web tracker Rumah Sakit : Ada Untung Dibalik Pasien BPJS - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Rumah Sakit : Ada Untung Dibalik Pasien BPJS

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Ditulis dan dipublikasikan :

Posma Siahaan

http://www.kompasiana.com

“Jangan pasif, Dok. Kita harus rajin menjalin silahturahmi, memberikan penyuluhan dan bimbingan ke puskesmas dan dokter keluarga di sekitar rumah sakit kita, karena rumah sakit-rumah sakit lain yang baru ikut BPJS sudah duluan aktif ke sana…, “informasi dari Tim BPJS internal rumah sakit kami dalam sebuah rapat.

“Iya, saya juga pernah dapat cerita pasien, dia minta dirujuk ke rumah sakit kita hampir saja tidak bisa, karena dokter keluarganya ngotot mengarahkan ke rumah sakit lain… (sebut saja namanya rumah sakit bunga, yang baru diresmikan setahun terakhir di kota kami).” Kabarnya, si dokter keluarga sudah sering berdiskusi dengan tim marketing rumah sakit baru, baik mengenai informasi pelayanan, bahas kasus atau hal-hal lain yang kita tidak tahu.

Ada apa ini? Aneh? Pasien BPJS, gitu lho….

Pasien BPJS Kesehatan yang katanya “beban” rumah sakit tertentu, merepotkan, tidak cocok harga, tidak menjamin mutu, tidak adil di sebuah kelompok yang “sinis” terhadapnya, ternyata sudah menjadi arena marketing bagi rumah sakit yang baru berdiri dan ada tim marketingnya. Apakah si rumah sakit ini tidak salah langkah? Gak takut rugi?

Ternyata kalau diamat-amati, memang BPJS Kesehatan dan sistem rujukannya memiliki beberapa keunggulan yang dapat dijadikan peluang, terutama rumah-rumah sakit baru yang mengerti manajemen rumah sakit secara holistic. Beberapa peluang itu antara lain:

Baca Juga :

1. Volume kerja. Kalau istilah dagangnya, dengan “memarketing” pasien BPJS dan pasien banyak ke rumah sakit mereka, sama saja dengan kalau dagang, itu main grosiran. Untung sedikit perpasien atau sesekali rugi tapi 100 kali untung, lebih mendingan daripada punya pasien kaya satu orang tapi hanya seminggu sekali, tapi selanjutnya rumah sakit kosong.

2. Utilisasi, baik itu alat maupun tenaga kerja. Kalau alat ronsen, perlengkapan operasi, sudah dibeli dengan modal ratusan juta sampai miliaran, hanya dipakai 100 kali sebulan, akan jauh lebih “berputar” bila dipakai sampai 10 ribu kali sebulan. Demikian juga tenaga kerja, berapa pun pasiennya, mereka tetap digaji ‘x’ rupiah. Kalau pasien berlebih, bisa dibuat lembur atau dibuka lowongan kerja bagi karyawan baru.

3. Iklan gratis, kalau ikut BPJS kesehatan, otomatis nama rumah sakit dikenal lebih luas dan bukan tidak mungkin yang ada asuransi tambahan, pasien umum atau yang mau naik kelas lebih memilih rumah sakit baru yang lebih nyaman, lebih sebentar mengantre, daripada rumah sakit lama yang cenderung jenuh dan malah sebagian karyawannya ketus dengan pasien BPJS.

Nah, bagi dokter, rumah sakit yang masih sinis dengan BPJS kesehatan, mungkin tulisan ini aneh, kalau di daerah mereka memang belum ada rumah sakit baru yang berdiri dan ikut BPJS. Tetapi, kalau suatu saat, ada dua rumah sakit dengan fasilitas lengkap, mulai menerima BPJS kesehatan dan mampu me-manage keuangan dengan mutu dan efektifitas yang seimbang, semua pasien akan otomatis memilih fasilitas kesehatan yang ramah dan memahami marketing, lalu rumah sakit yang pasif dan merasa BPJS Kesehatan ini sebagai beban akan ditinggalkan.

Maka, saya pribadi berpendapat, kalau dulunya dua tahun setengah yang lalu, BPJS Kesehatan adalah marketing pasif sebuah rumah sakit, saat ini tidak boleh begitu lagi, tetapi pasien BPJS pun harus dibina dan dijadikan target marketing.

Sumber tulisan :

http://www.kompasiana.com

#Note: Ada perubahan judul namun tidak mengurangi materi dan esensi yang terkandung.

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Iuran BPJS Naik 1 April, Ini Tarif Yang Baru
views 553
Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jam...
Bali : BPJS Amburadul, Pemprov Menggunakan Sistem ...
views 671
DPRD Provinsi Bali mendorong Pemprov Bali untuk menunda integrasi program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) ke program Jaminan Kesehatan Nasional ...
(Ketua IDI) Prof.Dr.Ilham : Pemerintah dan BPJS Wa...
views 460
Seringnya dokter disudutkan dalam pemberitaan yang mengangkat isu buruknya pelayanan kesehatan di Indonesia, menimbulkan reaksi beragam di kalangan ...
Pernyataan Sikap DIB Terkait Pernyataan Direktur B...
views 706
PERNYATAAN  SIKAP DIB TERKAIT PERNYATAAN DIREKTUR HUKUM KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN BPJS KESEHATAN DR.Dr.BAYU WAHYUDI,SpOG, MPH.M,MHKes,M.M  ...
#UPDATE : Apa Saja Sih Pelayanan Kesehatan Gigi Ya...
views 114368
Berdasar surat yang bernomor 3865/PB PDGI/I/2017 dinyatakan bahwa scaling yang sebelumnya ditanggung oleh BPJS, menjadi hanya yang dengan diagnosa gin...
Hati-Hati Aturan BPJS Terbaru : Telat Bayar Iuran,...
views 320
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan akan menghentikan sementara kepesertaan BPJS Kesehatan bila terlambat melakukan pembaya...
Kadang Saya Suka Kasian Sama Dokter Bedah
views 595
Penulis : Dr. Erta Priadi Wirawijaya Sp.JPKadang saya suka kasian sama dokter bedah. Di hampir semua RS, di era JKN. Bagian bedah ini sumber defis...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Tags: