Ada yang sudah rajin sikat gigi tapi giginya masih kuning?
Trus apakah wajar gigi berwarna kuning?
Apa yang harus dilakukan jika gigi kuning?
Bisakah gigi kuning menjadi putih?
Apakah kamu salah satu orang yang juga menanyakan hal yang sama?
Jika iya tenang saja, Dental ID akan merangkum secara lengkap tentang gigi kuning. Sumber berada di akhir artikel.

Kebanyakan orang terlahir dengan gigi berwarna gading, namun ada beragam warna yang terjadi secara alami, mulai dari kuning hingga abu-abu. Warna gigi Anda ditentukan oleh DNA dengan cara yang sama ketika DNA menentukan warna mata atau rambut. Meski demikian, ternyata tidak sedikit orang yang memiliki gigi kuning.
Warna kuning bukan tanda dari buruknya kesehatan mulut, namun gigi kuning umumnya disebabkan oleh kebiasaan buruk terhadap gigi. Jika tidak mencari cara mengatasi gigi kuning dengan segera, bukan tidak mungkin akan berlanjut hingga timbul kerusakan pada gigi. Oleh karena itu, sebelum membahas cara mengatasi gigi kuning, mari kita lihat beberapa penyebab perubahan warna gigi yang paling umum.
Apa itu Gigi Kuning?
Penampilan seseorang kini menjadi fokus utama dalam aktivitas sehari-hari karena dijadikan impresi pertama seseorang terhadap kita dan salah satu bagian tubuh yang sangat diperhatikan adalah warna gigi.
Apakah teman-teman pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki gigi kuning atau justru pernah memiliki gigi kuning? Kondisi seperti apa sih gigi kuning?
Gigi kuning adalah kondisi gigi yang mengalami perubahan warna. Perubahan warna ini terjadi saat enamel luar gigi menipis sehingga dentin kekuningan di bawahnya menjadi lebih mudah terlihat.
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa warna gigi sudah ditentukan oleh DNA. Namun jika gigi kita menjadi kuning pasti karena ada penyebabnya.
Penyebab Gigi Kuning
Gigi kuning bisa muncul karena kebiasaan. Jadi, gigi kuning tidak muncul begitu saja, tetapi secara bertahap dan dalam jangka waktu yang lama, akibat memiliki kebiasaan yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Apa saja penyebab gigi kuning?
1. Jarang menyikat gigi
Penumpukan plak merupakan akar dari semua masalah gigi dan mulut. Plak gigi berasal dari bakteri dalam rongga mulut yang memakan sisa-sisa makanan yang tertinggal pada sela-sela gigi. Baca selengkapnya tentang plak disini Yuk Mengenal Plak Gigi, Bahaya Dan Cara Menghilangkannya

Apabila Anda jarang menyikat gigi dan menggunakan benang gigi (flossing), tampilan gigi akan makin tampak kusam karena tumpukan plak tidak kunjung dibersihkan.
2. Menyikat gigi terlalu keras
Kebanyakan orang terlalu bersemangat saat menyikat gigi karena menganggap cara tersebut bisa membuat gigi mereka tampak jauh lebih bersih.
Padahal, menyikat gigi terlalu keras justru merusak lapisan enamel sehingga bisa mengekspos lapisan dentin yang berwarna kuning.
Hal tersebut terjadi karena tekanan selama menyikat gigi akan merusak dan mengikis lapisan enamel yang tipis. Lapisan dentin pun terekspos sehingga gigi menguning.
Berikut ini juga ada beberapa artikel yang membahas tentang sikat gigi yang WAJIB diperhatikan
Mengapa Harus Sikat Gigi Sebelum Tidur dan Macam Cara Selain Sikat Gigi
Tanya Jawab : Sudah Rajin Sikat Gigi, Mengapa Gigi Tetap Berlubang?
