Kapan Gigi Anak Tumbuh? Mengenal Tahapan Pertumbuhan Gigi Anak - Dental ID
Dental ID
Home Perawatan Gigi Kapan Gigi Anak Tumbuh? Mengenal Tahapan Pertumbuhan Gigi Anak

Kapan Gigi Anak Tumbuh? Mengenal Tahapan Pertumbuhan Gigi Anak

Sumber : https://mamaschoice.id/wp-content/uploads/2020/01/Pertumbuhan-Gigi-Bayi-Infographic-600×500.jpg

Sering sekali saat mempunyai bayi muncul pertanyaan berikut :

Apakah normal bayi 8 bulan belum tumbuh gigi?

Kenapa anak umur 9 bulan belum tumbuh gigi?

Normalkah bayi usia 11 bulan belum tumbuh gigi?

Normalkah bayi usia 10 bulan belum tumbuh gigi?

Normalkah bayi 15 bulan belum tumbuh gigi?

Pertanyaan yang wajar dan kemungkinan akan ditanyakan oleh ibu-ibu apalagi ketika bayi tersebut merupakan anak pertama.

Yuk kali ini Dental ID akan merangkum tahapan pertumbuhan gigi bayi atau balita agar ibu-ibu semua semakin paham dan tidak khawatir.

Namun jikapun masih khawatir sebaiknya ditanyakan langsung ke dokter gigi ya.

Mengenal Tahapan Pertumbuhan Gigi Bayi

Apa Anda tahu bahwa sebenarnya gigi sudah tumbuh bahkan sejak dalam kandungan?

Perkembangan gigi sebenarnya telah terjadi saat bayi masih dalam kandungan, hanya saja, gigi tersebut belum muncul ke permukaan. Pada usia kehamilan sekitar lima minggu, kuncup pertama gigi sulung muncul di rahang bayi. Saat lahir, bayi memiliki 20 gigi sulung (10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah) yang tersembunyi di dalam gusi.

Karena itulah biasanya ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan kalsium untuk menunjang pertumbuhan gigi dan tulang bayi dalam kandungan.

Gigi primer juga dikenal sebagai gigi bayi, gigi susu, atau gigi sulung. Jika orangtua bertanya kapan waktu yang wajar untuk pertumbuhan gigi, orangtua tidak perlu khawatir. Karena pertumbuhan gigi pertama pada setiap anak dapat berbeda-beda di setiap usianya.

Mengenal jenis gigi dan fungsinya

Gigi adalah organ penting dalam rongga mulut yang berfungsi untuk mengunyah makanan. Tiap jenis gigi pada dasarnya memiliki bentuk unik dan fungsi yang berbeda.

Nah, sebelum mengetahui tahap pertumbuhan gigi pada bayi dan anak-anak, ada baiknya Anda mengenali jenis-jenis gigi seperti berikut.

  • Gigi seri: gigi depan pada rahang atas dan bawah yang berfungsi menggigit makanan. Umumnya, gigi seri atas dan bawah akan muncul dalam waktu yang sama.
  • Gigi taring: gigi yang berujung lancip serta mengapit gigi seri pada rahang atas dan bawah. Fungsi dari gigi taring yakni untuk memotong dan mengoyak makanan.
  • Gigi geraham depan: juga disebut sebagai gigi premolar yang berfungsi menghaluskan dan menghancurkan makanan.
  • Gigi geraham belakang: disebut juga gigi molar yang berfungsi untuk menghancurkan makanan dan memiliki ukuran yang lebih besar daripada gigi premolar.

Tahapan Pertumbuhan Gigi Anak

Sebagian besar bayi akan mengembangkan gigi antara usia 6 dan 12 bulan. Ada banyak variasi mengenai kapan gigi pertama akan muncul. Selain itu, beberapa bayi mungkin belum memiliki gigi pada usia 1 tahun. Sekitar usia 3 bulan, bayi akan mulai mengeksplorasi mulut mereka dan biasanya terjadi peningkatan air liur. Bayi juga lebih sering memasukkan tangan ke dalam mulut.

Biasanya gigi pertama anak hampir selalu gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah), setelah itu diikuti dengan tumbuhnya gigi seri bagian atas (upper central incisor) di usia 8-12 bulan. Namun, di beberapa kasus ada yang langsung tumbuh bersamaan. Selain itu, sebagian besar anak-anak biasanya akan memiliki semua gigi bayi atau gigi susu pada usia 3 tahun.

