website statistics
Home > Berita > Di Puskesmas, Dokter Gigi Melayani 15 Pasien Itu Tidak Wajar

Di Puskesmas, Dokter Gigi Melayani 15 Pasien Itu Tidak Wajar

Advertisement
Advertisement

Penulis : Hendrik Hendriyanto

Sumber tulisan di bawah artikel

Hari ini saya mendapatkan kabar bahwa ada salah satu dokter gigi di puskesmas di salah satu kota besar di Indonesia yang dicomplain melalui tweeter karena membatasi pasien hanya sebanyak 15 orang, dalam kabar selanjutnya si oknum dokter gigi tersebut mengklarifikasi bahwa yang dibatasi sebanyak 15 adalah tindakan, bukan pasiennya.

Tindakan di poli gigi adalah pencabutan, penambalan, perawatan syaraf non spesialistik dan pembersihan karang gigi. wajarkah jika pasien tindakan di poli gigi dibatasi hanya 15 orang?

Menurut saya itu tidak wajar, itu keterlaluan, iya keterlaluan! keterlaluan sekali malah

Menurut pengalaman saya, wajarnya dokter gigi itu melakukan 7 sampai 10 tindakan. Kalau sampai bisa melakukan 15 tindakan itu ga wajar, itu keterlaluan sekali supernya. Kalau kata mario teguh “supeeer sekaaliii”. Thumbs up dari saya buat rekan sejawat saya tersebut.

Memang untuk jadi dokter gigi puskesmas itu harus punya kekuatan super, harus bisa tidak terbatasi oleh keterbatasan alat dan tenaga.

Iya, dokter gigi tersebut tidak salah, hebat malah. Karena setiap satu tindakan dalam kedokteran gigi merupakan hal yang sangat memerlukan ketelitian, perhitungan yang akurat, seni, skill motorik halus, pengendalian motorik kasar, pengetahuan keilmuan medis yang cukup, dan yang paling penting adalah waktu yang cukup untuk mengerjakannya.

Kenapa saya katakan bahwa waktu yang cukup adalah hal yang paling penting? Karena dalam melakukan satu tindakan, misalnya penambalan, butuh waktu yang tidak sedikit untuk menghasilkan kualitas tambalan yang sesuai standar, butuh waktu yang relatif lama untuk menghasilkan kualitas tambalan yang tidak dibawah standar.

Kami punya standar kualitas pekerjaan yang harus kami jaga. Sangat wajar jika seorang dokter gigi di puskesmas hanya mampu mengerjakan hanya sebanyak 7 tindakan dalam sehari, karena jam kerja di puskesmas hanya 7 jam belum dipotong istirahat, dan tenaga seorang dokter gigi pun ada batasnya, menurut pengalaman saya mengerjakan 7 tindakan adalah merupakan batas optimal seorang dokter gigi. Kalau bisa mengerjakan 10 tindakan berarti dokter gigi itu sudah menggunakan energi cadangannya, apalagi bisa 15 tindakan, berarti dokter gigi itu sudah masuk golongan dokter gigi super

Saya bisa mengatakan 7 tindakan itu optimal bukan karena saya hanya bisa mengerjakan 7 tindakan, atau 10 tidakan. Tapi justru karena tidak jarang di puskesmas saya harus menangani pasien sebanyak 40an bahkan sampai 50an, dengan tindakan diatas 20an atau 30an. Bahkan pernah beberapa kali juga saya melakukan tindakan sebanyak 50an.

Memang bisa, tapi saya sangat kelelahan dan terkena low back pain yang belum benar benar sembuh sampai sekarang (Baca disini terkait Low Back Pain : Dental Loupe : Solusi Atasi Gangguan Muskuloskeletal). Memang semua pasien bisa terlayani tetapi kualitasnya pun tidak akan bisa optimal.

Suatu hal yang paling saya benci, karena niat saya bekerja di puskesmas sebagai drg ptt kota, bukan untuk melayani pasien, tapi untuk menyembuhkan pasien dan menyehatkan masyarakat. Walaupun semua pasien tambal terlayani dengan baik tetapi kualitas tambalannya dibawah standar (karena harus mengejar durasi), sama saja seperti membangun istana pasir, tidak ada hasilnya, karena pasien tetap tidak akan sehat.

Pasien gigi itu tidak hanya diperiksa kemudian diberi resep, tapi sebagian besarnya adalah tindakan, yang menguras tenaga, stamina, kesehatan fisik dan waktu. Jika semua pasien gigi hanya diperiksa kemudian diberi resep, 100 pasien pun tidak masalah.