Ini Penjelasan Mengapa Bangun Tidur Jangan Langsung Sikat Gigi
Waspada, Langsung Sikat Gigi setelah Makan Justru Bahaya
3. Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu
Memang tak banyak yang menyadari kalau konsumsi berbagai makanan dan minuman ini secara berlebihan rentan membuat gigi jadi kuning:
a. Kopi, teh, dan minuman bersoda
Mengandung kromogen yang menyebabkan gigi jadi kuning. Kandungan kafein yang tinggi dalam minuman tersebut dapat mengikis lapisan enamel gigi bila dikonsumsi berlebihan (2–3 kali sehari) dan secara terus-menerus. Selain itu kafein bisa memunculkan noda pada gigi. Senyawa ini juga cenderung bersifat asam, yang mana dalam waktu lama bisa merusak dan membuat gigi berubah warna.
Hal yang perlu diketahui berikutnya adalah kopi dan teh memiliki kandungan zat yang dapat mengubah warna gigi. Pada kopi dan teh, kandungan taninnya ternyata menyebabkan gigi menguning. Tanin akan menempel pada lapisan gigi terluar, sehingga perlahan-lahan mengubah warna gigi menjadi kuning. Pada gigi dengan permukaan yang tidak rata, noda kuning ini akan semakin mudah terlihat dan semakin jelas. Lebih mengejutkan lagi, ternyata kandungan tanin pada teh jauh lebih tinggi daripada kopi, sehingga teh lebih cepat membuat gigi kuning.
b. Buah-buahan berwarna pekat dan produk olahannya
Konsumsi buah-buahan dengan warna yang pekat, seperti blueberry, tomat, blackberry, ceri, anggur, dan delima, secara utuh atau yang telah diolah, juga turut andil dalam membuat gigi menjadi kuning.
Alasannya, pigmen warna dan partikel organik pada buah-buahan tersebut bisa masuk ke pori-pori enamel gigi dan menempel di sana. Dampaknya, gigi lama-lama bisa menguning.
c. Permen
Pewarna buatan yang terkandung pada permen bisa meninggalkan noda pada gigi bila dikonsumsi secara terus-terusan dan berlebihan. Salah satu ciri permen yang dapat membuat gigi kuning adalah noda yang terlihat pada lidah setelah makan permen
d. Wine
Wine juga termasuk minuman yang mengandung kromogen sehingga konsumsinya dapat meningkatkan risiko gigi menguning. Di dalam wine juga terdapat kandungan tanin yang menjadi pemicu noda gigi.
Anda bisa tetap minum berbagai minuman di atas dengan cara memakai sedotan. Ini akan menghindarkan asam terkena gigi secara langsung. Cara yang lebih baik tentu dengan mengurangi makanan-makanan yang mengandung asam.
4. Merokok
Merokok adalah salah satu kebiasaan penyebab gigi kuning yang paling umum. Racun dalam rokok, seperti tartar dan nikotin, ternyata juga memengaruhi warna gigi Anda.
Efek ini bisa langsung terlihat dalam waktu singkat. Perokok berat pun bisa memiliki warna gigi yang kecoklatan atau bahkan hitam setelah bertahun-tahun merokok.
Selain pada rokok, noda gigi juga bisa timbul akibat pemakaian vape atau rokok elektrik. Akan tetapi, efek yang terjadi mungkin tidak separah rokok kretek biasa.
5. Terlalu sering memakai obat kumur dan fluoride
Obat kumur memang efektif untuk membersihkan mulut dan menyegarkan napas. Sayangnya, beberapa produk obat kumur yang dijual di pasaran memiliki kadar asam yang tinggi.

Apabila Anda memakai obat kumur terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, mulut akan jadi lebih kering. Hal ini juga menurunkan produksi air liur dan merusak enamel gigi.
Baca juga : Obat Kumur: Mulut Jadi Bersih Atau Jadi Seram?
Padahal, air liur berperan untuk menjaga kelembapan mulut, mengurangi tingkat keasaman, melumpuhkan bakteri jahat, dan mencegah noda menempel pada enamel.
