website statistics
Home > Berita > Kadang Saya Suka Kasian Sama Dokter Bedah

Kadang Saya Suka Kasian Sama Dokter Bedah

Advertisement
Advertisement

Penulis : Dr. Erta Priadi Wirawijaya Sp.JP

Kadang saya suka kasian sama dokter bedah. Di hampir semua RS, di era JKN. Bagian bedah ini sumber defisit RS yang paling besar. Biaya operasi 7 juta, cuma dibayar BPJS (sesuai tarif InaCBGs) 2-3 juta. Tiap kali ada konfrensi klinik pihak managemen seringkali menekan mereka (dokter bedah) untuk banyak berhemat. Jawaban mereka “Saya sudah berhemat pak, pemeriksaan lab sudah seminimal mungkin, benang sudah pake yang paling murah, obat-obatan seperlunya, bahkan hari rawat saya persingkat. Tapi tarifnya memang sangat minim. Kalau memang saya dianggap memberatkan RS saya siap mengundurkan diri” ujar dokter bedah tersebut dihadapan komite medik.

Ya, pihak managemen juga tahu bahwa tarifnya terlalu minim. Tapi mereka tetap harus mengingatkan sang dokter bedah karena defisit RS yang besar harus mereka pertanggung jawabkan ke para pemegang saham. Kalau RS sampai bangkrut bukan hanya pekerjaan mereka yang terancam, tapi 500 lebih pekerja di RS tersebut. Sungguh kasihan melihat dilema yang ada, tapi dibiarkan tetap ada hingga 3 tahun JKN berjalan.

Kalau ngobrol dengan teman dokter bedah. Ada banyak cara yang mereka lakukan untuk meningkatkan klaim. Misal diagnosisnya terpaksa dibuat berat, koding tindakan terpaksa dipilih yang nilai klaimnya lebih besar. Bahkan saya dengar ada pihak managemen RS, mungkin karena stress merugi terus, dengan sengaja menyuruh orang laboratorium-nya untuk “memperberat” hasil laboratorium, sehingga nilai kodingnya bisa naik. Cara apapun yang ditempuh, sebenarnya semua itu termasuk pelanggaran hukum / fraud.

Tapi kalau anda coba tanya dokter yang melakukan hal tersebut, nurani mereka umumnya tidak terganggu. “Ngga merasa salah mas?” saya tanya – “Ngga, karena semua ini saya kerjakan untuk pasien. Mustahil saya bisa kerja dengan tarif (InaCBGs) serendah ini, daripada pasien harus nambah besar atau saya rujuk dan antri berbulan-bulan di RS rujukan, lebih baik saya kerjakan disini”.

Kini satu persatu trik yang pernah diceritakan teman saya 2 tahun yang lalu itu sudah banyak yang diketahui BPJS. Surat edaran yang keluar hampir tiap bulan menutup kemungkinan dokter untuk melakukan fraud. Ketika saya bertemu dokter itu bulan lalu. Dokter itu sudah tidak lagi mengerjakan tindakan di RS kelas C tersebut. Pasien-pasiennya terpaksa dia boyong / rujuk ke RS kelas A tempat dia praktek. Alasannya bukan karena tindakan tersebut tidak bisa dikerjakan di RS tersebut, tapi karena tarif (InaCBGs-nya) terlalu rendah.

Artikel Populer Minggu Ini

BPJS boleh-boleh saja melakukan crackdown terhadap apa yang mereka anggap sebagai fraud. Mereka bisa saja melakukan downcoding sehingga tarif yang diterima RS bisa lebih kecil. Tapi sebagai respon bisa jadi angka rujukan dari RS kelas C/D akan meningkat. Ujungnya bisa jadi uang yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membiayai pasien berobat di RS rujukan menjadi lebih besar dari seharusnya. Sementara itu kualitas layanan justru semakin buruk karena waktu tunggu yang menjadi lebih panjang.

Solusinya apa?

– Sesuaikan tarif InaCBGs secepatnya, sekarang tarifnya terlalu timpang. Di RS kelas A cukup, di RS kelas C/D masih banyak yang kurang. Dan kalau tarifnya masih kurang, bisa dipastikan fraud akan terus terjadi, bukan karena dokternya serakah, tapi terpaksa dilakukan untuk membantu pasien.

image from www.liputan6.com
HATI-HATI ATURAN BPJS TERBARU : TELAT BAYAR IURAN, LANGSUNG DINONAKTIFKAN

Sumber tulisan :

https://www.facebook.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Anggota DPR : BPJS Kesehatan Terancam Collaps
views 167
Menyusul anggaran BPJS Kesehatan yang terus defisit dari tahun ke tahun, maka lembaga penyelenggara jaminan kesehatan nasional (JKN) ini terancam coll...
Pernyataan Sikap DIB Terkait Pernyataan Direktur B...
views 665
PERNYATAAN  SIKAP DIB TERKAIT PERNYATAAN DIREKTUR HUKUM KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN BPJS KESEHATAN DR.Dr.BAYU WAHYUDI,SpOG, MPH.M,MHKes,M.M  ...
Bupati Gowa : Karena Ada Kata “Wajib”,...
views 1321
Pemerintah Kabupaten Gowa memutuskan kontrak kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per 1 Januari 2017. Kategori Peneri...
Rumah Sakit : Ada Untung Dibalik Pasien BPJS
views 335
Ditulis dan dipublikasikan : Posma Siahaan http://www.kompasiana.com "Jangan pasif, Dok. Kita harus rajin menjalin silahturahmi, memberikan p...
“Fatwa untuk BPJS Kesehatan: Sikap dan Dinamikanya...
views 249
Ditulis Oleh : M. Fahmi Alfian Kebijakan kesehatan yang mencakup seluruh masyarakat memang sudah sepatutnya didukung dengan tinjauan secara menyeluru...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id