Berawal Dari Asisten Dokter Gigi, Pria Ini Nekat Menggantikan Dokter Gigi Yang Sudah Meninggal

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Perbuatan Sampriadi Rajagukguk (44) menjadi peringatan bagi warga ingin mendapatkan penanganan medis. Mantan sales ini nekat menjalankan praktik dokter gigi tanpa izin praktik dan ijazah kedokteran.

Akibat perbuatannya, Sampriadi ditangkap personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan dari tempat praktiknya di Klinik Praktek Bersama Purnama, Jalan Sisingamangaraja No318, Medan, Senin (19/3).

“Kita mendapat laporan dari warga bahwa yang bersangkutan melakukan praktik kedokteran tanpa izin praktik, sertifikasi dan ijazah kedokteran. Karena itu, anggota kita melakukan penyamaran untuk berobat di sana. Ternyata benar, tersangka kita tangkap,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan Komisaris Polisi Yoris Marzuki kepada wartawan.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti dua buku daftar pasien, buku tulis berisi pelajaran kedokteran gigi, satu blok kwitansi, satu blok resep dr Santa MJ Sianipar SPOG, tiga stempel dan bantalannya, obat-batan, dan peralatan dokter gigi.

Sampriadi mengaku sudah berpraktik selama empat bulan. Sebelumnya, warga Jalan Pintu Air, Medan, hanya asisten dokter gigi di klinik itu.

“Saya praktik sejak Dokter Martua meninggal empat bulan lalu,” ucapnya.

Sebelum menjadi asisten dokter gigi, Sampriadi bekerja sebagai sales obat dan aksesori gigi selama 15 tahun. Lepas dari pekerjaan itu, dia beberapa kali menjadi asisten dokter gigi, yaitu drg Doris, drg Robert Sinurat, drg Marion, kemudian drg Martua.

Empat bulan lalu, drg Martua meninggal dunia. Sampriadi menggantikannya praktik di Klinik Praktek Bersama Purnama. Di tempat itu masih ada pelang nama drg Marion. Saat ini drg Marion sedang ke Jawa,” aku Sampriadi.

Selain merawat dan mengobati gigi pasien, Sampriadi juga nekat memberikan obat. Pengakuannya, obat itu diberikan cuma-cuma, karena sudah termasuk dalam ongkos perobatan. Untuk perawatan saja dia mengenakan tarif Rp50.000. “Untuk memasang behel paling murah Rp 2 juta,” akunya.

Yoris menyatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 77 dan 78 Undang-Undang No29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. “Hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp150 juta,” paparnya.

tukang-gigi

(UPDATE) SELAIN CUMA BELAJAR LEWAT YOUTUBE, DOKTER GIGI GADUNGAN INI HANYA LULUSAN SMA

Sumber tulisan dan gambar :

https://www.merdeka.com

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.