9 Penyebab Sariawan. Ternyata Bukan Karena Kekurangan Vitamin C Lho

Salah satu keluhan yang banyak terjadi di masyarakat adalah sariawan.

Ada yang bilang penyebab sariawan itu karena kurangnya vitamin C

Apakah memang benar?

Dental ID merangkum untuk teman-teman semua. Simak selengkapnya.

Pengertian sariawan

Sariawan atau yang disebut juga stomatitis aftosa adalah salah satu permasalahan pada mulut yang sangat umum. Masalah kesehatan ini ditandai dengan munculnya lesi kecil dalam mulut yang terasa nyeri.

sariawan

Meskipun dapat terjadi pada siapa saja dengan usia berapapun, tetapi sariawan lebih sering dialami oleh orang dewasa yang lebih muda dan wanita.

Sariawan kadang-kadang bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sariawan sederhana:

Jenis sariawan ini hanya muncul 3–4 kali dalam setahun, umumnya terjadi pada orang berusia 10–20 tahun, dan berlangsung sekitar satu minggu.

  • Sariawan yang kompleks.

Jenis sariawan ini lebih jarang terjadi, berukuran lebih besar dan lebih menyakitkan.

Sariawan kompleks bisa bertahan hingga 1 bulan dan meninggalkan bekas luka. Sariawan kompleks seringkali disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, seperti sistem kekebalan tubuh yang terganggu, penyakit Crohn, atau defisiensi vitamin.

Penyebab sariawan

Salah satu informasi yang berkembang di masyarakat adalah sariawan biasanya disebabkan oleh kekurangan vitamin C atau malah biasanya karena tidak sengaja tergigit saat makan dan yang ekstrem adalah penyebab sariawan karena stres.

Dan nyatanya memang demikian. Sariawan dapat disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa kondisi.

Berikut ini 9 penyebab sariawan yang perlu diketahui

1. Kekurangan asupan nutrisi

Salah satu hal yang berkembang di masyarakat adalah penyebab sariawan yaitu kekurangan vitamin C. Benarkah demikian?

Banyak orang mengganggap bahwa penyebab sariawan muncul karena kurangnya asupan vitamin C. Padahal, sariawan bisa muncul saat Anda kekurangan vitamin B12 dan zat besi.

Sekadar informasi penyakit kekurangan vitamin C sendiri adalah skorbut (scurvy) atau kegagalan proses sintesis kolagen yang ditandai dengan gusi mudah berdarah, pendarahan kulit (purpura) dsb.

Vitamin B12 sendiri dapat ditemukan di berbagai jenis ikan, daging, kerang, telur, hingga produk olahan susu. Sementara untuk sumber zat besinya bisa didapatkan dari hati, kacang-kacangan, bayam, tahu dan kentang.

Tak hanya vitamin B12 dan zat besi, penyebab sering sariawan juga bisa dikaitkan dengan kekurangan beberapa nutrisi seperti asam folat, seng, serta kalsium juga bisa memicu datangnya sariawan. Karena alasan inilah ada baiknya Anda selalu menjaga asupan makanan dengan kadar gizi seimbang sehari-hari.

Nah, memperbanyak konsumsi vitamin C justru dapat menyebabkan sariawan. Banyak orang tidak tahu bahwa manusia hanya membutuhkan 40 miligram vitamin C per hari dan 30 miligram untuk anak usia 1–10 tahun.

Vitamin C sebenarnya adalah asam askorbat dan mulut tidak merespons terlalu banyak asam.

Jadi, bila kamu mengonsumsi vitamin C melebihi asupan harian yang disarankan, yang sangat mungkin terjadi karena sebagian besar suplemen vitamin C adalah sekitar 500–1000 miligram, maka hal ini bisa menjadi penyebab kamu mengalami sariawan.

Namun, anjuran untuk mengonsumsi vitamin C saat sariawan tidak sepenuhnya salah dan justru baik untuk kamu ikuti.

Hal ini karena sariawan dapat disebabkan oleh menurunnya sistem kekebalan tubuh. Vitamin C sudah dikenal sebagai nutrisi yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh kamu. Itulah mengapa mengonsumsi vitamin C dapat membantu proses penyembuhan sariawan. Namun, kekurangan vitamin C tidak menyebabkan sariawan secara langsung.

2. Luka karena lidah tergigit atau terkena sikat gigi

Penyebab sariawan yang umum terjadi karena adanya cedera yang disebabkan oleh 2 hal yaitu lidah tidak sengaja tergigit atau terkena sikat gigi.

Kondisi lidah tergigit biasanya terjadi saat sedang mengunyah makanan dan menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat. Luka setelah lidah tergigit akan sembuh dengan sendirinya, tapi membutuhkan waktu berhari-hari.

Menyikat gigi terlalu cepat akan membuat lidah terluka sehingga memunculkan sariawan.

Baca yuk Kenapa Gigi Kuning Padahal Rajin Sikat Gigi? 8 Penyebab Dan 7 Cara Menghilangkan Gigi Kuning

3. Penggunaan kawat gigi atau behel

Pada awal pemakaian behel atau kawat gigi, biasanya akan terjadi luka di area mulut karena terkena bagian tajam dari behel.

Baca yuk : Kapan Sebenarnya Anak Diperbolehkan Menggunakan Kawat Gigi?

4. Mulut kering

Kondisi mulut kering juga bisa memicu munculnya sariawan. Pasalnya, mulut kering membuat kuman dan bakteri bisa lebih mudah berkembang biak dan menginfeksi mulut.

5. Mengonsumsi makanan tertentu

Ternyata ada lho makanan penyebab sariawan di lidah.

Nah berikut ini ada beberapa makanan penyebab sariawan

  • Buah-buahan asam

Buah-buahan yang bersifat asam, atau terutama jeruk, dapat menyebabkan mulut Anda sariawan. Nanas, jeruk, lemon, dan jeruk nipis adalah contoh buah-buahan dengan keasaman tinggi. Stroberi, khususnya, cenderung menyebabkan iritasi mulut.

  • Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, dan almond adalah makanan berbahaya bagi penggerek Anda. Asam amino L-Arginine dalam kacang ini berkontribusi terhadap terjadinya sariawan.

  • Cokelat

Cokelat merupakan makanan utama penyebab sariawan. Hal ini terutama karena adanya alkaloid dalam coklat yang disebut bromida. Mulut cukup sensitif terhadap bahan ini, dan dapat menyebabkan reaksi alergi.

  • Makanan pedas

Makanan pedas dapat mengganggu lapisan dalam mulut sehingga menyebabkan maag. Seperti buah-buahan yang bersifat asam, makanan pedas memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan lebih cenderung menimbulkan iritasi pada kulit.

  • Makanan Keras

Ini adalah jenis makanan yang cukup beragam. Namun, makanan yang tergolong “keras” bersifat abrasif, tajam, dan menimbulkan rasa sakit:
-Sayur mentah
-Roti panggang
-Keripik kentang

  • Produk susu

Produk susu seperti susu, keju, dan yogurt umumnya berkontribusi terhadap timbulnya sariawan. Beberapa dokter berpendapat bahwa kandungan protein susu sapi ada hubungannya dengan sariawan. Peningkatan penyakit ini mungkin disebabkan oleh reaksi kekebalan yang merugikan terhadap susu sapi.

  • Kopi dan Alkohol

Ada minuman tertentu yang jika dikonsumsi berisiko menimbulkan sariawan. Kopi dan alkohol (sebaiknya tidak digabungkan!) keduanya sangat asam. Jika Anda sering meminum minuman ini dalam jumlah banyak dan kecil sebaiknya untuk berhenti meminumnya. Mungkin perlu untuk mengurangi dosis jika Anda mengalami sakit mulut kronis.

6. Mengalami perubahan hormon

Kondisi ini cenderung terjadi pada Wanita. Pasalnya, wanita akan mengalami menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Semua hal tersebut akan menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh. Pada waktu-waktu itulah, wanita akan lebih rentan terkena gangguan sariawan, baik di dinding mulut, bibir, maupun lidah.

Sariawan bisa berbentuk oval atau bulat, berwarna putih atau kuning dengan tepian berwarna merah, dengan ukuran dan jumlah yang bervariasi.

7. Efek samping obat

Penyebab sering sariawan berikutnya adalah efek dari kemoterapi, radioterapi, antibiotik, obat nicorandil, penghambat beta, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs).

Jika Anda sedang menjalani kemoterapi dan konsumsi antibiotik dengan rutin maka munculnya sariawan adalah faktor utama yang menyebabkan hal tersebut.

8. Stres

Sebenarnya penelitian membuktikan bahwa stres bukan penyebab langsung sariawan.

Hal ini lebih berkaitan dengan kegelisahan yang dialami seseorang saat stres. Alasannya karena saat gelisah, seseorang rentan menggigit pipi atau bibir.

Apabila kamu mengalami sariawan dan berpikir luka ini terjadi karena stres, coba kenali dan kelola pemicunya terlebih dahulu untuk mencegah kekambuhan.

9. Pertumbuhan jamur

Pertumbuhan jamur Candida albicana yang berlebih pada mulut dapat menjadi penyebab sering sariawan. Biasanya, jamur ini akan membentuk lapisan berwarna putih berupa bercak-bercak.

Jamur Candida albicana bisa bertumbuh subur saat daya tahan tubuh melemah. Perlu diketahui, pada dasarnya jamur ini memang ada di dalam mulut namun dengan jumlah yang kecil, ketika jumlah jamur ini meningkat maka hal itulah yang menyebabkan sariawan.

Selain sistem imun tubuh yang lemah, jamur ini dapat bertumbuh subur pada mereka yang tidak menjaga kebersihan mulutnya dengan baik.

Makanan yang harus dihindari saat sariawan

Walaupun lezat dan segar, salah satu penyebab sariawan adalah berasal dari makanan yang pedas atau asam. Dan mengutip dari web https://aloclair.id/, 6 makanan berikut ini harus dihindari saat sariawan

1. Makanan Pedas

Makanan pedas seperti cabai, sambal, atau makanan pedas lainnya dapat memperburuk rasa sakit pada sariawan. Zat kimia dalam makanan pedas dapat merangsang saraf di sekitar luka, meningkatkan ketidaknyamanan.

2. Makanan Asam

Makanan asam seperti jeruk, tomat, atau saus tomat juga dapat membuat sariawan lebih nyeri. Asam dapat merusak jaringan di sekitar luka dan memperlambat proses penyembuhan.

3. Makanan Kasar atau Terasa Kasar

Makanan seperti keripik kentang, roti keras, atau makanan keras lainnya dapat menggosok luka dan membuatnya lebih sakit. Sebaiknya hindari makanan dengan tekstur kasar.

4. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol dapat mengiritasi sariawan dan memperpanjang penyembuhan. Alkohol juga dapat membuat kita merasa lebih nyeri.

5. Gula Berlebihan

Terlalu banyak gula dalam makanan atau minuman kita bisa memperlambat penyembuhan. Bakteri dalam mulut suka makan gula, dan ini dapat memperburuk sariawan.

6. Makanan Panas

Makanan yang sangat panas bisa membakar jaringan di sekitar sariawan dan membuatnya lebih sulit sembuh.

Sumber :

https://www.alodokter.com

https://www.halodoc.com/

https://www.ekahospital.com/

https://www.halodoc.com/

https://lifestyle.kompas.com/

https://www.alodokter.com/

https://www.halodoc.com/

https://id.wikipedia.org/

https://rsud.bulelengkab.go.id/

https://www.cnbcindonesia.com/

You may also like...