiswa Kedokteran Gigi UNSOED kembali torehkan prestasi membanggakan. Kali ini giliran Adrian Permadi, Nasriana Stephanie Manurung dan Yunia Amina ...
3 Mahasiswa FKG UNEJ Juara Kompetisi Oral Session ...
views 352
Mahasiswa Fakuktas Kedokteran Gigi Universitas Jember (FKG Unej), Provinsi Jawa Timur, Amalia Rahmaniar Indrati berhasil menjuarai penelitian kategori...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

admin

Admin website http://dental.id

You may also like...