Penyebab Gigi Tetap Anak Tumbuh Berantakan

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Penulis :

Miko Doank

Pada bayi, gigi susu tumbuh mulai usia 6 bulan dan bertahap tumbuh semua hingga usia 24 bulan atau 2 tahun. Setelah gigi susu tumbuh semua (total gigi susu 20 buah; atas 10 gigi dan bawah 10 gigi), selanjutnya gigi susu akan digantikan gigi tetap mulai usia 6 tahun.

Gigi tetap akan tumbuh bertahap mulai usia 6 tahun hingga lengkap di usia 17–21 tahun (khusus gigi geraham ketiga atau gigi bungsu). Saat gigi tetap mulai tumbuh, proses munculnya gigi tetap akan mempengaruhi lepas atau tanggalnya gigi susu.

BACA : Orang Tua Wajib Tahu Tentang Usia Tumbuh Gigi Anak Sebelum Terlambat

Secara umum, gigi tetap akan tumbuh tepat di bawah gigi susu. Sehingga bila gigi tetap mulai keluar, gigi tetap ini akan ‘menggerogoti’ akar gigi susu dan akhirnya ‘menyundul’ gigi susu. Gigi susu yang akarnya ‘digerogoti’ dan ‘disundul’ gigi tetap akan goyang dan lama-kelamaan tanggal atau lepas sendiri.

Nah, hal di atas adalah bila kondisi pertumbuhan gigi berjalan normal.

Beberapa kasus, gigi tetap tidak tumbuh tepat di bawah gigi susu.

BACA : Waduh….Ternyata Orang Tua Juga Punya Andil Kerusakan Gigi Anak

Ada yang karena keturunan. Anak yang ibu atau ayahnya memiliki gigi gingsul cenderung akan memiliki gigi yang gingsul pula. Bila gigi tetap tumbuh tidak tepat di bawah gigi susu, maka jalan terbaik adalah intervensi atau tindakan pencabutan gigi susu oleh dokter gigi.

Tetapi, tindakan kedokteran apapun pada anak, sebaiknya dilakukan secara bertahap.

Tidak langsung dilakukan pencabutan gigi pada kunjungan pertama.

Pada kunjungan pertama sebaiknya dapat dilakukan pengenalan ruangan perawatan gigi dan dokter gigi, supaya anak beradaptasi terlebih dahulu. Kemudian pada kunjungan berikutnya baru dilakukan tindakan pencabutan gigi.

Selain pengaruh gigi susu, gigi tetap yang tumbuh berantakan juga karena kebiasaan buruk yang dilakukan semenjak kecil. Kebiasaan ngedot, menggigit pensil, mengigit-gigit kuku, menghisap jempol, atau bernafas melalui mulut juga akan mempengaruhi rapi atau tidaknya pertumbuhan gigi tetap.

BACA : Ternyata Menghisap Jempol Ketika Bayi Berpengaruh Dengan Bentuk Wajah Saat Dewasa

Maka hal terbaik demi tercapainya kesehatan dan kerapian gigi adalah rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk memastikan kondisi gigi anak dan menjaga supaya pertumbuhan gigi anak terpantau oleh dokter gigi.

BACA : Kapan Anak Harus Dibawa Ke Dokter Gigi Untuk Pertama Kali?

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.