Apakah Bayi Akan Demam Saat Tumbuh Gigi? & 9 Solusi Saat Bayi Demam Karena Tumbuh Gigi - Dental ID
Dental ID
Home Perawatan Gigi Apakah Bayi Akan Demam Saat Tumbuh Gigi? & 9 Solusi Saat Bayi Demam Karena Tumbuh Gigi

Apakah Bayi Akan Demam Saat Tumbuh Gigi? & 9 Solusi Saat Bayi Demam Karena Tumbuh Gigi

Apakah Benar Bayi Akan Demam Saat Tumbuh Gigi?

Melihat anak mulai tumbuh gigi jelas menjadi momen yang menyenangkan dan ditunggu oleh kedua orang tua anak tersebut.

Namun disisi lain biasanya si anak atau bayi akan demam. Tapi apakah benar bayi akan demam saat tumbuh gigi?

Menurut jurnal penelitian BMC Oral Health, saat badan anak panas sebenarnya yang terjadi hanya peningkatan suhu tubuh dan ini belum bisa dikategorikan sebagai demam. Peningkatan suhu tubuh ini akibat dari peradangan gusi di sekitar gigi yang akan tumbuh.

Selain itu, saat tumbuh gigi juga terjadi peningkatan produksi air ludah. Air ludah yang banyak tertelan masuk ke dalam pencernaan sehingga membuat feses anak menjadi lebih lunak. Konsistensi feses yang lunak tidak seperti pada penderita diare yang konsistensinya cair.

Jadi, jika anak mengalami konsistensi feses yang cair seperti diare, kemungkinan besar kondisi tersebut disebabkan oleh adanya penyakit lain, bukan karena faktor tumbuh gigi. Peradangan pada gusi hanya terjadi saat gusi membengkak dan ketika gigi susu muncul di permukaan gusi.

Apakah gejala atau ciri-ciri bayi Demam karena Tumbuh Gigi?

Apakah bayi mengalami demam ringan? Beberapa penyebab demam memerlukan perhatian medis, sehingga penting untuk memeriksa gejalanya. Demam karena tumbuh gigi biasanya ringan, kurang dari 38 derajat Celcius. Mungkin juga disertai dengan gejala tumbuh gigi berikut:

1. Gusi bengkak

Untuk mencari tahu apakah Si Kecil memang sedang mengalami tumbuh gigi, cobalah membuka mulutnya secara perlahan. Bayi yang sedang tumbuh gigi umumnya mengalami gusi bengkak dan kemerahan.

Terkadang, Bunda juga dapat melihat adanya gigi yang muncul secara samar di dalam gusi Si Kecil yang sedang meradang tersebut.

2. Gusi gatal Menggigit dan mengisap barang di sekitarnya

Saat tumbuh gigi, Si Kecil akan merasa gusinya terasa gatal. Sebagai respons dari rasa gatal tersebut, ia akan menggigit benda yang ada di sekitarnya, baik mainan atau pakaiannya.

3. Banyak mengeluarkan air liur

Hingga saat ini, belum diketahui mengapa tumbuh gigi bisa menyebabkan produksi air liur berlebih pada bayi. Namun, kondisi ini diduga terjadi karena adanya peningkatan gerak otot di mulut bayi selama proses tumbuh gigi sehingga memicu kinerja kelenjar ludah menjadi lebih aktif yang berdampak pada meningkatnya produksi air liur.

4. Ruam di sekitar mulut

Sebagian bayi dapat mengalami ruam di sekitar mulut saat giginya tumbuh. Hal ini terjadi karena produksi air liur berlebih bisa menyebabkan ruam di area sekitar mulut, dagu, atau leher.

Jika Bunda melihat air liur sudah membasahi area di sekitar mulut Si Kecil, segera bersihkan dengan lap atau tisu bersih untuk mencegah munculnya ruam.

Baca  Simak Yuk, 12 Obat Sakit Gigi Untuk Anak Dibawah 5 Tahun

5. Tidak nafsu makan

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi lainnya adalah malas makan atau tidak nafsu makan. Pada sebagian bayi, kondisi ini bahkan membuat bayi menolak untuk makan dan minum sama sekali. Ini biasanya dipicu oleh peradangan gusi yang umumnya terjadi saat gigi tumbuh.

