Berhati-hatilah Sebelum Cabut Gigi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Direview oleh : drg. Ahmad Ridwan

Pencabutan gigi seharusnya merupakan pilihan terakhir. Jika kondisi gigi sudah parah dan tidak bisa dipertahankan lagi.

Cabut gigi itu aman dan tidak berbahaya, asal dilakukan sesuai prosedur yg benar. Setiap hari, di seluruh dunia, ribuan kali dilakukan pencabutan gigi, dan buktinya aman-aman saja.

Kalaupun ada yang berakibat fatal, bisa jadi itu hanya kasus. Misalnya, karena ternyata pasien punya penyakit berat tertentu sebelumnya.

Gigi harus dicabut karena berbagai alasan. Pada beberapa kasus, jika gigi tidak dicabut, maka bisa terjadi FOCAL INFECTION.

Bakteri dari gigi busuk bisa terbawa peredaran darah ke mana-mana, ke organ tubuh vital seperti jantung atau ginjal dan organ-organ lainnya menyebabkan ORGAN FAILURE dan akhirnya terjadi kondisi SEPSIS yang mengancam NYAWA pasien yang berakhir dengan MENINGGAL DUNIA.

Yang Perlu diperhatikan sebelum pencabutan gigi :

1. Penderita diabetes.

Penderita diabetes biasanya akan sulit sembuh jika terjadi luka, sedangkan setelah pencabutan gigi akan meninggalkan luka terbuka yang yang kadang cukup besar jika tidak dijahit.

Sebaiknya mengontrol gula darah terlebih dahulu, jika kadarnya sudah normal maka gigi boleh dicabut.

BACA : FAKTA : Cara Deteksi Diabetes Melalui Kesehatan Gigi

2. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Saat tekanan darah sedang tinggi, maka tekanan didalam pembuluh darah juga besar.

Jika dilakukan cabut gigi, maka terjadi pendarahan yang banyak atau darah susah sekali dihentikan.

3. Ibu hamil.

Sebaiknya hindari mencabut gigi terutama saat usia kehamilan trimester pertama dan ketiga. Karena diduga obat bius (anestesi) yang diberikan sebelum mencabut gigi kemungkinan dapat menimbulkan kontraksi yang bisa berakibat pada keguguran.

Cabut gigi bisa dilakukan pada trimester ke dua (usia kandungan 4-6 bln) dengan kondisi kehamilan yang sehat dan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungannya.

Untuk ibu hamil biasanya cukup giginya dibersihkan, diberi obat saluran akar, tambal sementara, diberi antibiotik dan antinyeri yang aman dan pencabutan ditunda sampai setelah melahirkan

BACA : BAWA ISTRIMU KE DOKTER GIGI SEBELUM MERENCANAKAN KEHAMILAN

4. Penderita sakit yang berhubungan dengan pembuluh darah.

Orang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti jantung, sebaiknya memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum mencabut gigi. Agar kuman tIdak masuk ke jantung melalui peredaran darah.

BACA : Tanya Jawab : Sakit Gigi Ternyata Bisa Memicu Serangan Jantung

5. Pasien yang baru saja menjalani operasi besar

Misalnya operasi by pass jantung, maka pencabutan gigi harus dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam yang merawatnya, atau malah ditunda.

Biasanya, sebelum operasi besar, seperti operasi by pass, dilakukan check up menyeluruh, termasuk gigi.

6. Pasien kanker yang harus menjalani perawatan dengan penyinaran.

Setelah penyinaran,­ maka selama 5 tahun tidak boleh dicabut giginya. Kalau ada gigi yang lubang atau rusak berat, sebaiknya dirawat sampai tuntas dulu sebelum penyinaran. Jika tidak, bisa terjadi resiko osteoradionekrose (tulang rahang disekitar gigi yang dicabut nekrosis/mati)

7. Ada pembengkakan yang tidak wajar disekitar gigi yang akan dicabut yang sudah berlangsung lama, dan diduga merupakan sebuah keganasan/ tumor /kanker

Sebaiknya difoto ronsen terlebih dahulu dan dilakukan biopsi jaringan gigi.

Agar tidak mengancam nyawa pasien pasca cabut gigi.

8. Gigi yang akan dicabut sedang sakit sekali /akut atau masih bengkak dan bernanah

Infeksi gigi letaknya dibawah akar gigi jauh didalam tulang rahang, butuh antibiotik dosis kuat (golongan Linkosamide, golongan aminoglicoside, golongan kuinolon) agar bisa menembus dan mengobati infeksi di dalam tulang rahangnya.

Kuman infeksi gigi kebanyakan adalah jenis bakteri an aerob yang memang bandel sekali sifatnya.

Kalo gigi masih sakit/ masih infeksi dicabut maka obat anestesi (apalagi yang generik)
tidak mempan hanya 1 kali injeksi, butuh 2-3 ampul dan kadang walau sudah dibius berkali2 kalo masih sakit cabut giginya ditunda, walaupun bibir dan rahang sudah tebal sekali rasanya/mati rasa karena pembiusan.

Untuk kasus gigi tidak ada tawar menawar untuk minum obat, HARUS DIMINUM ya? Apalagi antibiotiknya harus habis diminum sesuai aturan pakai agar infeksi / nanahnya tuntas.

Dan gigi anda bisa segera dicabut dikunjungan berikutnya smile emoticon

Mengapa obat bius tidak mempan pada gigi yang masih sakit?

Ini penyebabnya :

Karena radang/nanah/ yang berada diujung akar gigi menghalangi kerja obat anestesi untuk memblok syaraf sekitar gigi yang akan dicabut, akhirnya obat biusnya menjadi tidak mempan (walaupun yang obat bius paten sekalipun lho ya? )

Dan saat gigi digoyang pake tang/ obeng khusus, gigi msh terasa sakit.