Namun meski bervariasi, pada umumnya pertumbuhan gigi anak berlangsung pada periode yang hampir sama. Berikut ini tahap-tahap pertumbuhan gigi pada anak:

kapan gigi anak tumbuh
Sumber : https://mamaschoice.id/wp-content/uploads/2020/01/Pertumbuhan-Gigi-Bayi-Infographic-600×500.jpg

Usia 5 bulan

Sebagian besar bayi mulai tumbuh gigi pada usia ini. Akan tetapi, tanda bayi tumbuh gigi mungkin terlihat pada usia lebih dini, yaitu sekitar 4 bulan.

Selain itu, ada juga bayi yang tumbuh giginya yang lebih lambat, yakni sekitar usia 6–7 bulan. Saat gigi bayi mulai tumbuh, gusi mereka mungkin akan membengkak dan kemerahan.

Usia 6 bulan

Pada sekitar usia 6 bulan, gigi pertama bayi sudah mulai muncul. Gigi pertama yang muncul yakni dua gigi seri pada rahang bawah. Kedua gigi ini biasanya muncul bersama-sama.

Saat gigi pertama bayi sudah muncul, Anda sudah bisa membersihkan gigi tersebut dengan cara menyekanya menggunakan kain bersih atau waslap setelah bayi menyusu.

Usia 7–8 bulan

Selanjutnya pada usia 7–8 bulan, dua gigi seri depan pada rahang atas biasanya mulai muncul.

Meski begitu, sebagian besar bayi mungkin mengalami pertumbuhan gigi ini pada usia 8–12 bulan. Pada usia ini juga, Anda sudah bisa memberikan bayi makanan padat.

Baca  Kapan Anak Harus Dibawa Ke Dokter Gigi Untuk Pertama Kali?

Usia 9–10 bulan

Dalam tahap pertumbuhan gigi bayi, inilah masa ketika sepasang gigi di sebelah gigi seri bagian atas mulai muncul. Lalu, akan muncul gigi lain di sebelah gigi seri bawah.

Umumnya, gigi ini mulai muncul berpasang-pasangan atas dan bawah, yaitu dua di sebelah kanan dan dua di sebelah kiri, saat bayi berusia 9–10 bulan.

Setelah gigi serinya lengkap pada usia sekitar satu tahun, gigi yang berada di bagian tengah dan belakang akan mulai tumbuh. Berikut ini tahapan pertumbuhan gigi pada anak-anak.

Usia 13–14 bulan

Pada usia sekitar 13–14 bulan, gigi geraham depan atau premolar pertama mulai muncul. Gigi pada rahang atas dan bawah akan muncul pada waktu yang relatif bersamaan.

Namun, beberapa bayi sudah mempunyai gigi geraham pada usia 12 bulan atau bahkan ada juga yang baru muncul setelah usia 15 bulan.

Usia 16–17 bulan

Gigi taring mulai muncul pada usia 16–17 bulan, baik gigi taring atas maupun gigi taring bawah. Munculnya gigi ini juga bisa bervariasi, bahkan hingga usia 22–23 bulan.

Tahap pertumbuhan gigi taring pada anak mungkin menyebabkan gigi gingsul. Hal ini terjadi karena gigi premolar muncul lebih dulu sehingga gigi taring tidak mendapat ruang tumbuh yang cukup.

Usia 23–25 bulan

Ketika anak berusia 23 bulan, gigi geraham belakang pada rahang bawahnya bisa mulai muncul. Kemudian, gigi geraham belakang pada rahang atas mulai muncul pada usia 25 bulan.

Sebagai gigi yang muncul paling akhir, pertumbuhan gigi geraham bisa sangat bervariasi. Sebagian anak bisa mengalaminya lebih lambat atau cepat dalam rentang usia 20–33 bulan.

Usia 2–3 tahun

Pada usia 2–3 tahun, anak-anak umumnya sudah memiliki gigi susu yang lengkap berjumlah 20 gigi. Ada 10 gigi pada rahang atas dan 10 gigi pada rahang bawah.

Susunan gigi susu atau gigi bayi lengkap ini akan terus bertahan hingga anak-anak berusia 6–7 tahun sebelum tanggal dan tergantikan oleh gigi permanen.