6. Rewel pada malam hari

Bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung menjadi lebih rewel atau sulit tidur di malam hari. Ini karena rasa nyeri yang ditimbulkan pada gusi.

7. Demam

Selain hilangnya nafsu makan, peradangan gusi yang terjadi saat gigi mulai tumbuh bisa membuat bayi demam. Namun, Bunda dianjurkan untuk segera membawa Si Kecil ke dokter, terlebih jika suhu tubuhnya lebih dari 38o C atau demam berlangsung lebih dari 2 hari.

Peneliti dari studi yang tadi juga menemukan bahwa gejala tumbuh gigi cenderung memuncak saat munculnya gigi seri primer atau gigi depan anak. Hal ini dapat terjadi antara usia 6 hingga 16 bulan, dan menurun seiring bertambahnya usia anak.

Secara umum, demam tumbuh gigi akan dimulai sekitar satu hari sebelum gigi mulai tumbuh, dan hilang setelah gigi menembus gusi. Tidak banyak yang dapat ibu lakukan untuk mencegah atau menghentikan demam tumbuh gigi, karena suhu tubuh bayi akan turun dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Lalu, bagaimana tanda-tanda demam karena penyakit lainnya? Tidak jarang anak-anak sakit saat mereka mulai tumbuh gigi, sebagian karena luka terbuka di gusi membuat mereka lebih rentan terserang penyakit, kata Jill Lasky, DDS., dokter gigi anak di Lasky Pediatric Dental Group di Los Angeles.

Gejala berikut mungkin menunjukkan bahwa anak sedang pilek, infeksi telinga, atau penyakit lain:

  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Batuk.
  • Bersin.
  • Diare.
  • Muntah.
  • Ruam popok.
  • Ruam yang tidak dapat dijelaskan pada tubuh.
  • Tangisan atau kerewelan yang berlebihan.
  • Kantuk yang tidak biasa.

Berapa hari bayi demam karena mau tumbuh gigi?

Pertanyaan di atas adalaha fase berikutnya ketika anak mau tumbuh gigi. Pastinya ayah dan bundanya akan cemas dan bertanya-tanya sebenarnya berapa hari anak akan demam karena adanya proses tumbuh gigi ini.

Biasanya, gejala rasa sakit dan peningkatan suhu tubuh akan hilang dalam 8 hari, 4 hari sebelum gigi tumbuh, 1 hari saat gigi itu tumbuh, dan 3 hari setelah gigi tumbuh.

Namun, karena pertumbuhan gigi itu terjadinya bergantian, akibatnya masing-masing giginya menimbulkan peradangan. Kondisi tersebut kelihatannya akan menjadi meningkatkan suhu tubuh yang berkepanjangan seperti demam.

Baca  Punya Balita Yang Mau Belajar Sikat Gigi? Yuk Simak 6 Panduan Lengkapnya

Apa yang harus dilakukan saat bayi demam tumbuh gigi?

Jika Bunda dan Ayah mendapati si Kecil menunjukkan demam dan ciri-ciri bayi tumbuh gigi lainnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan guna mengatasi rasa sakit dan tidak nyaman yang dialaminya. Di antaranya:

1. Berikan si Kecil Minum yang Banyak

Ketika anak demam, ia akan lebih mudah dehidrasi karena tubuhnya kehilangan cairan. Guna mencegah bayi dehidrasi sekaligus mengatasi demam karena tumbuh gigi, Bunda bisa terus memberikan ASI eksklusif.

Ini karena ASI mengandung sistem kekebalan tubuh yang dapat mencegah terjadinya reaksi alergi, diare, pneumonia, dan infeksi lainnya dalam tubuh anak. Jika bayi rewel dan tidak mau menyusu, tetap berikan dalam porsi lebih sedikit tapi sering.

Bila bayi sudah berusia di atas 6 bulan lebih, Bunda bisa memberikan air putih, yogurt, es mambo, atau sop sayur hangat untuk menggantikan cairan tubuhnya yang hilang.

