Deteksi Dini Kanker Mulut

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Ditulis oleh : drg. Tiara Oktavia Saputri

Dokter Gigi Program Nusantara Sehat, Puskesmas Kayoa Halmahera selatan

“Ayo hidup sehat, mulai dari kita”, jargon kementerian kesehatan pada hari kesehatan nasional 2018 ini nampaknya harus mulai kita bumikan. Termasuk salah satu caranya adalah dengan sadar dan cerdas menilai apakah diri perlu segera mendapat bantuan petugas kesehatan atau tidak.

Dalam penyakit kanker mulut misalnya, penyakit yang termasuk dalam 10 besar insidensi penyakit kanker tertinggi di Indonesia berdasar Riset Kesehatan Dasar Nasional 2007 ini adalah salah satu jenis kanker yang patut kita perhitungkan bahayanya1.

BACA : Gigi Palsu Abal-Abal Penyebab Kanker by : drg. Mirza Mangku Anom

Di Asia Tenggara, prevalensi kanker mulut mencapai 40% dari keseluruhan penyakit kanker yang ada. Sampai saat ini, belum ada obat yang benar-benar efektif untuk perawatan penyakit ini. Suatu penelitian menunjukkan, 86,06% penderita kanker mulut yang datang ke klinik gigi sudah dalam stadium lanjut bahkan sudah menyebar (metastasis)2.

Salah satu alasan yang menyebabkan terlambatnya diagnosis dan terapi kanker mulut yaitu masyarakat pada umumnya tidak menyadari jika menderita penyakit ini karena tanda dan gejala klinis awal penyakit ini hampir sama dengan penyakit mulut yang lain yang tidak mudah dirasakan apabila masih dalam tahap pre-kanker. Untuk itu, marilah kita bahas lebih lanjut mengenai kanker mulut dan cara mendeteksinya agar kita mampu lebih berhati-hati terhadap penyakit ini.

Apa itu kanker mulut?

Kanker mulut, merupakan suatu kondisi patologis rongga mulut dimana pada awal mulanya biasanya asimtomatis atau tidak ada gejala yang nampak, dan apabila ada gejala klinis biasanya mirip dengan penyakit mulut lain. Kanker mulut terlebih dahulu diawali dengan kondisi pre-kanker yang apabila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi kanker.

Gejala klinis yang jelas biasanya baru muncul setelah kanker mencapai tahap lanjut berupa pembentukan masa, pembengkakan, rasa sakit, perdarahan dan lain sebagainya. Gambaran patologi anatomi dari kanker mulut berupa patch atau plaque berwarna merah, putih atau kombinasi, permukaan yang eksofitik atau kasar, luka lecet seperti sariawan atau ulseratif, luka yang berkerak atau bisa juga berupa lesi berwarna biru, kecoklatan atau hitam2.

BACA : Kanker Lidah Mengintai Masyarakat

Apa yang menyebabkan pre-kanker dan kanker rongga mulut?

Beberapa faktor disebutkan menjadi penyebab munculnya penyakit ini antara lain merokok, baik itu merokok yang mengandung tembakau ataupun smokeless tobacco, konsumsi alcohol dan virus HPV. Namun, penyakit ini juga bisa muncul pada orang-orang dengan risiko rendah3. Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring berkala terhadap kondisi rongga mulut.

Seperti apa bentukan pre-kanker dan kanker rongga mulut?

Kanker rongga mulut sering ditemukan pada daerah sisi lidah, dasar lidah, dasar mulut, langit-langit lunak rongga mulut dan tenggorokan. Bentukan yang bisa kita temukan pada pre-kanker dan kanker rongga mulut adalah berupa area putih dan atau merah dengan tepi tajam memisahkan dengan daerah yang normal, ulkus atau luka seperti sariawan yang berukuran besar tidak sembuh dalam waktu 2 minggu atau lebih, pembengkakan dan kehilangan sensasi rasa pada jaringan lunak rongga mulut3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari contoh gambar berikut.

Gambaran pre-kanker rongga mulut
Gambaran kanker rongga mulut

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker mulut?

Beberapa hal bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kanker mulut antara lain tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alcohol, melakukan vaksin pencegahan virus HPV, melakukan self-assessment atau penilaian diri terhadap gejala kanker mulut dan pergi kedokter gigi secara berkala untuk melihat kondisi rongga mulut3.

Deteksi dini pada diri sendiri sebagai langkah pencegahan kanker mulut

Salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk mencegah keparahan kanker rongga mulut adalah dengan deteksi dini pada diri sendiri. Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap diri sendiri, dianjurkan untuk terlebih dahulu menyiapkan penerangan atau lampu senter secukupnya, mencuci tangan dan melepas semua alat yang ada dirongga mulut jika ada. Selanjutnya, dapat dilakukan:

1. Memperhatikan permukaan luar rongga mulut, angkat bibir atas dan bawah, lihat seluruh permukaan gusi yang ada.

2. Memperhatikan seluruh permukaan dalam mulut dengan cara meregangkan pipi kanan dan kiri secara bergantian, mengangkat lidah keatas untuk melihat dasar mulut dan lihat dengan senter, rasakan area tersebut dengan jari.

3. Tahan lidah dengan gigi atas, perhatikan seluruh bagian lidah, kedua sisi kanan dan kiri, permukaan atas dan bawah dan sekitarnya, rasakan area tersebut dengan jari.

4. Membuka mulut lebar-lebar dan memperhatikan area langit-langit mulut dan tenggorokan.

5. Jika menemukan suatu kejanggalan, segera periksakan ke dokter gigi.

Uraian diatas merupakan langkah yang bisa kita lakukan dalam mendeteksi dini penyakit kanker rongga mulut pada diri sendiri. Semoga selanjutnya bisa dipekraktekkan!

DAFTAR PUSTAKA

  1. Dewi, Makassari., 2007., Sebaran Kanker di Indonesia : Riset Kesehatan Dasar Nasional 2007., Pusat Penelitian Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  2. Agustina, Dewi., 2008., Kanker Mulut., MIKGI., vol: IX (2)., 87-91
  3. School of Dentistry, LSU Health New Orleans., Self Oral Cancer Screening., Isusd.lsuhsc.edu
Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.