web tracker Rajin Gosok Gigi = Ingatan Tetap Tajam Saat Tua, Percaya??? - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Rajin Gosok Gigi = Ingatan Tetap Tajam Saat Tua, Percaya???

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook61Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Mengosok gigi secara teratur banyak manfaatnya. Tidak hanya membersihkan gigi dan menjaga kesehatan mulut, rajin menggosok gigi juga berdampak pada daya ingat di masa tua. Barang siapa rajin menggosok gigi, ingatan akan tetap tajam meski sudah kakek dan nenek.

Setidaknya inilah temuan para peneliti dari King’s College London dan University of Southampton. Penelitian dilakukan dengan melacak kesehatan 59 laki-laki dan perempuan yang memiliki Alzheimer, baik ringan atau sedang, selama enam bulan.

Para relawan menjalani pemeriksaan gigi di awal penelitian. Mereka juga menjalani tes darah dan tes kognitif pada awal dan akhir penelitian. Ternyata relawan yang memiliki penyakit gusi atau periodontitis mengalami penurunan daya ingat yang jauh lebih cepat.

Hasil tes darah memberikan petunjuk mengapa ini bisa terjadi. Jadi pada mereka dengan penyakit gusi, darahnya mengandung lebih banyak bahan kimia yang menyebabkan peradangan. Nah, ini diduga merusak otak.

Diduga bakteri yang merusak gusi mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang kemudian memicu pelepasan bahan kimia penyebab peradangan. Karena itu diambil kesimpulan orang yang rentan terhadap masalah gusi juga lebih rentan dengan masalah memori.

Berbekal temuan ini, peneliti ingin tahu apakah dengan menanggulangi penyakit gusi juga bisa membantu mengatasi Alzheimer. Untuk itu penelitian lanjutan untuk mengembangkannya perlu dilakukan. Penelitian ini telah dilaporkan di jurnal PLoS ONE. Demikian dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/3/2016).

Baca Juga :

Penelitian serupa juga pernah digelar beberapa tahun lalu oleh peneliti di University of California. Penelitian menunjukkan orang yang tidak setiap hari gosok gigi, risikonya 65 persen lebih tinggi mengalami pikun dibanding yang gosok gigi 3 kali sehari. “Sangat dimungkinkan bahwa kebiasaan dalam menjaga kesehatan mulut mempengaruhi apakah kelak akan pikun atau tidak,” kata Annlia Paganini-Hill, ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut.

Sementara itu Mark Ide dari Dental Institute, King’s College London, menuturkan penyakit gusi banyak ditemukan di Inggris, di mana dialami 80 persen orang yang berusia 55 tahun ke atas. Fakta lain menyebut separuh orang-orang berusia 65 tahun ke atas kehilangan lebih dari sepuluh giginya. Ini merupakan tanda adanya penyakit gusi yang parah.

“Beberapa penelitian menunjukkan hilangnya sebagian besar gigi yang merupakan akibat dari penyakit gusi, terkait dengan risiko demensia yang lebih besar,” ucap dr Ide.

Dari penelitian, sambung dr Ide, perawatan gusi efektif mengurangi risio Alzheimer. Demikian pula pada pengobatan penyakit gusi pada pasien Alzheimer sangat mungkin memperlambat penurunan daya ingat. Untuk menguatkan dugaan ini, dr Ide pun menggelar penelitian.

Namun menurut dr Ide, rajin menyikat gigi bisa menjaga kesehatan gigi jika dilakukan dengan cara yang benar. Sering kali dr Ide menemukan orang yang gosok gigi dua kali dalam sehari, namun cara menggosok giginya tidak tepat.

Prof Dr dr Melanie S. Djamil, MBiomed, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti beberapa waktu lalu mengatakan menyikat gigi dengan sehat dan benar bisa dilakukan dengan memerhatikan dua hal. Pertama, waktunya, yakni setelah makan pagi dan sebelum tidur. Kedua, kebersihannya. “Kalau menyikat gigi tidak bersih rongga mulut akan kotor dan memicu penyakit,” ucap Prof Melanie.

Usahakan dalam menyikat gigi semua bagian gigi disikat dengan bersih dan rata. Jangan hanya menyikat gigi bagian pinggir atau depannya saja, namun juga bagian belakangnya. Selain itu jangan pula menyikat gigi terlalu keras sehingga membuat gusi berdarah.

Penting juga untuk memilih sikat gigi yang tepat. Sikat gigi yang baik adalah yang memiliki bulu lembut agar tidak menyebabkan iritasi di gigi maupun gusi. Jangan lupa pula mengganti sikat gigi tiap tiga hingga empat bulan sekali. Sebab jika bulu sikat gigi mulai usang, maka bulu sikat gigi tidak mampu membersihkan plak yang ada di antara gigi hingga plak menempel di sela-sela gigi.

Baca Juga : Gusi Berdarah saat Gosok Gigi ? Awas Jangan Disepelekan

Sumber tulisan :

http://health.detik.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Teknologi Terbaru Kedokteran Gigi: Gigi Berlubang ...
views 1584
Di masa lalu, saat ada orang yang mengalami karies atau gigi berlubang, sebagian besar akan disarankan untuk dilakukan pencabutan sebagai solusi.T...
Bahaya Menambal Gigi Dengan Amalgam
views 1538
Tambal gigi amalgam, atau yang dikenal masyarakat sebagai tambal gigi perak, menyimpan bahaya. Sebabnya, amalgam diketahui memiliki kandungan zat merk...
CBT : Teknik Mengurangi Fobia Pasien Ke Dokter Gig...
views 1524
Beberapa orang ada yang ketakutan bukan main ketika diajak pergi ke dokter gigi. Kini, untuk menangani ketakutan tersebut, peneliti mengungkapkan bahw...
10 Reasons Why Dental Photography Should be an Ess...
views 165
Photography has always been considered an invaluable part of dentistry. With the advent of digital technology, imaging has become easier and more read...
Stress In Dentistry , It Could Kill You!
views 95021
Written by : Randy Lang. DDS, D.OrthoRecent Studies reported in dental literature confirm that dentists are subject to a variety of stress-related...
Laser: Era Baru Dunia Kedokteran Gigi
views 1121
Ditulis oleh : Drg. Eka Erwansyah, MKes, SpOrtSeringkali pasien yang telah ditambal giginya merasa telah mendapatkan perawatan dengan sinar la...
Ternyata Amalgam Masih Menimbulkan Pro Kontra Untu...
views 1116
Tambalan amalgamTambalan amalgam telah dipakai selama lebih dari 150 tahun. Tambalan amalgam terbuat dari percampuran merkuri cair (43-54%) dan be...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook61Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0