Dan penyembuhan pasca cabut gigi nya akan jauh lebih lama, daripada gigi yang saat dicabut tidak dalam keadaan sakit.

Gigi yang masih bernanah, jika dipaksa dicabut maka kuman dalam nanah bisa beresiko masuk ke pembuluh darah yang terbuka pasca pencabutan gigi, lalu berputarlah kuman-kuman tersebut keseluruh tubuh bersama aliran darah dan jika kondisi tubuh pasien drop/ daya tahan tubuh menurun maka terjadilah bakteremia, lalu sepsis, dilanjut organ failure dan diakhiri pasien bisa meninggal dunia.

Jadi jangan sekali-kali ngotot minta dicabut kalo gigi sedang sakit sampai berantem dengan dokter giginya ya!

Kerena itu berbahaya bagi anda!

Dan ancaman hukuman penjara buat kami karena tuduhan malpraktek yang belum tentu kami yang salah lho? hehehe.

Jadi anggapan kalo gigi sakit minta dicabut saja lah Dok, biar hilang sakitnya, itu menyalahi aturan, mau ya hilang giginya sekaligus nyawanya? Heheheh piss!

Seharusnya gigi kalo diketuk/ ditekan masih sakit itu di open bur ruang syarafnya (dibuka pake bur) di endodontik treatment/ Root canal therapy/ perawatan saluran akar, agar sakitnya mereda, dan obat yang diminum mempercepat penyembuhannya.

INGAT !! Sakit gigi berbeda dengan pusing yang minum obat warung sudah cukup, sakit gigi butuh perawatan syaraf giginya, dan butuh pengetahuan obat-obatan yang pas untuk gigi dan butuh diagnosa yang teliti dari sang dokter gigi yang tentu saja didapat dari pengalaman di lapangan /praktek yang sudah bertahun-tahun…… hehehehe.

Sering kali pasien tidak menyampaikan atau bahkan tidak tahu riwayat penyakit yang ia punya. “Ini yang kadang-kadang membuat dokter gigi kecolongan dan bahkan berakibat fatal.

Cabut gigi, kan, termasuk operasi juga (operasi kecil/minor surgery).

Jadi, sebaiknya standar prosedurnya dilakukan dengan benar smile emoticon

Pergi ke dokter gigi, bagi kebanyakan orang, memang masih merupakan momen yg MENAKUTKAN, (dan MAHAL?? uhuk!)

BACA : Kenapa ya Tarif ke Dokter Gigi Mahal?

Kebanyakan orang jarang ke dokter gigi, kecuali giginya sudah sakit banget.

Biasanya, mereka lEbIh memilih minum obat painkiller (penghilang rasa sakit) lebih dulu. Kalau tidak sembuh juga, barulah dia ke dokter gigi?

Benar kan? Iya apa Iya? tongue emoticon.

Meminum obat-obatan painkiller memang boleh-boleh saja. “Sebetulnya enggak apa-apa. Obat-obat painkiller itu, kan, dijual bebas di apotek dan bukan hanya untuk sakit gigi saja.

Tapi, minum obat-obatan painkiller tidak akan menyembuhkan sakit giginya.

Mengurangi rasa sakit iya, tapi tidak menyembuhkan.

Jika terjadi infeksi pada gigi, maka gigi harus dibersihkan kumannya, bagian gigi yang busuk dibuang, lalu diberi antibiotik, dan sebagainya.”

9. CABUT GIGI ATAS TIDAK MENGGANGGU SARAF MATA! ITU HANYA MITOS!

Cabut gigi atas asal dilakukan dengan prosedur yang benar, gigi tidak dalam keadaan sakit tidak berbahaya, jika ada kasus gangguan syaraf mata yang katanya pasca cabut gigi, penyebabnya perlu diselidiki dahulu, kemungkinan pasien sudah mengalami gangguan pada saraf mata sebelumnya karena penyakit lain.

BACA : MENCABUT GIGI MEMBAHAYAKAN SYARAF MATA, BENARKAH?

10. Riwayat alergi obat

Setelah cabut gigi biasanya dokter gigi akan memberikan resep obat yang harus diminum, biasanya berupa obat antibiotik dan antinyeri.

Beritahukan pada dokter gigi jika anda memiliki riwayat alergi obat-obatan tertentu misalnya alergi dengan antibiotik penisilin, alergi obat antinyeri antalgin dll.

Dokter akan menggantinya dengan obat lain yang lebh aman untuk anda.

Hal ini untuk menghindari reaksi alergi berat terhadap obat yang dinamakan Steven Johnson’s Syndrome yang jika terlambat ditangani dapat menyebabkan kematian.

Jika terlanjur timbul alergi obat berupa keluhan gatal-gatal, bengkak-bengkak, biduran dll, pertolongan pertama bisa dengan minum air kelapa hijau untuk menetralkan.

Segera pergi ke UGD Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan hubungi dokter gigi anda.

Kesimpulan :

Pada prinsipnya, gigi harus dipertahankan karena dengan berkurangnya jumlah gigi, fungsi pencernaan akan terganggu. Dan memberatkan kerja lambung karena makanan tidak terkunyah sampai halus.

Pencabutan gigi sebetulnya merupakan pilihan terakhir dan harus dilakukan sesuai prosedur yang benar dengan memperhatikan kondisi/riwayat kesehatan pasien.

Terima kasih :

Profil Prima Kusuma Wardhany di Facebook

https://www.deherba.com

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.