Usia 4 tahun ke atas

Pada usia 4 tahun, rahang dan tulang wajah mulai tumbuh sehingga memberikan ruang antara gigi susu. Ruang ini memberikan kesempatan bagi gigi permanen yang lebih besar untuk tumbuh.

Usia 6-7 Tahun

Ompong atau gigi tanggal akan dialami oleh anak Anda pada usia ini. Gigi susu yang tanggal akan digantikan oleh gigi tetap. Setelah anak memiliki gigi tetap, ajarkan anak Anda untuk lebih disiplin dalam merawat giginya sehingga terhindar dari kerusakan gigi.

Tanda Awal Bayi Tumbuh Gigi

Teething syndrome adalah nama lain dari proses tumbuhnya gigi pertama bayi. Bayi akan menunjukkan berbagai gejala saat gigi susu mulai tumbuh, yang biasanya bertahan selama sekitar delapan hari.

Tumbuh gigi bisa menyakitkan, tetapi biasanya tidak membuat bayi sakit. Namun, hubungi dokter jika bayi sampai mengalami diare, muntah, ruam pada tubuh, demam tinggi, atau batuk dan hidung tersumbat. Pasalnya, ini bukan tanda-tanda tumbuh gigi yang normal.

Ibu juga harus menghubungi dokter anak jika gusi bayi berdarah atau ibu melihat nanah di gusi dan pembengkakan di wajahnya. Berikut tanda awal tumbuh gigi yang normal terjadi.

1. Lebih Banyak Air Liur

Bayi yang sedang tumbuh gigi akan sering mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya sebagai salah satu tanda awal tumbuh gigi. Dengan demikian, bayi akan lebih sering ngeces.

Beberapa bayi akan mengalami ruam merah di leher, dagu, dan bibirnya. Ini karena air liur selalu membasahi wajahbayi. Oleh karena itu, selalu siapkan kain lembut atau tisu steril untuk menyeka air liur bayi, dan kenakan celemek bayi khusus yang mudah menyerap.

2. Hasrat untuk Menggigit

Ketika gigi bayi baru mulai tumbuh, tekanan dari gusi bisa sangat mengganggu. Karena itu, bayi yang sedang tumbuh gigi sering menggigit benda-benda di sekitarnya untuk meredakan rasa nyeri tersebut.

Jika bayi mulai menggigit saat ibu masih menyusui, perhatikan saat rahangnya mulai mengencang. Segera masukkan jari bersih dari sudut mulut bayi melalui gusinya. Juga, tutupi boks atau bingkai tempat tidur dengan kain penyerap yang lembut jika bayi suka menggigitnya.

3. Rewel

Bayi yang tumbuh gigi kemungkinan akan lebih sering menangis dan lebih mudah marah karena prosesnya bisa sangat menyakitkan. Beberapa bayi hanya bergumam sedikit ketika mulut atau gusi mereka sakit.

Baca  Ini Lho 4 Peran Orang Tua Agar Anak Tidak Takut Ke Dokter Gigi

Jaringan gusi bayi yang masih sangat halus dan lunak menjadi penyebab atas rasa sakit yang terkait dengan tumbuh gigi. Munculnya gigi pertama pada bayi juga dapat menyebabkan peradangan.

4. Tidak Nafsu Makan

Tumbuh gigi bisa membuat mulut bayi tidak nyaman, sehingga sulit baginya untuk makan. Jika ibu sudah mencoba berbagai cara dan bayi masih rewel atau tidak mau menyusu, bayi mungkin sedang tumbuh gigi. Sebaiknya, hubungi dokter segera sehingga ibu dapat diberikan panduan tentang perawatan yang tepat untuk usia bayi.

5. Gusi Membengkak

Tidak hanya orang dewasa, bayi yang sedang tumbuh gigi juga akan mengalami pembengkakan pada area gusi. Bayi yang sedang tumbuh gigi umumnya mengalami gusi bengkak dan kemerahan. Tentu, hal ini juga akan membuat bayi rewel dan sulit makan.

6. Demam

Bayi yang mengalami radang gusi saat giginya tubuh juga dapat mengalami demam selain kehilangan nafsu makan. Demam ini hanya akan berlangsung sekitar dua hari dan tergolong demam ringan.

Namun, jika suhu bayi demam mencapai di atas 38 derajat celcius dan berlangsung lebih dari dua hari, segera periksakan ke dokter sebab ini bukan merupakan gejala tumbuh gigi yang normal.