Fluoride yang ada pada pasta gigi sangat bermanfaat untuk melindungi gigi dan menjaga kebersihannya. Namun, terlalu banyak fluoride justru berisiko menyebabkan gigi menguning. Kondisi dimana terlalu banyak fluoride hingga gigi menguning biasa disebut dengan fluorosis
6. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel yang melindungi gigi manusia perlahan terkikis dan memudar. Akibatnya, lapisan dentin yang berwarna kekuningan akan mulai terlihat.
Warna kuning dapat semakin pekat bila Anda mengalami sejumlah gangguan gigi lain, seperti gigi sensitif, gigi berlubang (karies), dan penyakit gusi.
Meski demikian, Anda bisa lho mengurangi percepatan pelemahan ini melalui kebiasaan menjaga kesehatan gigi yang baik.
7. Obat-obatan tertentu
Tanpa disadari, obat-obatan yang Anda minum sehari-sehari juga bisa menyebabkan perubahan warna gigi menjadi kekuningan.

Sebagai contoh, antibiotik tetrasiklin dan doksisiklin memengaruhi pembentukan enamel pada anak-anak di bawah 8 tahun. Simak Yuk, 12 Obat Sakit Gigi Untuk Anak Dibawah 5 Tahun
Penggunaan obat kumur chlorhexidine secara berlebihan juga bisa menodai gigi. Selain itu, obat antihistamin, antipsikotik, dan antihipertensi juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi.
Baca : 8 Obat Sakit Gigi Saat DARURAT
Selalu ikuti petunjuk dokter agar tidak minum obat berlebih.
8. Riwayat medis tertentu
Beberapa penyakit yang mempengaruhi lapisan enamel juga bisa menimbulkan noda pada gigi.
Bahkan, pengobatan untuk kondisi tertentu juga dapat menyebabkan hal serupa, misalnya saja kemoterapi atau terapi radiasi pada area leher.
Infeksi yang dialami ibu hamil juga dapat berimbas pada perkembangan enamel janin nantinya. Hal ini membuat anak memiliki gigi yang lebih kuning daripada umumnya.
Diagnosis gigi kuning
Dokter gigi akan mendiagnosis gigi kuning dengan meminta Anda membuka mulut selama beberapa waktu. Lalu, dokter akan membandingkan warna gigi asli dengan gigi peraga.
Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan menanyakan seputar riwayat kesehatan dan cara Anda dalam melakukan perawatan gigi.
Beri tahu dokter mengenai semua jenis obat sedang Anda minum, entah itu obat suplemen, vitamin, obat resep, obat nonresep, maupun obat herbal.
Apabila diperlukan, dokter bisa menyarankan Anda melakukan rontgen gigi dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis.
Baca tentang rontgen di artikel berikut 4 Rontgen Gigi Yang Ditanggung BPJS
Cara menghilangkan gigi kuning
Noda kuning yang membandel pada gigi dapat disamarkan dengan sejumlah perawatan medis yang cukup efektif dalam memutihkan gigi Anda.
Berikut ini beberapa cara menghilangkan gigi kuning yang bisa Anda lakukan.
1. Veneer gigi
Jika noda gigi sulit dihilangkan, dokter akan menganjurkan prosedur veneer gigi. Veneer merupakan cangkang tipis berbahan resin komposit atau porselen yang melapisi permukaan gigi.

image from http://www.shinysmiledentalclinic.com
Lapisan tersebut akan membuat warna gigi lebih putih dan bersih. Tergantung pada bahan yang digunakan, efek dari veneer gigi ini bisa bertahan dalam waktu yang lama.
Anda bisa mendapatkan PROMO Veneer di link ini Promo Veneer
Baca selengkapnya tentang veneer
Veneer gigi: Pengertian, Harga Dan Hukumnya Dalam Islam
Mengapa Harus Menggunakan Veneer Gigi?
