web site hit counter Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi – dental.id

Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Masih muda, tapi gigi sudah pada keropos. Mungkin permasalahan tersebut pernah menerpa orang di sekitar atau bahkan Ladies sendiri. Gigi keropos tentunya menjadi momok yang menakutkan. Walau terdengar sepele, pengeroposan pada gigi nyatanya sangat mengganggu dan memiliki dampak yang tidak baik lho.

Ini dikatakan drg Ririt Foriantati. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang cuek dengan kesehatan gigi. Termasuk masalah pengeroposan gigi. Lebih lanjut tentang gigi keropos, drg Ririt terlebih dahulu menjelaskan lapisan-lapisan yang terdapat pada gigi sebagai gambaran bagaimana pengeroposan bisa terjadi.
‘’Sebelum bicara lebih jauh soal pengeroposan, kita harus tahu dulu lapisan-lapisan yang terdapat pada gigi. Lapisan tersebut ada tiga. Yakni enamel, dentin dan pulpa. Lapisan terluar merupakan yang paling keras sedangkan yang di dalam tentunya yang paling lembut,” ujarnya.
Lapisan terluar yang melindungi gigi adalah enamel. Enamel melindungi jaringan vital di dalam gigi, yang sebagian besar terbuat dari kalsium dan fosfat. Sedangkan lapisan kedua adalah dentin. Ini adalah jaringan keras yang mengandung tabung kecil. Ketika enamel rusak, suhu panas atau dingin dapat masuk gigi melalui jalur ini dan menyebabkan sensitifitas gigi atau rasa sakit.
Sedangkan lapisan terakhir adalah pulpa. Bagian ini sangat lunak dan berguna untuk memberikan nutrisi dan sinyal ke gigi. Nah, pengeroposan gigi dimulai dari tergerusnya lapisan terluar gigi yakni enamel. Faktor penyebab pengikisan terjadi antara lain adalah faktor pendukung seperti, makanan, keasaman dalam mulut, sisa makanan, cara menyikat gigi, struktur gigi yang keriting, kebiasaan menggertakkan gigi, kuman dan lainnya.
‘’Enamel berfungsi untuk mengunyah dan melindungi kerusakan bagian dalam dari zat asam. Zat pengikis atau asam yang terus-menerus menggerus, membuat lapisan enamel semakin tipis dan berujung pengeroposan,” sambungnya.
Lebih rinci Ririt menjelaskan bahwa makanan yang asam memang rentan membuat gigi keropos. Seperti cuka dan lainnya. Kemudian untuk cara menyikat gigi sendiri, dikatakannya juga berperan dalam faktor pendukung pengeroposan pada gigi.
Kebanyakan dari kita mungkin tidak teliti dan asal dalam menyikat. Padahal, bisa jadi cara menyikat gigi yang selama ini kita terapkan adalah cara yang salah. Lalu, kemudian kita biarkan hingga ada bagian yang tak disikat secara bersih.
Dalam hal ini, disarankan untuk menyikat gigi di depan sebuah cermin. “Penelitian menyebutkan, orang yang menyikat gigi di depan cermin, menyikat gigi lebih bersih dibanding orang yang tidak menyikat gigi di hadapan cermin. Keberadaan cermin nyatanya membantu kita mengetahui bagian mana gigi yang belum disikat. Sehingga penyikatan bisa dilakukan secara merata. Ini tentu mencegah terjadinya pengeroposan gigi,” papar dokter berhijab ini.
Ada pula faktor pendukung lain yang menyebabkan pengeroposan pada gigi, yakni kepadatan dan kerapatan pada gigi. Gigi yang crowded dan penuh biasanya membuat pemiliknya sulit menjangkau seluruh bagian gigi saat menyikat. Alhasil,  gigi menjadi sarang kuman karena terdapat penumpukan sisa makanan di sana.
Umumnya, pengeroposan terjadi pada gigi geraham. Sedangkan jika disebabkan oleh kuman, umumnya pengeroposan terjadi pada gigi pengunyah atau gigi molar. Sedangkan jika faktor salah penyikatan gigi, umumnya mengincar bagian batas antara gusi dan gigi.
Jika merasa memiliki faktor pendukung tersebut, baiknya segera cari tahu dan pastikan apakah gigimu terjadi pengeroposan atau tidak. Cara untuk mengetahuinya sebenarnya tidaklah sulit. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya.
‘’Tanda atau gejala dari gigi keropos ini ada beberapa. Jika pengeroposan masih terjadi pada lapisan enamel, biasanya tidak ada gejala sensitifitas tertentu. Namun, jika sudah masuk ke lapisan dentin, umumnya pasien mengeluhkan ngilu hebat. Terlebih di saat makan manis, makan dingin, panas atau di saat gigi terkena angin,” sambungnya lagi.
Gejala lainnya adalah gejala yang tampak. Misalnya, terdapat bagian gigi yang sompel dan mengakibatkan luka pada lidah. Atau ada bagian gigi yang tampak mengkilap dan licin. Khususnya di bagian gigi pengunyah. Karena, harusnya gigi pengunyahan, memiliki lekukan dan tonjolan yang berfungsi untuk menghancurkan makanan.
Namun, jika pengeroposan terjadi, lekukan tersebut tergerus. Sehingga membuat permukaan gigi menjadi mengkilap dan licin. Di sisi lain juga, gigi yang keropos umumnya memiliki warna yang belang seperti terdapat lapisan. Nah, jika gejala ini sudah kamu alami, Ladies sudah harus waspada. Kamu harus cepat menanggapi.
‘’Kalau gejala ini sudah dirasakan, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan gigi. Jangan dibiarkan. Karena akan berakibat pengeroposan semakin parah. Dengan begitu, kerusakan pada gigi pun semakin buruk dan membuat gigi hancur,” tegasnya.
Menurutnya, gejala tersebut merupakan alarm bagi tubuh. Yang harusnya kita dengar dan cepat ditangani. Karena, jika tanda tersebut diabaikan akan terjadi nyeri hebat secara tiba-tiba tanpa ada pemicunya. Nyeri juga akan berimbas pada bagian lain di sekitar syaraf gigi. Misalnya mata, telinga, dagu dan lainnya juga ikut terasa sakit.
Lalu, jika nyeri masih saja dicuekin, sementara gigi terus terkikis, maka akan berujung pada lubang gigi. Gigi yang berlubang sudah sampai syaraf tanpa penanganan tentunya menampung lebih banyak sisa makanan dan membuat kuman terjebak di dalamnya. Kuman yang terjebak tersebut mengeluarkan gas akibat pembusukan. Namun, karena gas tidak bisa dikeluarkan, terjadilan nanah atau abses.
‘’Apabila sudah sampai tahap ini masih saja tidak ada tindakan yang dilakukan, maka nantinya bisa berujung pada granul. Bahkan bisa berakhir pada tumor dan kanker,” terangnya.
Ladies pasti nggak mau dong hal tersebut kejadian? So, marilah mulai jaga kesehatan gigi. Kunjungi dokter gigi secara rutin dalam enam bulan sekali bisa jadi langkah pencegahan. Jangan mengunjunginya di saat sakit saja ya.
Untuk kamu di dalam rumah, drg Ririt berpesan agar memainkan peran sebagai pejuang di keluarga. “Ajari anak sejak dini cara menyikat gigi yang benar. Beri mereka contoh merawat gigi dan ajarkan kebiasaan baik seperti menyikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan. Lengkapi fasilitas untuk itu di rumah. Sehingga, si kecil dan anggota kelurga bisa terhindar dari pengeroposan gigi,” tutupnya.
Terima kasih
Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.