website statistics
Home > Berita > Menkes : Dokter Gigi Tidak Ada Yang Mau Ke Daerah

Menkes : Dokter Gigi Tidak Ada Yang Mau Ke Daerah

Advertisement
Advertisement

image from ponkesdessumberwaru.blogspot.com

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengeluhkan masih banyaknya dokter yang enggan ke daerah terpencil, termasuk dokter gigi. “Cari dokter susah di daerah,” ujarnya saat diskusi setelah membuka pertemuan Koordinasi Kesehatan Tingkat Sumatera Barat di Kota Padang, Sumatera Barat, Ahad malam, 21 Februari 2016.

Nila menjelaskan, Kementerian Kesehatan melakukan penguatan akses pelayanan kesehatan di daerah melalui Nusantara Sehat. Penguatan itu terutama di daerah terpencil melalui program penempatan tenaga kesehatan yang berbasis tim.

Kegiatan ini melibatkan lima-sembilan tenaga kesehatan, seperti dokter umum, dokter gigi, perawat, bidang, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli laboratorium medis, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian. Mereka bakal ditempatkan di pelosok Nusantara untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui preventif, promotif, dan kuratif.

Namun, ucap Nila, dari belasan ribu pendaftar Nusantara Sehat, hanya tiga-sebelas dokter yang ikut serta. Itu pun tidak ada dokter gigi. “Dokter gigi tak mau ke daerah,” ujarnya.

BACA JUGA :

DI PUSKESMAS, DOKTER GIGI MELAYANI 15 PASIEN ITU TIDAK WAJAR

puskesmas

Nila mengaku sudah meminta ke Wakil Presiden Jusuf Kalla memperhatikan tenaga media, apalagi yang bertugas di daerah terpencil dan harus bekerja 24 jam. Malah, tutur dia, lebih baik menggunakan sistem inpres yang pernah diterapkan.

Dengan inpres tersebut, para dokter berkewajiban mengabdi di daerah-daerah terpencil. “Tapi saat ini kami tak bisa memaksa, apalagi di era reformasi ini,” katanya. Namun Kementerian Kesehatan terus berupaya mendorong dokter-dokter melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil dengan menambah honor mereka.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugiantono menyatakan ada tiga bentuk pengisian tenaga kesehatan di daerah-daerah. Pertama, melalui Nusantara Sehat. Kedua, dokter pegawai tidak tetap (PTT). Pada 2015, ada 649 dokter PTT yang dikirim ke daerah terpencil. Ketiga, dokter PTT daerah.

Beberapa provinsi sudah mampu mengangkat dokter PTT daerah sesuai dengan kepentingan daerah mereka. “Tiga ini yang selalu kami sinergikan,” ujarnya. Hingga kini, yang sulit dicari adalah dokter gigi. Saat ini ada sekitar 4.000 puskesmas di Indonesia yang belum memilik dokter gigi. “Sebanyak 55 persen dari 9.764 puskesmas di Indonesia belum memiliki dokter gigi.”

Artikel Populer Minggu Ini :

Terima kasih :

https://nasional.tempo.co

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Akibat Infeksi Gigi, Jantung Pria Ini Digerogoti B...
views 2006
Akibat infeksi bakteri langka yang disebabkan oleh gigi geraham bungsunya, seorang pria bernama Daniel Murtagh, harus melakukan operasi jantung mendad...
Internship Kedokteran Gigi Indonesia
views 6003
INTERNSIP Masa penuh kemudahan “setelah lulus bisa langsung praktek” agaknya akan tinggal kenangan bagi dokter gigi baru. Kondisi yang sempat dinik...
Hati-Hati 3 Dokter Gigi Ini Tertular AIDS Dari Pas...
views 10606
Profesi dokter gigi rentan tertular penyakit yang diidap pasiennya. Termasuk virus mematikan HIV/AIDS. Tiga dokter gigi di Surabaya dilaporkan tertula...
Rektor USU : Pecat Mahasiswa Terlibat LGBT
views 316
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Runtung Sitepu, menyatakan menolak organisasi LGBT di lingkungan USU. Ia katakan, LGBT sangat ber...
Ini 10 Mitos Dan Faktanya Seputar Gigi Dan Mulut Y...
views 596
Oleh : drg. Martha Mozartha Mitos vs Fakta # 1 Mitos : Gigi atas yang sakit jika dicabut akan mempengaruhi syaraf mata. Bahkan dapat menyebabkan...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id