Bom Waktu Dibalik Fenomena Veneer Gigi
2. Gel dan strip pemutih
Dokter dapat meresepkan gel atau strip yang mengandung hidrogen peroksida untuk menghilangkan noda kuning pada gigi yang tergolong ringan.
Hidrogen peroksida atau hydrogen peroxide adalah senyawa kuat yang cukup sering digunakan dalam produk pemutih maupun pembersih gigi.
Anda cukup mengoleskan gel atau menempelkan strip pemutih pada gigi sesuai saran dokter. Efek dari perawatan ini biasanya bertahan hingga empat bulan.
3. Pasta gigi pemutih
Selain itu, dokter juga bisa meresepkan pasta gigi pemutih. Jenis pasta gigi ini mengandung zat pengikis khusus seperti kalsium karbonat dan kalsium fosfat.
Perlu diingat, pasta gigi pemutih tidak bisa mengubah warna asli gigi Anda. Perawatan gigi ini juga tidak mampu menghilangkan noda yang meresap hingga lapisan gigi dalam.
4. Dental bonding
Cara lain yang dapat dilakukan untuk menghilangkan gigi kuning yakni dengan dental bonding. Prosedur ini menggunakan alat berbahan resin komposit untuk memperbaiki warna dan kontur gigi.
Dokter gigi akan membentuk dan memoles permukaan gigi agar warna dan konturnya sesuai dengan kondisi asli gigi Anda.
Lalu, dokter akan memakai sinar ultraviolet (UV) untuk mengeraskannya agar bertahan lama.
5. Bleaching gigi
Prosedur bleaching gigi dengan dokter gigi tentu dapat menawarkan hasil yang lebih optimal dibandingkan dengan metode pemutihan gigi rumahan.

Dokter akan mengoleskan gel hidrogen peroksida ke permukaan gigi. Lalu, dokter akan menyinarinya dengan cahaya khusus selama 20–30 menit untuk memulai proses pemutihan gigi.
Efek dari metode ini diperkirakan bertahan sampai tiga tahun. Namun, hal ini tidaklah mutlak dan mungkin bervariasi pada tiap pasien.
Baca selengkapnya tentang bleaching Mau Bleaching Gigi? Baca Dulu Manfaat, Biaya Dan Resikonya
Mau tau perbedaan bleaching dan veneer di artikel berikut WAJIB TAHU Bagi Generasi Milenial : Perbedaan Veener dan Bleaching untuk Memutihkan Gigi
Dapatkan promo perawatan bleaching gigi di sini Promo Bleaching
6. Crown gigi
Apabila gigi kuning disertai dengan kerusakan mahkota gigi yang parah, dokter biasanya menganjurkan prosedur crown gigi.
Pemasangan crown atau mahkota tiruan ini bertujuan untuk mengembalikan bentuk, ukuran, dan kekuatan, sekaligus melindungi gigi dari kerusakan di kemudian hari.
Jenis perawatan ini bisa bertahan hingga lebih dari 15 tahun. Akan tetapi, hal ini tergantung pada bagaimana cara Anda merawat kebersihan gigi dan mulut.
7. Laser
Cara memutihkan gigi menggunakan laser semakin populer di kalangan masyarakat. Tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh dokter gigi menggunakan sinar UV (Ultraviolet) atau LED ((Light Emitting Diode)
Kedua sinar ini digunakan untuk mengaktivasi gel pemutih yang dioleskan pada permukaan gigi. Prosedur pengolesan gel dan penyinaran umumnya dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali dengan total waktu kurang lebih 1 – 2 jam.
Perlu dipahami bahwa hasil dari laser untuk memutihkan gigi bisa berbeda pada orang satu dengan lainnya.
Cara Mencegah Gigi Kuning
Dengan menerapkan beberapa perubahan gaya hidup sederhana, terutama dalam merawat gigi dan mulut, Anda mungkin dapat mencegah terjadinya perubahan warna gigi.
Lantas, adakah cara memutihkan gigi secara alami dan permanen?
Berikut ini merupakan beberapa cara rumahan yang bisa membantu Anda mencegah gigi kuning.
1. Rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
2. Menyikat gigi pelan-pelan dengan sikat gigi yang berbulu halus dan lembut.
3. Memanfaatkan bahan alami sebagai pemutih gigi
Anda bisa memanfaatkan bahan alami yang ada di rumah untuk memutihkan gigi yang menguning. Salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan adalah baking soda atau soda kue. Soda kue tidak hanya dapat mengurangi plak dan bakteri yang menempel di gigi, tetapi juga bisa membantu memutihkan gigi.
Guna mendapatkan manfaat ini, Anda bisa menjadikan soda kue sebagai pasta gigi. Cara membuat pasta gigi dari soda kue cukup mudah, Anda hanya perlu mencampurkan soda kue dengan air dan aduk sampai menjadi pasta.
Kemudian, celupkan sikat gigi ke dalamnya dan sikat gigi Anda menggunakan pasta soda kue selama 1 menit. Setelah selesai, berkumurlah dengan air sampai mulut terasa bersih.
4. Menghindari makanan dan minuman yang asam dan berkafein tinggi.
5. Minum menggunakan sedotan agar minuman tidak langsung bersentuhan dengan gigi.
6. Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
7. Periksa gigi secara rutin setidaknya enam bulan sekali.
Baca selengkapnya Pentingkah Pemeriksaan Gigi Setiap 6 Bulan?
8. Meminum susu setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat menodai gigi.
Hal ini karena kasein dalam susu bisa meminimalkan menempelnya noda di gigi
9. Membiasakan diri untuk minum air putih setiap usai makan dan minum
10. Menerapkan kebiasaan berkumur setelah makan atau minum
11. Mengunyah permen karet tanpa gula pada kondisi di mana berkumur tidak memungkinkan
12. Menyikat gigi dan melakukan flossing setelah makan
Baca selengkapnya tentang dental floss disini Apa Itu Dental Floss? Apa Manfaat Dental Floss?
13. Mengonsumsi buah dan sayur tinggi air
Untuk membantu menghilangkan noda di gigi, Anda disarankan untuk memakan buah dan sayur yang mengandung banyak air. Buah dan sayur dengan kandungan air yang tinggi mampu membantu membersihkan gigi dari plak dan bakteri penyebab gigi menguning.
14. Mengoptimalkan Asupan Kalsium
Salah satu cara menjaga gigi tetap bersih adalah memastikan lapisan terluar gigi dalam kondisi sehat.
Nah, mengonsumsi makanan yang tinggi kalsium diketahui efektif untuk menjaga kesehatan enamel gigi sehingga, cara memutihkan gigi secara alami bisa dilakukan dengan memperbanyak asupan yang mengandung tinggi kalsium, di antaranya adalah susu dan brokoli.
15. Berkunjung ke dokter gigi
Jika cara alami sudah dilakukan tetapi gigi masih juga kuning, sebaiknya kujungi dokter gigi. Dokter gigi akan merekomendasikan perawatan tertentu yang bisa membuat gigi menjadi lebih putih, seperti bleaching gigi. Perawatan ini memberikan hasil yang lebih memuaskan dibanding perawatan gigi ala rumahan.
Gigi kuning bisa dipicu oleh kebiasaan tertentu sehingga untuk mencegahnya, Anda perlu menghindari pemicunya. Untuk memaksimalkan upaya mengatasi gigi kuning serta mencegah gigi kembali kuning, Anda harus rajin menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, dengan cara menyikat gigi secara teratur dan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.
Jadi sudah terjawab ya kenapa sudah sering sikat gigi tapi giginya masih kuning.
Sumber :
1. https://www.alodokter.com/
2. https://www.tanyapepsodent.com/
3. https://hellosehat.com/
4. https://www.close-up.com/
5. https://damessa.id/
6. https://www.siloamhospitals.com/
7. https://health.kompas.com/