Artikel Populer Minggu Ini :

Kalau kami memeriksa gigi anak anak di sekolah, kadang malah bisa lebih dari seratus dalam sehari. Seringkali beban kerja seorang dokter gigi di puskesmas dianggap ringan karena jumlah pasiennya yang sedikit, padahal tidak. Waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk menangani pasien tindakan yang sedikit itu setara dengan waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk memeriksa 100 pasien tanpa tindakan.

Bahkan bpjs pun menganggap bahwa kebutuhan masyarakat akan dokter gigi itu sedikit karena jumlah kunjungan masyarakat ke dokter gigi itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan kunjungan masyarakat ke dokter umum. Yang menghasilkan perhitungan kapitasi drg sebesar 2000 rupiah untuk satu pasien yang terdaftar (Baca disini terkait Gaji dokter gigi di era ERA JKN : DOKTER GIGI HANYA DIBAYAR RP 2000), jauh lebih kecil daripada kapitasi dokter umum, seakan akan drg adalah dokter kelas 2.

(Baca disini terkait APA YA DOKTER GIGI DINOMORDUAKAN?.

Saya yakin kalau di satu puskesmas ada 100 dokter gigi, maka dalam satu hari pasien gigi bisa jauh lebih banyak dari pasien dokter umum, karena hampir setiap orang punya masalah gigi. Jadi bukan kebutuhan masyarakat yang sedikit, tapi memang seorang dokter gigi dalam sehari hanya bisa menangani jumlah pasien yang sedikit karena keterbatasan waktu dan tenaga.

Saya berterimakasih kepada masyarakat yang complain melalui tweeter tersebut, semoga kedepannya malah bisa jadi momment yang membuka pemahaman semua pihak bahwa seorang dokter gigi yang melakukan 15 tindakan itu telah mengeluarkan effort, tenaga dan waktu yang setara dengan dokter yang memeriksa ratusan pasien tanpa tindakan.

Kami dokter gigi puskesmas sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan, dari setiap keluhan masyarakat kami belajar, kami berusaha memperbaiki kualitas pelayanan kami setiap harinya. Baik dari segi keramahan maupun kualitas tindakan kami. Mohon maaf jika perbaikan kami tidak cukup cepat, tapi percayalah kami berusaha

Saya melampirkan contoh foto-foto tindakan penambalan yang dilakukan di dua puskesmas di kota bandung. Puskesmas Padasuka dan Puskesmas Cinambo. Percayalah kami berusaha berubah lebih baik. Untuk Bandung Juara

BACA JUGA :

drg. Zaura Anggraeni : Jangan Remehkan Kami Yang Di Puskesmas, Kami Bukan Dokter “Buangan”

drg-zaura-anggraini

 

Sumber tulisan : https://www.facebook.com/nova.hendri.5/posts/10207361764986661

Note :

  1. Ada perbedaan judul namun tidak mengurangi esensi artikel
  2. Gambar hanya ilustrasi

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Pernyataan Sikap DIB Terkait Pernyataan Direktur B...
views 665
PERNYATAAN  SIKAP DIB TERKAIT PERNYATAAN DIREKTUR HUKUM KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN BPJS KESEHATAN DR.Dr.BAYU WAHYUDI,SpOG, MPH.M,MHKes,M.M  ...
Waduh..Puskemas Bontang Kekurangan Dokter Gigi. Ad...
views 123
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes, Diana Nurhayati menegaskan, saat ini tenaga dokter gigi yang tersedia di Bontang sangat terbatas. Se...
4.000 Puskesmas di Indonesia Tak Punya Dokter Gigi...
views 1816
Upaya meningkatkan preventif dan promotif dalam mencegah gigi berlubang di layanan kesehatan primer seperti Puskesmas masih memiliki kendala. Salah sa...
drg. Zaura Anggraeni : Jangan Remehkan Kami Yang D...
views 3904
Kemampuan dokter gigi di puskesmas atau klinik layanan masyarakat kerap dipertanyakan mengingat harga berobat yang tergolong murah. Walau murah, k...
Pungutan Liar Berkedok Akreditasi Puskesmas
views 563
BELASAN staf pegawai Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas Simalingkar, Medan, Sumut menyambangi Gedung DPRD Medan, Jalan Imam Bonjol, Medan, tempo ha...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook5.5kShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn3Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id