Edisi Puasa #2 Perawatan Gigi saat Puasa

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Meskipun kita tengah menjalankan ibadah puasa, namun bukan berarti kita tidak boleh melakukan perawatan gigi. Justru sebaiknya, pada saat berpuasa kesehatan mulut dan gigi harus lebih diperhatikan.

Dokter gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Surakarta, Drg. Tri Iswati menjelaskan selama bulan puasa kita masih bisa melakukan perawatan gigi. Kunjungan ke dokter gigi juga tetap bisa dilakukan. Meskipun ada beberapa tindakan yang dikhawatirkan akan membatalkan puasa, namun hal tersebut bisa dihindari. “Kunjungan ke dokter gigi untuk periksa gigi justru sangat perlu dilakukan,” terang dia.

Ia mengatakan selama ini masyarakat selalu khawatir dan memperhatikan kesehatan giginya, namun mereka melupakan kebersihan lidah. Padahal menurutnya kondisi lidah lebih banyak mengambil peranan untuk bau mulut. Hal ini dikarenakan karena di lidah bagian tengah dan belakang terdapat banyak mikroorganisme yang tersebar. Tanda-tanda lidah tidak bersih atau kotor adalah lidah berselaput, tidak berwarna pink tapi berwarna putih. Lidah sebenarnya bisa dibersihkan dengan Tongue Cleaner (sendok plastik). Bila disendok terdapat air liur yang kental maka itu tandanya lidah kotor.

POSTING TERKAIT EDISI PUASA

Edisi Puasa #1 Hukum Berobat Ke Dokter Gigi Ketika Puasa

Edisi Puasa #2 Perawatan Gigi saat Puasa

Edisi Puasa #3 Tips Menyikat Gigi Selama Bulan Puasa

Edisi Puasa #4 8 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mulut di Bulan Puasa

Tetapi ada beberapa tindakan terhadap gigi yang sebaiknya tidak dilakukan saat bulan puasa, antara lain cabut gigi dan pembersihan karang gigi. Pasalnya pada tindakan cabut gigi tentunya menggunakan suntikan anestesi yang bertujuan untuk penahan rasa sakit. Jika obat anestesi ini sudah hilang efeknya, untuk menghilangkan nyeri pasien diharuskan minum obat. “Padahal saat menjalankan puasa minum dan makan termasuk obat ini membatalkan puasa,” jelasnya.

Secara teori, anestesi rata-rata bekerja dua jam dari mulai disuntikkan sampai habis pengaruh kebasnya. Jika pencabutan gigi dilakukan pagi hari, maka terpaksa puasa dibatalkan, untuk meminum obat penahan sakit. Jadi kalau memungkinkan dan tidak ingin membatalkan puasa, sebaiknya pencabutan sebaiknya dilakukan antara pukul lima sore-waktu berbuka, atau selepas waktu berbuka. Sehingga bila bius habis, bisa meminum obat karena telah tiba waktu berbuka.

Sedangkan pada proses pembersihan karang gigi, akan melibatkan banyak cairan di mulut untuk membersihkan karang gigi. Cairan untuk membersihkan gigi ini dikhawatirkan akan tertelan pada saat proses tindakan. Sebaiknya, langkah pembersihan karang gigi ini dilakukan setelah berbuka puasa. “Atau idealnya karang gigi dibersihkan sebelum menjalankan ibadah puasa,” terang dia.

Sumber tulisan :

http://joglosemar.co

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.