website statistics
Home > Berita > Politisi PDIP : Desak Pemerintah Bebaskan Tukang Gigi

Politisi PDIP : Desak Pemerintah Bebaskan Tukang Gigi

Advertisement
Advertisement
image from http://news.okezone.com/
image from http://news.okezone.com/

Rahmat Hermawan (27) seorang tukang gigi yang berpraktek sejak tahun 2010, ditangkap dan ditahan di Rutan Polres Palangkaraya.

Rahmat sudah 9 hari ditahan lantaran berdasarkan bukti yang cukup, diduga keras melakukan tindak pidana dibidang kesehatan dan atau praktik kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 dan atau Pasal 78 UU RI Nomor 29 Tahun 2004.

Terakit kasus tersbeut, Perkumpulan Tukang Gigi Nasional (PTGN) terus berjuang untuk menuntut pencabutan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1871 Tahun 2011 dan merevisi UU No 29 Tahun 2004.

“Dalam UU tentang Praktik Kedokteran, tercantum hukum pidana kurungan 5 Tahun atau denda sampai 150 juta. Mahkamah Konstitusi memutuskan catatan selama tukang gigi itu berizin,” ujar Pembina PTGN Rieke Diah Pitaloka dalam keterangannya, Selasa (15/3/2016).

Baca Juga :

Kemenkes RI, sambungnya, merespons putusan MK dengan menerbitkan permenkes baru Nomor 39 Tahun 2014 tentang pembinaan, kewenangan dan perizinan tukang gigi.

Berdasarkan realitas yang ada, politikus PDI Perjuangan itu menyatakan pengurusan surat izin bukan hal yang mudah diperoleh kurang lebih 7.000 tukang gigi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rieke mengatakan, pemerintah wajib memberikan pembinaan terhadap tukang gigi agar memiliki standar kelayakan yang diperintahkan Permenkes 39/2014. Hingga saat ini belum ada pembinaan yang nyata, melindungi dan meningkatkan kemampuan dan kapasitas bagi tukang gigi.

“Jika pemerintah belum optimal lakukan pembinaan, maka saya menilai penangkapan terhadap Rahmat adalah sebuah bentuk ketidakadilan. Hukum ditegakkan untuk mengorganisir tanggung jawab warga negara. Hukum pertama kali harus penuhi rasa keadilan publik, bukan menindas rakyat kecil. Sanksi hukum tak serta merta diberikan, dengan mengabaikan tanggung jawab negara (pemerintah) terhadap rakyat,” tegasnya.

Karena itu, dirinya mendesak kepada pemerintah agar Rahmat segera dibebaskan, dan mengembalikan alat-alat kerjanya. “Berikan pembinaan serius kepada Rahmat dan para tukang gigi, hingga memenuhi kelayakan kerja dalam profesinya dan berikan ijin praktek tanpa pungli,” imbuhnya.

Rahmat dan para tukang gigi lainnya, sambungnya, membuka lapangan kerja bagi diri dan pegawainya untuk mampu bertahan hidup. Rakyat harus dibina, bukan dibinasakan.

“Saya mohon dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk menyuarakan #BebaskanRahmat #JanganPenjaraTukangGigi,” tandasnya.

image from www.republika.co.id

MK: TUKANG GIGI HARUS DIBINA, BUKAN DIHAPUS

Sumber tulisan dan gambar :

http://news.okezone.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Prof Soedibyo : Pasang Gigi Palsu Di Tukang Gigi S...
views 9337
image from http://ugm.ac.id Tenaga yang tidak mengetahui segala pengetahuan ilmiah mengenai kesehatan jaringan rongga mulut dapat fatal ji...
Marketing Tukang Gigi VS Edukasi Dokter Gigi
views 788
Ditulis dan dipublikasikan : Rifqie al haris http://www.kompasiana.com Barangkali tukang foto itu beda dengan fotografer. Dan sudah pasti ...
Artis Ini Habiskan 40Juta Untuk Veneer Di Tukang G...
views 5640
Veneer Gigi saat ini menjadi tren di kalangan sebritas. Sejumlah artis ternama Indonesia melakukan veneer agar giginya terlihat lebih putih dan in...
(Update) Selain Cuma Belajar Lewat Youtube, Dokter...
views 1869
Update – 23 September 2016 Polresta Pekanbaru menangkap dokter gigi gadungan yang sudah berpraktik selama dua tahun. Dokter gigi gadungan ini ternyat...
Ketua PDGI : Hanya 2 Ini Kewenangan Dari Tukang Gi...
views 1656
Keberadaan tukang gigi kini telah diakui oleh pemerintah untuk bekerja. Namun tentu saja tugas tukang gigi berbeda jauh dengan dokter gigi. Tukang gig...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id