Istilah Kedokteran Gigi Galau
1. Kurva Spee
Kadang, aku merasa senasib dengan kurva spee. Soalnya, hatiku juga spee.
Itu sepi, Mz! Sepi! Bisa aje lu, remah debris!
2. Akrilik
Bisa dibilang, aku adalah akrilik. Ya, akrilik. AKu RIndu dimiLIKi
3. Perkusi
Aku akui. Sebisa-bisanya aku mengetuk gigi untuk mendiagnosa gigi, aku tetap tak bisa mengetuk pintu hatimu supaya terbuka untukku.
4. Mengunyah satu sisi
Tentu, mengunyah satu sisi bukanlah kebiasaan yang baik. Gigi bisa berkarang. Begitu pula dengan mencintai satu sisi; bertepuk sebelah tangan. Hatiku bisa berkarang, Mz.
5. Chlorethyl
Aku sudah terbiasa bermain dengan dinginnya chlorethyl. Tapi, tidak dengan dinginnya perlakuan kamu ke aku. He 🙂
6. Guttapercha
Guttapercha, guttapercha apa yang menyakitkan? Guttaperchaya dirimu meninggalkan aku untuk memilih dirinya.
7. Shoulder
Aku selalu memperhitungkan shoulder waktu preparasi gigi. Tapi, aku lupa memperhitungkan kalau aku nggak punya shoulder to cry on 🙁 . Numpang nangis di bahu jalan sajalah.
8. Pre-klinik
Waktu aku masih sibuk pre-klinik, teman-temanku yang lain sedang sibuk pre-wedding. Nikmati saja perih ini.
9. Kuvet
Hai, kuvet. Aku ingin bertanya. Kamu wadah memendam bukan? Aku ingin memendam perasaan. Hatiku sudah tak kuat menampungnya.
10. Persistensi
Se-persistensi itukah kamu, Mantanku? Kenangan tentangmu tetap tak mau pergi walaupun aku sudah ada pengganti.
