Ini Lho 9 BAHAYA Menggunakan Tusuk Gigi. Boleh ASALKAN…
Sisa makanan yang berada di sela-sela gigi harus segera dihilangkan sebelum terlanjur mengeras dan akhirnya menjadi plak gigi. Cara menghilangkan sisa makanan ini tidak selalu harus dengan menyikat gigi saja, Anda bisa juga menggunakan tusuk gigi tentunya dengan cara yang tepat. Tapi ingat meski bisa mengangkat sisa makanan, perlu diingat bahwa tusuk gigi tidak bisa mengangkat plak dan karang gigi.
Riwayat tusuk gigi
Tusuk gigi adalah suatu alat yang paling banyak dipakai di seluruh dunia untuk menjaga kebersihan mulut. Melansir dari laman Northen Dental Design, pada 3600 SM tusuk gigi adalah alat primitif yang menjadi pembersih gigi tertua.
Ada sebuah fosil gigi yang berusia 7.500 tahun, menunjukkan bahwa manusia telah menggunakan tusuk kayu untuk membersihkan gigi jauh sebelum sikat gigi ditemukan.
Saat itu orang-orang menggunakan pecahan kayu yang mereka temukan di mana saja untuk membersihkan gigi. Sampai hari ini, jutaan tusuk gigi dibuat setiap tahun. Tapi.. apa tusuk gigi baik untuk gigi dan gusimu?
Bukannya mencungkil dan menusuk gigi dan gusi itu buruk? Kalau kamu berpikir seperti itu berarti kamu sudah tepat! Meski tusuk gigi bisa menjadi alat yang berguna, pemakaian berlebihan dapat membahayakan dan mengakibatkan masalah besar.
Manfaat tusuk gigi
Tusuk gigi biasanya terbuat dari kayu atau plastik dan memiliki 1 atau 2 ujung yang tajam untuk disisipkan di antara gigi. Tusuk gigi dapat membantu menghilangkan sisa makanan di sela-sela gigi setelah makan. Selain itu, tusuk gigi juga dinilai dapat mencegah penumpukan bakteri.
Namun di balik manfaatnya, penggunaan tusuk gigi yang terlalu sering memiliki dampak kurang baik terhadap kesehatan gigi dan gusi Anda.
Bahaya atau riisiko tusuk gigi
1. Menusuk dan merusak gusi.
Penggunaan tusuk gigi, baik kayu maupun plastik, dengan lembut dan hati-hati, mungkin tidak merusak gigi, tapi lebih sering melukai gusi. Gerakan menusuk untuk mencongkel pada daerah sensitif ini akan mengiritasi.
Bayangkan mencongkel kotoran di bawah kukumu dengan benda tajam. Bukankah kamu bakal menemukan goresan-goresan dan merasa nyeri? Sekali atau dua kali mungkin tidak apa-apa, namun melakukannya di daerah yang sama 2x sehari dalam 1minggu akan memperbesar dan memperluas rasa nyeri. Itulah apa yang kamu lakukan pada gusimu dengan tusuk gigi.
2. Tusuk gigi justru mendorong makanan ke dalam gusi daripada mengeluarkannya
3. Memperlebar celah (merenggangkan) ruang antar gigi

Gunakan tusuk gigi dengan cara yang benar, yakni dengan sudut yang tepat. Tusuk gigi harus digerakkan dari dalam ke luar secara perlahan dengan sudut kemiringan 45 derajat. Sering kali tusuk gigi digunakan secara tegak lurus dengan gigi. Hal ini dapat merenggangkan ruang di sela-sela gigi.
4. Merusak dan mengikis email gigi secara permanen.

