web tracker Mitos Seputar Behel #3 "Pasang Behel Di Tukang Gigi Juga Bisa Rata Kok Giginya" - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Mitos Seputar Behel #3 “Pasang Behel Di Tukang Gigi Juga Bisa Rata Kok Giginya”

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook11Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Penulis :

drg. Liquisa Eka Shanty, Sp. Ort

Seringkali kita tergiur oleh foto-foto testimoni yang dipajang di olshop-olshop behel yang menunjukkan foto before after pemasangan behel. Yang awalnya tidak rata bisa jadi rata hanya dalam hitungan minggu.

Keren??

Tet tooot… Itu benar2 penyesatan sesesat-sesatnya yang dilakukan oleh pihak olshop untuk menarik customer. Tolok ukur sebuah perawatan behel itu berhasil, tidak hanya ditentukan oleh rata tidaknya gigi, ada hal lebih penting yang selalu luput dari perhatian para ahli gigi (yang sama sekali tidak ahli) tersebut, yaitu FUNGSI

Itulah perbedaan pekerjaan dari yang asli AHLI dengan yang ahli ABAL-ABAL

Gigi boleh rata dalam hitungan minggu, tapi rahang mendadak dibuat mingkem susah, dibuat ngunyah susah, dibuat gigit susah. Rahang tidak stabil, perlu digeser2 dulu agar didapatkan posisi menggigit yang nyaman. Kamu pikir itu gak masalah?

Tet tooot… Itu masalah besar adek-adek sekalian. Gigitan yang tidak stabil akan menyebabkan permasalahan jangka panjang. Mungkin tidak akan terasa sekarang, tapi bertahun-tahun kemudian kamu mulai merasa sendi di dekat telinga kamu berbunyi jika kamu buka tutup mulut, lama2 juga terasa nyeri. Jika sudah begitu tinggal menunggu saja suatu saat rahang kamu bisa dislokasi (lepas dari engselnya) ketika kamu tengah menguap misalnya. Mau??

BACA JUGA :

LULUSAN DOKTER GIGI TAK CUMA NGURUSIN GIGI & MULUT, TAPI PEGANG MAYAT HINGGA PASANG ALAT KB

fkg ugm

Sekali lagi, gigi rata saja tidak cukup, banyak aspek lain yang harus dipenuhi untuk menyatakan suatu perawatan behel itu sukses, diantaranya :

– Gigi terletak bagus dalam lengkungnya atau rata sesuai standar kedokteran gigi.

Jadi yang disebut rata oleh orang awam (termasuk tukang gigi / salon), belum berarti rata yang ideal menurut dokter gigi. Setiap gigi memiliki ukuran ketinggian tertentu dan posisi yang ideal. Dokter gigi spesialis ortodonti memperhatikan detail posisi gigi kamu satu persatu

– Hubungan geligi rahang atas dan rahang bawah bagus dan stabil.

Artinya, tidak ada keluhan ketika dipakai mengunyah, bicara, menggigit. Hasil perawatan yang berhubungan dengan fungsi inilah yang menjadi goal utama dari perawatan ortodontik, tapi justru ini yang paling sering terabaikan.

Banyak yang hanya memasang behel di rahang atas atau bawah saja. Padahal dengan metode pemasangan satu rahang ini, operator tidak dapat mengontrol hubungan geligi yang baik antara gigi2 atas dengan gigi2 bawah.

Padahal satu saja gigi digerakkan, hubungannya dengan gigi lawannya akan berubah dan mengubah pula gigitannya. Maka ahli yang benar2 kompeten, tidak akan pernah menyarankan memakai behel hanya di salah satu rahang, meskipun misalnya rahang yang satu sudah kelihatan rapi & tidak perlu dibehel menurut pasien

– Profil wajah pasien.

Pernah gak kamu mengecek profil wajah kamu setelah perawatan behel yang diklaim “sudah rata” oleh tukang gigi tadi? Gigi memang rata, tapi mulut kamu jadinya mecucu, monyong. Mau ngatupin bibir aja butuh usaha ekstra.

Kenapa begitu? Jawabannya : tanpa adanya ruangan yang cukup untuk bergeser, gigi yang dipakaikan behel akan bergerak ke depan untuk membuat posisinya rata. Ortodontis mengistilahkannya dengan sebutan “flaring” atau kalau diterjemahkan bebas : giginya mekar melebar 😅

Itulah pentingnya pemeriksaan seksama di awal perawatan.

Untuk menentukan rencana perawatan, apakah gigi kamu butuh pencabutan atau tidak, apa saja yang sekiranya dibutuhkan agar pergerakan gigimu bisa maksimal dan ideal, gigi yang tidur ditegakkan, gigi yang muter diluruskan, gigi yang mundur dimajukan, gigi yang nyelempit dikeluarkan dll dst. Semuanya itu dipikirkan dengan teliti oleh ortodontis yaaa.

Jadi jangan keburu hepi kalau tukang gigimu ngeklaim, ini gak usah dicabut mas / mbak pasti bisa rata kok. Rata bonus monyong mau?

– Tidak boleh ada sisa tempat / gigi yang masih renggang. Jadi kalau gigi kamu harus dicabut, maka nantinya tempat bekas pencabutan ini harus tertutup sempurna tanpa meninggalkan celah sedikitpun

Ruwet baca tulisan di atas? Tenang kamu gak perlu ikutan mikir, itu sudah pekerjaan ortodontis. Apakah tukang gigi / salonmu mikir begitu juga? Jelas nggak lah

POSTING TERKAIT SEPUTAR BEHEL

Mitos Seputar Behel #1 “Behel = Fashion Kekinian”

Mitos Seputar Behel #2 “Behel Murah Sama Aja Sama Yang Mahal”

Ingat Ya Behel Buka Fashion

Tren Terbaru : Behel Dibelakang Gigi

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Ingat Ya BEHEL itu BUKAN FASHION
views 237
Ditulis oleh : Dea Safira Basori Diterbitkan di http://www.deasafirabasori.com Karena sekarang saya lagi menempuh program profesi kedokteran gigi,...
Mengenal Behel Lingual
views 117
Alat ortodonti cekat merupakan salah satu pilihan perawatan untuk merapikan gigi. Di masyarakat, alat ini lebih dikenal dengan sebutan behel. Sa...
Retainer Kansal: Sebuah Retainer Ortodontik Lepasa...
views 90
Retainer Kansal merupakan retainer lepasan dan retainer ortodontik tooth-borne yang memiliki komponen kawat dan akrilik. Komponen kawatnya termasuk la...
Tukang Gigi, Si Tukang yang Bukan Dokter
views 131
Tukang gigi adalah profesi yang cukup dikenal oleh masyarakat. Wajar saja, para tukang gigi membuat pamflet praktik mereka semenarik mungkin bahkan sa...
Diet Mudah Ala Behel
views 50
Coba ketikkan kata-kata di judul artikel ini dalam mesin pencari manapun, maka akan Anda temukan ribuan artikel yang menyoal tentang hubungan pakai be...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook11Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Tags: