web tracker #UKDGI 2 : UKDGI? Kenapa Harus Khawatir? - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

#UKDGI 2 : UKDGI? Kenapa Harus Khawatir?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Penulis : Oki Tristanty Universitas Syiah Kuala

Pada era tahun tujuh puluhan, dokter atau dokter gigi dianggap sebagai manusia utama karena mampu menyembuhkan orang sakit. Pasien tunduk pada perintah atau apa saja yang disarankan oleh dokter. Setelah era tahun sembilan puluhan terjadi perubahan global. Mengakibatkan pergesaran paradigma baru dalam pelayanan kesehatan dimana menempatkan pasien sebagai pelanggan dan menjadi fokus pelayanan, yang berarti kepuasan, keselamatan dan kenyamanan merupakan hal utama bagi pasien. Harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mencakup pelayanan yang indikatif dan bermutu, diberikan oleh dokter dan dokter gigi dengan sikap dan perilaku yang profesional dan bertanggung jawab.1 American Dental Association (ADA) mendefinisikan kedokteran gigi yaitu evaluasi, pencegahan dan/atau perawatan (prosedur bukan bedah, bedah atau yang terkait) dari penyakit, gangguan dan/atau kondisi rongga mulut, area maksilofasial dan/atau struktur yang berdekatan atau yang terkait dan dampaknya terhadap tubuh, yang diberikan oleh dokter gigi dalam ruang lingkup pendidikannya, pelatihan dan pengalaman, sesuai dengan etika profesi dan hukum yang berlaku.2

Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran mengamanahkan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan berbagai pihak terkait (stakeholders) menuju tercapainya pelayanan kesehatan yang bermutu dengan konsep dasar melindungi masyarakat, membimbing dokter serta memberdayakan institusi pendidikan dan profesi. Profesi dokter gigi dituntut memberikan pelayanan yang bermutu, benar secara ilmiah dan baik dari aspek etik. Setiap dokter gigi wajib menunjukkan kinerja yang prima pada waktu melakukan pelayanan.1 Dokter gigi yang merupakan profesi mulia bagi kehidupan manusia harus memiliki pengetahuan cukup serta ketrampilan baik untuk membantu orang memelihara dan meningkatkan kesehatan mulut dengan menghargai hak-hak pasien, tranparan, sesuai dengan etika profesi dan hukum yang berlaku. Realisasi amanah dari UU tersebut dituangkan dalam Uji Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI).

UKDGI adalah syarat untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi bagi dokter gigi lama yang gagal memenuhi syarat minimal 30 Satuan Kredit Partisipasi (SKP) dalam Pendidikan & Pelatihan Profesionalisme Kedokteran Gigi Berkelanjutan (P3KGB) serta bagi dokter gigi yang baru lulus.3 Bagaikan dua sisi mata uang, pro dan kontra akan UKDGI ini juga merangsang atensi berbagai pihak. Beberapa pihak yang tidak menyetujui menganggap UKDGI mempersulit persyaratan izin praktek dan harus ditiadakan, namun UKDGI menjadi tameng untuk menepis keraguan masyarakat akan kepiawaian dokter gigi dalam merawat orang sakit. Banyak dokter gigi baru tidak lulus uji kompetensi yang mengakibatkan ribuan dokter gigi menganggur dan menambah masalah disparitas distribusi dokter gigi di Indonesia.4

Banyaknya dokter gigi yang tidak lulus mengindikasikan masih rendahnya kualitas dokter gigi sehingga UKDGI dijadikan acuan untuk menilai kompetensi dokter gigi. Dokter gigi merupakan profesi yang langsung dikerjakan pada manusia, tidak ada kata “coba-coba” karena salah perawatan dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Lulus atau tidaknya peserta menjadi pengukuran kelayakan dokter gigi terjun ke masyarakat. Hanya dokter gigi yang lulus uji kompetensi dipandang memadai untuk menjaga keselamatan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Salah satu pemicu banyaknya peserta yang gagal yaitu minimnya kelengkapan pendidikan kedokteran gigi. Tidak sedikit kampus Kedokteran Gigi di Indonesia terakreditasi C yang merupakan akreditasi terendah untuk kelengkapan fasilitas dan tenaga pengajar. UKDGI menjadi sarana standardisasi yang menjadi pertimbangan untuk pihak Kopertis dan Dirjen Pendidikan Tinggi melakukan pembinaan dan pengawasan lebih ketat terhadap pendidikan di kampus Kedokteran Gigi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Diharapkan juga memotivasi institusi pendidikan Kedokteran Gigi mengevaluasi diri dalam mencetak lulusannya agar mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis.

Pelayanan medis yang baik akan mendukung kepercayaan masyarakat kepada dokter gigi dan menjamin kepastian hukum untuk masyarakat dan dokter gigi. UKDGI merupakan persyaratan dokter gigi secara legal yang telah diatur dalam undang-undang. Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) seorang dokter gigi harus memenuhi persyaratan memiliki sertifikat kompetensi yang didapat setelah lulus sebagai tanda pengakuan terhadap kemampuan medis dokter gigi.

Tidak semua faksi dapat menerima kebijakan baru dari pemerintah akan penerapan UKDGI. Beberapa calon dokter gigi bahkan merasa uji kompetensi merepotkan dengan berbagai prosedurnya dan pelaksanaannya yang kurang memuaskan. Sisi positif yang bisa dikaji bahwa UKDGI bertujuan memberikan perlindungan kepada pasien, mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan oleh dokter gigi serta menjamin kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter gigi. Dokter gigi yang yakin dengan kemampuannya tentu tidak khawatir akan uji kompetensi karena dokter gigi tersebut pasti memahami bahwa uji kompetensi memiliki misi untuk meraih derajat kesehatan gigi mulut masyarakat Indonesia yang optimal.

REFERENSI:

  1. Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Gigi. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia. 2006.
  2. American Dental Association (ADA). Glossary of dental clinical and administrative terms. http://www.ada.org/glossaryforprofessionals.aspx, Diakses pada Rabu, 17 April 2013 pukul 23.55 WIB
  3. Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI). Uji kompetensi. http://www.kdgi-online.org/content.php?menu=left&page=uji-kompetensi Diakses pada Rabu, 17 April 2013 pukul 20.00 WIB.
  4. Anonim. Banyak dokter gigi baru tidak lulus uji kompetensi. Dentamedia.2010: 4 (14).http://dentamedia.blogspot.com/2011/01/banyak-dokter-gigi-baru-tidak-lulus-uji.html Diakses pada Rabu, 17 April 2013 pukul 21.10 WIB

Artikel Terkait UKDGI :

#UKDGI 1 : Masih Banyak Dokter Gigi Yang Tidak Lulus UKDGI

#UKDGI 3 : OSCE : Batu Sandungan Dokter Gigi Baru Untuk Lulus UKDGI

#UKDGI 4 : drg. Belinda : Ini Cerita UKDGI ku, Mana Ceritamu

#UKDGI 5 : UKDGI : Menegangkan, Harus Tenang, Berasa Akting

Sumber tulisan :

http://psmkgi.org

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

#UKDGI 1 : Masih Banyak Dokter Gigi Yang Tidak Lul...
views 857
Saat Uji Kompetensi, untuk pertama kalinya diselenggarakan pada tanggal 3-4 April 2007 di 11 tempat pendidikan profesi dokter gigi, banyak kalangan me...
#UKDGI 3 : OSCE : Batu Sandungan Dokter Gigi Baru ...
views 805
Oleh : Vanny Putri Natasha-UNSRIBaru-baru ini dikti melalui HPEQ-student mengadakan survei kuisioner kepada para mahasiswa kedokteran gigi diselur...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0