5. Membuat gigi gumpil sehingga kamu perlu mengunjungi dokter gigi kosmetik.

Kalau makanan sering sekali terselap di antara gigimu, kamu sebaiknya segera periksa ke dokter gigi mengapa hal ini terjadi. Serius deh, gak seharusnya makanan selalu terselap di antara gigi.
Perhatikan gigimu dan caramu merawatnya karena kita cuma punya 1 set gigi seumur hidup! Nyesel banget kan.. kalau kamu tetap menggunakan tusuk gigi dan kemudian timbul rasa sakit/ ngilu atau kegoyangan gigi, hanya karena cara perawatan gigimu yang salah.
6. Menyebabkan Epulis fibromatosa
Epulis fibromatosa adalah pembesaran pada gusi. Bentuknya seperti benjolan lunak berwarna pucat, tidak mudah berdarah, dan tidak sakit.
Epulis dapat disembuhkan dengan pemotongan gusi dan kuret pada gusi di bagian tersebut. Namun, epulis bisa kambuh kembali jika kebiasaan pakai tusuk gigi tidak dihentikan.
7. Merusak tambalan gigi
Penggunaan tusuk gigi dapat menyebakan kerusakan pada tambalan gigi. Jika ini terjadi, sebaiknya Anda melakukan perbaikan pada tambalan gigi tersebut dan hentikan pemakaian tusuk gigi agar kerusakan tidak bertambah berat, sehingga perbaikannya nanti akan lebih kompleks.
Perlu diketahui, beberapa jenis makanan memang wajar bila menempel dan tersangkut di antara gigi. Misalnya, sayuran, daging sapi, popcorn, keripik, dan lain-lain sehingga Anda tidak perlu buru-buru mencongkelnya dengan tusuk gigi untuk membersihkannya.
8. Tusuk gigi tertelan
Tusuk gigi yang terbuat dari kayu atau plastik memiliki peluang untuk patah saat digunakan. Jika hal ini terjadi, bukan tidak mungkin potongan tersebut akan tertelan.
Dengan ujung yang runcing, tusuk gigi akan melukai bagian dalam tubuh Anda. Pada kasus yang serius, ini bahkan bisa menyebabkan perdarahan, sepsis (infeksi berbahaya dalam aliran darah), hingga infeksi saluran pencernaan.
Tentunya, bisa dimengerti kamu gak selamanya membawa dental floss dan sikat gigi dalam kantong saat pergi. Pada saat-saat seperti ini, kita bisa pakai tusuk gigi, tapi jangan andalkan tusuk gigi sebagai alat nomor 1 menjaga kebersihan mulut.
9. Napas bau
Tusuk gigi umumnya digunakan untuk menghilangkan makanan yang terjebak di antara gigi. Jadi, ketika makanan ini berada di sana untuk jangka waktu yang lama dan ketika dibersihkan menggunakan tusuk gigi, hal itu mengeluarkan bau mulut juga.
Anda boleh memakai tusuk gigi, asal…
- Gunakan tusuk gigi hanya jika tidak ada pilihan lain untuk membersihkan gigi.
- Pakai tusuk gigi dengan kemiringan 45 derajat. Gerakkan dari dalam ke luar secara perlahan.
- Hindari penggunaan secara tegak lurus dengan gigi supaya tidak menyebabkan pergegangan.
Cara Membersihkan Gigi yang Benar
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan gigi dengan benar:
1. Sikat gigi secara rutin
Menyikat gigi merupakan rutinitas yang perlu dilakukan setiap harinya untuk memelihara kebersihan serta kesehatan gigi. Setiap orang dianjurkan untuk menyikat gigi 2 kali sehari dalam kurun waktu 2 menit agar manfaat yang didapat bisa maksimal.
2. Lebih baik gunakan benang gigi atau dental floss
Penggunaan tusuk gigi setelah makan dinilai sudah cukup untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel di sela gigi. Namun, pakar kesehatan gigi menilai bahwa penggunaan benang gigi dianggap lebih baik daripada tusuk gigi.
Hal ini karena penggunaan benang gigi lebih efektif dan berisiko lebih rendah untuk menyebabkan kerusakan gusi ketimbang alat bantu pembersih gigi dan mulut lainnya. Baca selengkapnya tentang dental floss disini Apa Itu Dental Floss? Apa Manfaat Dental Floss?
3. Gunakan obat kumur
Banyak orang menganggap kalau penggunaan obat kumur hanya berfungsi menyegarkan napas. Faktanya, penggunaan obat kumur dengan bahan aktif antiseptik di dalamnya dapat bermanfaat dalam memerangi bakteri penyebab bau mulut dan gigi berlubang.
Menggunakan tusuk gigi sebenarnya sah-sah saja untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel asalkan cara menggunakannya benar dan aman. Ingat pula bahwa Anda perlu menyikat gigi secara rutin untuk merawat kesehatan gigi dan gusi. Selain itu, jangan lupa memeriksakan gigi secara berkala ke dokter gigi, setidaknya tiap 6 bulan sekali. Baca manfaat ke dokter gigi 6 bulan sekali di artikel ini Pentingkah Pemeriksaan Gigi Setiap 6 Bulan?
Sumber :
