website statistics
Home > Perawatan Gigi > Edukasi Untuk Pasien : 5 Tips Menyimpan Sikat Gigi

Edukasi Untuk Pasien : 5 Tips Menyimpan Sikat Gigi

Advertisement
Advertisement
image from http://www.indoberita.com
image from http://www.indoberita.com

Seperti apa Anda terbiasa menaruh sikat gigi setelah digunakan? Disimpan di dekat wastafel, digantungkan di rak dinding kamar mandi atau diletakkan saja di sembarang tempat?

Sikat gigi yang kelihatannya bersih, ternyata berpotensi menumpuk kuman serta bakteri berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian dari University of Manchester di Inggris, sikat gigi kemungkinan bisa terkontaminasi lebih dari 10 juta bakteri termasuk jenis yang berbahaya seperti E.coli (juga ditemukan pada faeses manusia) dan staphylococcus (bakteri penyebab infeksi pada luka).

Bakteri yang menempel pada sikat gigi tidak hanya berasal dari toilet atau kamar mandi. Tapi juga lingkungan lain apabila disimpan di dalam tas, loker, tas kosmetik atau koper.

Untuk meminimalisir paparan bakteri, ada lima langkah yang perlu dilakukan seperti disarankan dokter gigi Dr Mervyn Druian, dikutip dari Female First.

Baca Juga :

1. Jauhkan dari Toilet
Jika Anda harus menaruh sikat gigi di dekat toilet, pastikan Anda menutup kloset saat menyiram untuk meminimalkan penyebaran kuman lewat semburan air. Tapi bila memungkinkan, taruh sikat gigi Anda di ruangan selain kamar mandi.

2. Bilas Sampai Bersih
Bilas sikat gigi Anda setiap kali selesai menggosok gigi dengan air yang mengalir. Pastikan tidak ada sisa kotoran gigi maupun pasta gigi yang tertinggal. Pasta gigi yang tertinggal di sikat gigi akan menjadi sarang favorit bakteri untuk bersemayam.

3. Taruh Kepala Sikat di Atas
Taruh sikat gigi dengan bagian kepala menghadap ke atas, jangan sampai terbalik. Simpan pada tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Menyimpannya di kabinet atau lemari akan meningkatkan pertumbuhan bakteri karena tempatnya cenderung lembap dan tidak ada sirkulasi udara.

4. Ganti Sikat Gigi Secara Berkala
Ganti sikat gigi Anda minimal setiap tiga bulan sekali. Frekuensi mengganti sikat bisa dipercepat apabila Anda terserang pilek atau flu. Ganti sikat Anda begitu terkena penyakit ini untuk mencegah virus penyebab flu tersebar pada sikat.

5. Jangan Berbagi
Jangan pernah berbagi sikat gigi dengan orang lain, termasuk suami atau anak Anda sendiri. Bakteri pada setiap individu berbeda-beda dan memakai sikat gigi secara bergantian hanya akan saling menularkan bakteri satu sama lain. Akibatnya, Anda atau anggota keluarga lain jadi lebih mudah terserang penyakit.

Baca Juga : Ini Lho Bahaya Kalo Kamu Mengunyah Cuma Satu Sisi

Sumber tulisan :

http://wolipop.detik.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Gusi Membesar Gara-Gara Cabut Di Tukang Gigi?
views 2856
Gambar ini admin dapatkan dari akun FB seorang dokter gigi dan menjadi bahan diskusi para teman sejawatnya. Perempuan ini mencabut 4 giginya di tu...
Edisi Puasa #1 Hukum Berobat Ke Dokter Gigi Ketika...
views 2916
Hal ini cukup sering ditanyakan, karena periksa ke dokter gigi banyak intervensi terhadap mulut, seperti membilas, menyuntik anestesi dan mencabut gig...
Punya Bayi Yang Mau Tumbuh Gigi? Perhatikan 3 Hal ...
views 37
Masa-masa bayi tumbuh gigi bisa menjadi masa menyeramkan bagi orangtua, apalagi yang baru memiliki anak. Ketakutan yang dirasakan mulai takut bayi sak...
15 Tanda bahwa Anda Perlu ke Dokter Gigi
views 169
Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh. Gigi yang bermasalah ti...
Pengen Gigi Kelinci Putih Kayak Artis? Waspadai Ef...
views 76
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki penampilan. Salah satunaya yang paling populer adalah memperbaiki tampilan gigi dengan veneer gigi....
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id