web tracker drg. Zaura Anggraeni : Jangan Remehkan Kami Yang Di Puskesmas, Kami Bukan Dokter "Buangan" - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

drg. Zaura Anggraeni : Jangan Remehkan Kami Yang Di Puskesmas, Kami Bukan Dokter “Buangan”

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1.6kShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

drg-zaura-anggraini

Kemampuan dokter gigi di puskesmas atau klinik layanan masyarakat kerap dipertanyakan mengingat harga berobat yang tergolong murah. Walau murah, kualitas dokter gigi tersebut tak kalah dengan dokter gigi yang bertugas di rumah sakit besar.

Don (42) kaget ketika menerima rincian biaya periksa gigi di puskesmas. Ia hanya perlu membayar 20 ribu rupiah untuk jasa dan obat. Jumlah ini tentu jauh di bawah perkiraan Don.

“Selama ini saya menganggap kalau kunjungan dokter gigi itu pasti menguras isi dompet. Ternyata periksa di puskesmas itu murah dan kualitasnya oke,” imbuh Don yang tinggal di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Ahli kesehatan gigi, Drg Eva Fauziah Sp. KGA mengatakan kalau masyarakat tak perlu takut ‘dikerjai’ jika berobat ke puskesmas. Beragam masalah gigi yang ringan bisa ditangani di puskesmas.

Artikel Terkait Puskesmas

BISAKAH DOKTER GIGI MENJADI KEPALA PUSKESMAS?

PERNYATAAN SIKAP DIB TERKAIT PERNYATAAN DIREKTUR BPJS YANG MENDISKREDITKAN DOKTER PUSKESMAS SE-INDONESIA

STANDAR PELAYANAN GIGI DI PUSKESMAS

4.000 PUSKESMAS DI INDONESIA TAK PUNYA DOKTER GIGI. PELUANGKAH BAGI TEMAN SEJAWAT?

“Kami, para dokter gigi, memiliki standar. Jika masalahnya berat pasti akan dirujuk ke klinik atau rumah sakit yang memiliki alat lebih lengkap,” papar Eva usai Media Briefing Preliminary Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2016 di Jakarta.

Anggapan lain yang harus diluruskan adalah para dokter gigi yang bertugas di puskesmas merupakan dokter magang atau ‘buangan’ dari rumah sakit besar. Hal ini dibantah oleh Eva yang juga Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Cabang Jakarta.

Secara terpisah, Drg. Zaura Anggraeni MDS menjelaskan kalau harga berobat yang murah itu dikarenakan puskesmas mendapat subsidi dari pemerintah. Semakin besar subsidinya, semakin murah biaya berobatnya.

“Jadi jangan kaget kalau tarif dokter gigi di puskesmas hanya sepuluh atau dua puluh ribu rupiah. Itu bukan berarti mereka dokter ‘buangan’ lho,” imbuh Drg. Zaura.

kontroversi bpjs

BANTAHAN KERAS (DIREKTUR BPJS SALAHKAN DOKTER PUSKESMAS. 71% HANYA PEGANG-PEGANG SAJA)

Sumber tulisan :

http://health.kompas.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

4.000 Puskesmas di Indonesia Tak Punya Dokter Gigi...
views 1854
Upaya meningkatkan preventif dan promotif dalam mencegah gigi berlubang di layanan kesehatan primer seperti Puskesmas masih memiliki kendala. Salah sa...
Standar Pelayanan Gigi Di Puskesmas
views 2739
Standar pelayanan gigi di puskesmas from Joni Iswanto
Pernyataan Sikap DIB Terkait Pernyataan Direktur B...
views 706
PERNYATAAN  SIKAP DIB TERKAIT PERNYATAAN DIREKTUR HUKUM KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN BPJS KESEHATAN DR.Dr.BAYU WAHYUDI,SpOG, MPH.M,MHKes,M.M  ...
Bisakah Dokter Gigi Menjadi Kepala Puskesmas?
views 918
Penulis : Dezy SyukrawatiDokter Gigi Puskesmas Enok Indragiri Hilir RiauMenjadi orang tersisih dalam sebuah komunitas seperti diungkapkan dala...
Di Puskesmas, Dokter Gigi Melayani 15 Pasien Itu T...
views 16456
Penulis : Hendrik Hendriyanto Sumber tulisan di bawah artikel Hari ini saya mendapatkan kabar bahwa ada salah satu dokter gigi di puskesmas di salah...
Wagub Jatim : 152 Puskesmas Di Jawa Timur Belum Ad...
views 252
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) resmi berlaku awal 2016 lalu. Dalam rangkat meningkatkan daya saing dengan negara ASEAN lain, Indonesia terus berusaha ...
Waduh..Puskemas Bontang Kekurangan Dokter Gigi. Ad...
views 132
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes, Diana Nurhayati menegaskan, saat ini tenaga dokter gigi yang tersedia di Bontang sangat terbatas. Se...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1.6kShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0