Perihal Kebiasaan Menghisap Ibu Jari yang Perlu Diketahui Orangtua

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi pada anak adalah menghisap ibu jari. Kebiasaan ini terjadi pada hampir sebagian besar anak dan menjadi kekuatiran pada orangtua. Orangtua kuatir jika menghisap jari akan memberikan dampak buruk pada kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. Lalu apakah hal itu benar adanya?

Perlukah orangtua melarang kebiasaan tersebut?
Sebenarnya, kebiasaan menghisap jari adalah suatu hal yang normal karena merupakan reaksi alami pada anak-anak. Saat bayi lahir, mereka mempunyai respon menghisap dan melakukannya tanpa sadar. Hal tersebut akan memberikan rasa aman dan nyaman pada anak-anak, sehingga menjadi kebiasaan.

Kapan kebiasaan tersebut harus dihentikan?
Biasanya anak akan meninggalkan kebiasaan menghisap ibu jari pada usia 2-4 tahun. Kadangkala, anak baru meninggalkan kebiasaan tersebut saat masuk sekolah karena takut diejek oleh teman-temannya. Namun, perlu perhatikan seringkali kebiasaan ini dapat berulang karena berbagai alasan. Misalnya, anak mengalihkan rasa cemasnya dengan menghisap jari.
Kebiasaan mengisap ibu jari tidak dikuatirkan sampai gigi permanen erupsi/tumbuh (usia 6 tahun). Namun ketika gigi permanen sudah erupsi, orangtua harus memberikan perhatian khusus pada kebiasaan ini karena akan berdampak pada pertumbuhan gigi permanen.

Apa akibatnya jika kebiasaan tersebut terus berlanjut?
Ketika gigi permanen sudah mulai erupsi, kebiasan ini akan berpengaruh secara signifikan. Ibu jari yang terus-menerus dimasukkan ke dalam mulut, akan memberikan tekanan pada palatum dan memengaruhi bentuk palatum. Palatum akan menyempit dan gigi menjadi kekurangan ruang untuk tumbuh. Selain itu, kebiasaan ini akan memengaruhi pertumbuhan gigi insisivus/ gigi depan atas sehingga terdorong ke depan dan tidak dapat beroklusi dengan baik saat menutup mulut. Salah satu masalah gangguan susunan gigi yang paling sering terjadi adalah open bite anterior/ gigitan terbuka anterior.
Bukan hanya itu, akibat ketidakteraturan susunan gigi yang diakibatkan oleh kebiasaan ini, anak akan mengalami gangguan bicara. Ketidakteraturan gigi menimbulkan masalah dalam menghasilkan suara yang berbeda. Biasanya anak akan mengalami cadel pada huruf n, l, d, e, z, dan s.

Sumber gambar: miamiorthodontist.com

Bagaimana cara menghentikannya?
Orangtua pertama sekali harus mengetahui penyebab mengapa anak suka menghisap ibu jari. Anak juga harus diberikan keterangan lebih lanjut mengenai dampak kebiasaan ini tanpa menyudutkannya. Selanjutnya, ketika anak hendak melakukan kebiasan ini, orangtua harus dapat mengalihkan perhatian sang anak. Ada baiknya jika orangtua memberikan hadiah sebagai penghargaan ketika anak dapat meninggalkan kebiasaan ini.
Namun jika ternyata hal-hal tersebut sudah dilakukan tetapi tidak berhasil, orangtua dapat mempertimbangkan untuk konsultasi ke dokter gigi anak. Dokter gigi akan menyarankan penggunaan guard thumb yang akan membatasi kebiasaan menghisap anak dan palatal crib yaitu perangkat logam yang akan terhubung ke gigi depan atas. Palatal crib akan digunakan di mulut sampai beberapa bulan sampai anak dapat beradaptasi dan menghentikan kebiasaan menghisap ibu jari.

Sumber gambar: id.pinterest.com

Sumber: Karimi M. Dental complication of sucking thumbs. Inter Ped Dent Open Acc J 2018;1(3):38-40.

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.