Lulusan Dokter Gigi Dianggap Lulusan Dokter Yang Kurang Ahli. Benarkah?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Ditulis oleh :

I Wayan Agus Wirya Pratama
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Dokter gigi ? Itulah sebuah profesi yang banyak membantu umat manusia tapi masih dianggap profesi kesehatan (baca : dokter) kelas dua di Indonesia. Masuk untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi juga masih merupakan jalur alternatif bagi sebagian besar Mahasiswa yang tidak lolos untuk seleksi masuk di Kedokteran Umum. Lulusan dokter gigi masih dianggap lulusan dokter yang kurang ahli bagi sebagian besar masyarakat Indonesia terutama masyarakat di daerah pedesaan karena sedikit sekali mengerti perawatan medis umum dan tahunya cuma perawatan gigi saja. “Mending jadi perawat gigi aja bisa membantu perawatan gigi di puskesmas bahkan bisa menggantikan dokter gigi untuk praktek”, katanya sih begitu.

Dengan perkembangan dan kesadaran masyarakat di Indonesia akan kesehatan gigi dan mulut keadaan ini justru sangat menguntungkan bagi dokter gigi karena masyarakat awam menganggap dokter gigi adalah adalah dokter spesialis yang dapat mengobati masalah gigi. Akhirnya ada juga satu nilai lebih dokter gigi di mata masyarakat.

Dengan semakin banyaknya pendidikan dokter gigi spesialis, dokter gigi sekarang semakin jauh dari masyarakat terutama menjauh dari masyarakat dengan kantong yang bisa dikatakan pas-pasan. Dokter gigi sekarang lebih berorientasi di Kota-kota besar bagi kaum-kaum berduit, dan perawatan ke dokter gigi sudah dianggap “MAHAL” bagi sebagian masyarakat Indonesia yang taraf ekonominya menengah ke bawah. Hal inilah yang menjadi dasar tukang gigi untuk membuka praktek dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah yang secara ekonomi dan edukasi tidak mampu untuk berobat ke dokter gigi.

Menurut saya sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, dokter gigi adalah suatu profesi yang bisa dikatakan “ELIT” dan memiliki nilai lebih dibandingkan profesi kesehatan yang lainnya. Dengan adanya dokter gigi masyarakat bisa menjadi bangga tersenyum lebar karena susunan giginya teratur, tidak terdapat kotoran pada giginya, tidak terdapat lubang lagi pada giginya, giginya bisa dibuat menjadi putih, tidak ada bau mulut dan merasa lebih bangga untuk berinteraksi dengan individu lainnya. Dokter gigi juga dapat membuat pekerjaan masyarakat yang sedang sakit gigi menjadi tidak terhambat lagi, karena seperti yang kita ketahui apabila sakit gigi maka rasanya akan sangat sakit sekali dan dapat menghambat segala aktivitas yang kita kerjakan. Selain ilustrasi di atas masih banyak lagi kebaikan-kebaikann yang dapat dikalukan oleh dokter gigi.

Baca Juga :

Sekarang yang menjadi problema adalah munculnya “TUKANG GIGI” dimana mereka tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk merawat gigi masyarakat sehingga masyarakat bukannya mendapat kesembuhan dari perawatan namun mendapat banyak masalah kesehatan gigi dan mulut pasca perawatan di tukang gigi. Contohnya saja seorang pasien yang berharap merapikan giginya dengan memakai kawat gigi dan datang ke tukang gigi, karena tukang gigi tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk perawatan tersebut maka setelah perawatan akan muncul masalah baru yakni gigi akan menjadi goyang, terdapat banyak karies pada gigi bahkan yang paling parah dapat menyebabkan perubahan bentuk rahang dari pasien tersebut menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Selain ilustrasi di atas masih banyak lagi kasus-kasus yang merugikan masyarakat yang disebabkan oleh tukang gigi.

Dengan adanya hal tersebut dapat berimbas bagi dokter gigi dimana kepercayaan masyarakat akan perawatan gigi sudah mulai luntur dan masyarakat menjadi takut apabila akan merawat gigi mereka. Dan hal ini tentu saja mengancam profesi doktter gigi yang sudah dianggap “ELIT” bagi sebagian masyarakat. Dokter gigi dilarang mempromosikan diri di media massa, sedangkan iklan promosi tukang gigi menjamur di iklan-iklan baris pada media massa, hal ini menjadi dilema tersendiri bagi dokter gigi yang disatu sisi ingin memberikan jaminan kesehatan gigi yang layak kepada masyarakat namun harus bersaing dengan tukang gigi yang secara kompetensi jauh dibawah mereka namun lebih populer di kalangan masyarakat.

Sebagai pemegang kebijakan seharusnya pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan serta PDGI (Persatuan Doktter Gigi Indonesia) harusnya memiliki langkah yang cepat, tanggap dan nyata dalam memberantas para tukang gigi di Indonesia. Pihak yang berwenang dalam hal ini seharusnya tidak berjuang untuk kepentingan pribadi dan kelompok dan harus mulai berpikir “bagaimana seharusnya bukannya bagaimana enaknya”.

Semoga para dokter gigi masih diberikan kesabaran dan harus merasa bangga sebagai dokter gigi. Dan sebagai Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang kelak akan berkecimpung dalam dunia pergigian harus merasa bangga akan profesi dokter gigi yang merupakan salah satu profesi “ELIT” di dunia.

Baca Juga : Sampaikan Fakta, Dokter Gigi Ini Malah Disomasi Penjual Obat

Sumber tulisan :

http://dentistrymolar.com/2011/04/29/nasibmu-wahai-dokter-gigi/

Berikan Komentar Disini

Artikel Terkait

Ini Lho 9 Alasan Kamu Harus Jadi Dokter Gigi
views 11785
Mungkin selama ini orang pada males yah lanjutin sekolah ke perguruan tinggi apalagi jadi DOKTER GIGI. Udah gitu orang juga makin males berhubungan sa...
Berapa Lama Sih Biar Jadi Dokter Gigi?
views 71387
Seorang dokter gigi lahir setelah mengikuti pendidikan jenjang S-1 dan jenjang Profesi. Banyak mahasiswa kedokteran gigi menyebut jenjang S-1 tersebut...
10 Suka Dukanya Kalo Kamu Jadi Mahasiswa Dokter Gi...
views 15785
Menjadi dokter gigi adalah cita-cita yang sangat mulia. Untuk meraihnya pun perlu perjuangan yang tidak mudah. Ada begitu banyak rintangan yang harus ...
Dokter Ini Gagal Cabut Gigi Pasien, Malah Disuruh ...
views 2494
Pasien Puskesmas Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak merasa tidak dihargai oleh dokter gigi yang bertugas. Sebab, pasien sempat disuruh mencari dokter d...
Dokter Gigi Profesi Mulia? Benarkah?
views 2167
image from http://www.scholesperio.com/ ditulis oleh : Fadila Khairani Mahasiswa Fakultas kedokteran Gigi Universitas Indonesia di blog http...
Apa Ya Dokter Gigi Dinomorduakan?
views 10524
“Kok nggak ambil jurusan Kedokteran yang beneran aja?” Ah, pertanyaan itu lagi. Kuhela nafas panjang. Senyum di wajah harus tetap terkembang. And...
Mengerikan, “Dokter Gigi” Ini Mencabut...
views 919
Seorang pria di Coober Pedy, wilayah pedalaman di Australia selatan dicabut giginya dengan cara horor oleh warga yang menawarkan diri menjadi "dokter ...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.