BPJS Melawan Fraud

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Ditulis oleh Ernawati Naharuddin

Membengkaknya tagihan BPJS hingga menyebabkan defisit mencapai 10 T tahun ini adalah PR besar pemerintah. Salah satu upaya yang gencar dilakukan mengatasi defisit ini adalah dengan mengurangi angka fraud (kecurangan) dalam proses klaim setiap tindakan pelayanan kesehatan.

Kerugian BPJS karena fraud disinyalir mencapai 400 M di tahun 2015.

Ada beberapa hal yang menyebabkan fraud. Namun yang kerap terjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah Unnecessary Treatment.

Unnecessary Treatment berarti melakukan suatu pengobatan atau pemberian layanan kesehatan yang tidak dibutuhkan dan tidak diperlukan oleh pasien. Misalnya pemberian analgesik setelah pencabutan gigi susu dengan topikal anastesi.

Mengurangi angka fraud dari Unnecessary Treatment ini tidak mudah dilakukan mengingat subjektifitas yang tinggi dalam menilai kebutuhan pengobatan seseorang. Seorang dokter bisa memberikan 2 macam obat, sementara dokter lain bisa memberikan 5-6 macam obat untuk satu penyakit yang sama dengan waktu pemulihan yang sama. Bisa dibayangkan jika rasionalisasi pemberian obat-obatan tidak dilakukan oleh para dokter di 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia, belum termasuk para dokter di klinik pratama. Berapa besar kerugian yang harus ditanggung pemerintah?

Hingga hari ini belum terlihat adanya suatu sistem yang dikembangkan BPJS untuk mengendalikan angka Unnecessary Treatment ini. Yang terlihat hingga saat ini masih sebatas pengetatan sistem rujukan agar tidak terjadi penumpukan kunjungan rumah sakit yang pada akhirnya akan membuat tagihan-tagihan rumah sakit akan terus membengkak. Pengetatan dalam pemberian obat dan layanan tambahan belum dilakukan oleh BPJS.

Tidak bisa dipungkiri efisiensi dan efektifitas program jaminan kesehatan milik pemerintah yang melayani 193 juta jiwa ini masih jauh dari sempurna. Masih terlalu banyak aspek yang perlu dibenahi agar program JKN ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi peserta dan juga pemberi pelayanan. Peningkatan jasa pelayanan yang masih sangat dikeluhkan bagi para dokter dan tenaga medis lain tentu sulit jika angka fraud masih sangat besar.

Setiap upaya perbaikan harus gencar dilakukan demi efisiensi dan efektifitas Program JKN ini agar ke depannya akan lebih baik dan lebih maju tak kalah dengan program asuransi serupa di negara maju.

Penajam, 9 Oktober 2018

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.