7. Pipinya memerah.

Beberapa bayi mengalami pipi kemerahan saat giginya tumbuh. Tentunya, diiringi dengan gejala-gejala yang lain, misalnya, demam.

Kulit pipi kemerahan dapat disebabkan produksi air liur dan air liur yang membasahi pipi sehingga mengiritasi kulit.

8. Lebih sering minta minum ASI atau menolak ASI.

Bayi yang tengah tumbuh gigi akan merasa tidak nyaman di sekujur tubuh. Proses tumbuhnya gigi bukan hanya menyebabkan sakit pada bagian gusi, namun juga seluruh badan disebabkan reaksi tubuh yang tengah melawan radang.

Apa Yang Perlu Dilakukan Ketika Gigi Anak Sedang Tumbuh

Pertumbuhan gigi membutuhkan waktu sekitar delapan hari, termasuk empat hari sebelum dan tiga hari setelah gigi melewati gusi. Selama waktu ini, mungkin sulit untuk menjaga anak tetap nyaman.

Untuk merawatnya, ayah atau ibu dapat melakukan tips ini agar anak tetap nyaman:

1. Memijat gusi bayi setiap hari

Saat tumbuh gigi, gusi bayi akan terasa gatal dan nyeri. Untuk itu, Mama bisa memijat lembut gusi bayi saat ia mulai rewel dengan jari telunjuk. Yang penting, pastikan jari Mama bersih saat memijat gusi bayi, ya.

2. Menggosok gusi bayi agar tetap bersih

Baby finger toothbrush juga bisa Mama gunakan untuk menggosok gusi bayi dengan lembut.

Selain meredakan nyeri saat bayi tumbuh gigi, aktivitas ini juga bisa sekaligus Mama gunakan untuk membersihkan sisa-sisa ASI dan MPASI pada mulutnya.

3. Berikan mainan yang aman untuk digigit

Saat proses tumbuh gigi, Mama juga sebaiknya menstimulasi Si Kecil untuk mengunyah. Secara alami, bayi juga akan berkeinginan mengunyah dan menggigit benda-benda di sekitarnya.

Menggunakan baby teether adalah pilihan yang tepat. Pastikan Mama memilih produk teether yang sudah teruji aman, seperti BPA-free atau Lead-free.

4. Gigitan bayi untuk membantu bayi tetap makan

Saat tumbuh gigi, Si Kecil juga sering tidak bernafsu makan. Untuk mengakalinya, Mama bisa memberikannya teether atau empeng dengan pemeras buah. Sehingga ia bisa mengemutnya sembari menggosokkan teether pada gusinya.

5. Memberikan biskuit bayi yang aman digigitnya.

Faktor Penyebab Gigi Bayi/Balita Tumbuh Terlambat

Memang pertumbuhan gigi setiap bayi relatif sama namun tetap saja ada beberapa bayi yang giginya tumbuh terlambat. Berikut ini beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab bayi terlambat tumbuh gigi:

1. Faktor Keturunan

Bila dalam keluarga ayah atau ibu, banyak anggota yang mengalami keterlambatan tumbuh gigi waktu kecil dulu, maka tidak heran bila Si Kecil juga terlambat tumbuh gigi. Jadi, coba tanyakan pada orangtua atau saudara ibu atau suami apakah ada yang pernah mengalami masalah yang sama pada waktu kecil dulu. Bila iya, maka hal itu bisa jadi salah satu alasan mengapa sampai sekarang Si Kecil belum tumbuh gigi.

2. Gizi Buruk

Bila bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup atau susu formula yang ia minum tidak cukup bergizi untuk memenuhi semua kebutuhannya, maka hal tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan gigi terlambat. ASI biasanya mengandung kalsium yang merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan gigi dan tulang bayi.

Baca  Dijamin! Gigi Putih Bersinar Kurang dari 2 Menit

Beberapa produk susu formula juga biasanya dilengkapi dengan kandungan nutrisi, seperti kalsium, fosfor, dan vitamin A, C, D yang membantu pertumbuhan dan perbaikan tulang dan jaringan, kekebalan, serta perkembangan keseluruhan anak. Namun, bila susu formula yang ibu berikan pada bayi tidak memiliki semua nutrisi tersebut, atau bayi tidak cukup mengonsumsinya, maka hal tersebut bisa menjadi penyebab keterlambatan pertumbuhan gigi bayi.

