Menjadi Dokter Gigi Kidal

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Sebagaimana yang dikutip dari British Dental Journal, penelitian menunjukkan bahwa hingga 10% dari jumlah populasi adalah orang kidal (left-handed) dan belum ada jumlah yang pasti untuk profesi dokter gigi. Saat ini, di Indonesia terdapat kurang lebih 35.000 jumlah dokter gigi dan dokter gigi spesialis, sehingga bisa diasumsikan jumlah orang kidal dalam profesi ini sekitar 3500 orang.

Kidal, apakah menjadi sebuah masalah?

Berdasarkan temuan di klinis, mayoritas orang yang kidal akan merasakan ketidaknyamanan saat melakukan perawatan gigi terutama saat menggunakan fast handpiece. Namun menurut pendapat dari beberapa teman sejawat, sebagian beranggapan bahwa menjadi kidal justru dapat memberikan manfaat tertentu dan membantu pekerjaan kita sebagai dokter gigi menjadi kinerja yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah keuntungan yang diperoleh oleh operator yang kidal adalah mereka mampu dan nyaman dalam melakukan berbagai pekerjaan dengan kedua tangannya, baik itu scaling subgingival ataupun melakukan pencabutan gigi.

Sebagai seorang Mahasiswa Kedokteran Gigi

Di negara-negara maju, telah banyak universitas yang memfasilitasi mahasiswa kidal dengan kursi unit gigi yang dapat disesuaikan dengan kondisi operator yang kidal, atau yang sering disebut sebagai “interchangeable dental chair”. Lain halnya dengan universitas di Indonesia, yang mayoritas kursi unit diperuntukkan untuk pengguna tangan kanan.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Berikut tips dan trik yang mungkin dapat bermanfaat Anda aplikasikan sebagai seorang dokter gigi kidal.

1. Kembangkan kemampuan tangan kanan

Sebaiknya kembangkan kemampuan tangan kanan Anda (right-handed surgery skills). Hal ini harus dimulai sejak awal Anda mengerjakan pekerjaan praktisi kedokteran gigi di lab (clinical skill lab). Bukankah, kebisaan muncul karena terbiasa melakukannya? Mungkin pada awalnya akan terasa sulit buat Anda, namun lama kelamaan justru kemampuan ini akan mendukung performa Anda untuk jadi dokter gigi yang serba bisa karena dapat mempekerjakan tangan kiri dan kanan Anda dengan mudah. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa praktisi kedokteran gigi di Inggris, dimana orang-orang kidal mampu meningkatkan performa kerjanya dengan ambidextrous skills yang dimiliki.

2. Manfaatkan perawat dengan lebih efektif

Sebagai orang kidal yang menggunakan kursi gigi yang tersedia secara umum, harus bolak-balik mundur ke belakang untuk mengambil instrumen di meja unit. Hal ini akan membutuhkan waktu yang lebih banyak dan merupakan hal yang sangat melelahkan bahkan akan menimbulkan ketegangan pada otot bahu. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberlakukan four-handed dentistry. Sebagai tambahan, Anda dapat menyuruh perawat untuk berdiri di samping Anda dengan memegang tray yang berisi semua alat yang dibutuhkan pada saat itu, sehingga perawat dapat menyesuaikan kemampuan kidal Anda.

3. Manfaatkan kedua tangan

Mengerjakan pekerjaan kedokteran gigi dengan kondisi unit seperti yang tersedia secara umum memang lebih memudahkan jika kita duduk di sebelah kanan, khususnya jika kita bekerja dalam jangka waktu yang panjang. Jika Anda operator yang kidal, perawat Anda akan kesulitan melihat area kerja pada saat mendampingi Anda. Cara terbaik untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meluruskan tangan kanan Anda. Jika hal tersebut terasa tidak nyaman, instruksikan kepada perawat Anda untuk menaikkan ketinggian kursinya atau berdiri jika memungkinkan.

4. Belajar dari Teman Sejawat

Bagi dokter gigi baru, bekerja dengan dokter gigi yang lebih berpengalaman umumnya menjadi pilihan dalam memulai awal karirnya sebagai seorang dokter gigi. Teman sejawat yang lebih berpengalaman tidak hanya dapat menjadi supervisor kita dalam hal teori keilmuwan kedokteran gigi tetapi juga dapat memberikan banyak pandangan tentang pengalaman mereka selama berpraktik. Khususnya bagi operator yang kidal, juga bisa bertanya pada teman sejawat yang lebih berpengalaman dengan kondisi yang sama (kidal). Mereka dapat mengarahkan Anda terkait posisi operator serta dapat memberikan tips dan trik dalam melakukan perawatan gigi.

Pada kesimpulannya, menjadi seorang dokter gigi yang kidal tidak sepatutnya menjadi hambatan. Dengan mengetahui kondisi Anda lebih dini, Anda bisa lebih cepat mempersiapkan dan belajar mengatasinya, serta dapat membuktikan bahwa kondisi Anda tersebut dapat memberikan manfaat untuk jangka waktu yang panjang.

Sumber:

http://www.kki.go.id/

https://bdjstudent.co.uk/

https://www.dentalcare.com/en-us/professional-education/ce-courses/ce428/zones-of-activity

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.