3. Hipotiroidisme dan Hipopituitarisme

Hipotiroid adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup agar tubuh dapat berfungsi secara normal. Hipotiroidisme biasanya memengaruhi detak jantung, metabolisme, dan suhu tubuh. Bila bayi ibu memiliki tiroid yang kurang aktif, maka kemungkinan besar akan mengalami keterlambatan dalam beberapa tahap perkembangan, seperti berjalan, tumbuh gigi, bahkan berbicara.

Sedangkan hipopituitarisme, mengacu pada penurunan sekresi satu atau lebih dari delapan hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Kondisi ini juga dapat menyebabkan beberapa penyakit dan masalah yang berkaitan dengan kekurangan hormon, seperti obesitas, kolesterol tinggi, dan sebagainya.

4. Penyebab Lain

Pertumbuhan gigi yang terlambat juga bisa menjadi tanda dari kondisi atau gejala medis tertentu seperti down syndrome. Bayi terlambat tumbuh gigi juga bisa disebabkan oleh gangguan fisik pada gusi atau tulang rahang yang tidak memungkinkan gigi untuk muncul.

Komplikasi Pertumbuhan Gigi yang Terlambat

Meskipun setiap anak mengalami pertumbuhan dalam waktu yang berbeda-beda, tetapi ibu sebaiknya segera memeriksakan Si Kecil ke dokter, bila ia mengalami pertumbuhan gigi yang sangat terlambat. Pasalnya, pertumbuhan gigi yang sangat terlambat dapat mengakibatkan komplikasi berikut ini:

  • Komplikasi utama dari pertumbuhan gigi terlambat adalah gigi anak dapat berkembang menjadi bengkok, bila giginya berkembang dalam waktu yang sangat terlambat saat bayi.
  • Gigi juga diperlukan bayi untuk mengunyah makanan dengan benar. Keterlambatan pertumbuhan gigi dapat menyulitkan anak untuk mengunyah makanan padat nantinya.
  • Kadang-kadang rangkaian gigi permanen muncul bersamaan dengan gigi bayi yang terlambat, yang menyebabkan bayi memiliki dua baris gigi.

Pentingnya Penanganan Gigi Anak Sesuai dengan Tahapan Pertumbuhannya

Merawat gigi anak Anda sudah dapat dilakukan sejak gigi anak belum tumbuh. Setelah menyusui, Anda dapat mengangkat bibirnya untuk menyeka gusi dan garis gusi depan dan belakang dengan lap basah. Bersihkan secara lembut dengan gerakan melingkar selama dua menit. Cara ini dapat menghilangkan bakteri penyebab munculnya plak pada gigi yang nantinya tumbuh.

Segera setelah gigi pertama muncul, menyikat gigi dilakukan dua kali sehari. Anda dapat mengikuti beberapa tips yang dapat membantu menangani pertumbuhan gigi anak Anda.

  1. Pilih sikat gigi berukuran kecil dengan bulu sikat yang halus. Jika perlu, Anda dapat merendam sikat gigi ke dalam air hangat selama beberapa menit sebelum digunakan. Ingatlah untuk mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali.
  2. Gunakan pasta gigi sesuai usianya. Oleskan pasta gigi cukup sebesar biji beras pada permukaan sikat, dan setelah selesai, biarkan anak Anda membuang pasta gigi itu setelahnya. Tidak perlu dibilas dengan air karena akan mengurangi manfaat fluoride.
  3. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi adalah hal yang sangat penting untuk menangani pertumbuhan gigi anak Anda. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk memonitori kesehatan gigi dan kondisi pertumbuhan gigi tetap, serta meminta saran yang tepat.

Dengan mengetahui tahapan pertumbuhan gigi anak, maka Anda dapat melakukan berbagai tindakan perawatan gigi anak yang sesuai dengan pertumbuhan giginya. Hal ini akan sangat mendukung kesehatan gigi anak dan membuat giginya dapat tumbuh dengan optimal.

Sumber :

1. https://www.halodoc.com/

2. https://www.tanyapepsodent.com/

3. https://www.halodoc.com/

4. https://mamaschoice.id/

5. https://hellosehat.com/

6. https://www.parenting.co.id/

7. https://www.halodoc.com/

8. https://mamaschoice.id/ (Featured Image)

Iklan dipersembahkan oleh Google
(Visited 517 times, 6 visits today)

Comment
Share:

Ad