2. Beri Camilan yang Sehat

Selama tumbuh gigi, biasanya ada beberapa kebiasaan yang berubah. Salah satunya adalah kebiasaan suka menggigit benda apapun yang ada di dekatnya.

Melihat si kecil suka menggigit benda di sekitarnya, orang tua tentu merasa khawatir. Namun alih-alih menghentikan buah hati secara paksa, ada baiknya orang tua menyalurkan kebiasaan tersebut ke arah yang lebih baik.

Orang tua bisa memberi camilan sehat untuk si kecil. Misalnya saja seperti apel yang sudah dipotong kecil. Selain itu, dampingi si kecil agar ia tidak tersedak.

3. Biarkan Bayi Tidur

Cara mengatasi demam pada bayi yang sedang tumbuh gigi adalah dengan memastikannya istirahat yang cukup sampai suhu tubuhnya benar-benar turun, ya, Bun. Usahakan pula suhu ruangan membuatnya nyaman alias merasa sejuk dan tidak kegerahan.

4. Usap Gigi Si Kecil

Rasa nyeri yang dirasakan saat tumbuh gigi bisa membuat si kecil merasa tidak nyaman. Inilah yang membuatnya rewel.

Untuk membantu meredakan nyeri, orang tua bisa mengusap gusi si kecil dengan jari yang bersih. Usap secara perlahan dan lembut. Usapan lembut bisa membantu mengurangi nyeri yang dirasakan.

5. Mandikan atau Lap Air Hangat

Cara mengatasi demam karena bayi tumbuh gigi berikutnya adalah memandikannya dengan air hangat. Hindari memandikan anak dengan air dingin karena bisa membuatnya menggigil, sehingga menyebabkan suhu tubuhnya makin meningkat.

Kalau anak menolak untuk mandi, jangan khawatir, Bun. Bunda bisa coba menyeka tubuhnya menggunakan handuk hangat.

Cukup basahi kain atau handuk kecil, lalu gosokkan pelan pada tubuh anak. Seka tubuh bayi secara perlahan seraya memijat lembut badannya. Hal ini bisa membuat tubuhnya jadi lebih nyaman, rileks, dan membantu meredakan demam.

Baca  Yang Disukai dan Tidak Disukai Pasien saat Berkunjung ke Dokter Gigi

6. Gunakan Pakaian Tipis

Bunda juga boleh memakaikan baju rumah yang lebih nyaman dan tipis untuk si Kecil. Hindari memakaikan pakaian tebal yang berlapis-lapis.

Walaupun bisa menghangatkan badan anak agar tidak kedinginan, tapi memakaikan baju tebal-tebal justru bisa semakin memerangkap panas tubuhnya. Kalau merasa kedinginan, Bunda bisa memberikan selimut sampai ia merasa hangat lagi.

7. Berikan Empeng Dingin atau Teether atau Mainan Gigi

Bunda bisa memberikan bayi empeng, mainan teether, atau kain waslap basah yang sebelumnya sudah didinginkan di dalam kulkas agar bisa ia gigit untuk bantu meredakan rasa sakit dan gatal pada gusinya, Bun.

Apabila bayi sudah berusia 6 bulan ke atas, Bunda bisa memberikan makanan dingin, seperti yogurt atau potongan buah yang sudah didinginkan.

Tapi, ingat, Bun, jangan memberikan benda atau makanan yang terlalu dingin, bahkan sampai beku, ya. Karena hal ini dikhawatirkan justru bisa melukai gusi bayi.

Jika bayi menolak mainan gigit, coba gunakan jari Bunda untuk menekan atau pijat gusi si Kecil. Pastikan tangan Bunda sudah bersih sebelum memasukkannya ke dalam mulut bayi, ya.

8. Berikan Obat-Obatan

Bayi Bunda kelihatan sangat kesakitan dan rewel saat tumbuh gigi? Coba konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan terbaik, Bun.

Dokter mungkin menyarankan untuk memberikan obat pereda rasa nyeri untuk anak, seperti paracetamol atau ibuprofen. Berikan obat panas bayi tumbuh gigi dengan dosis sesuai usianya.

9. Konsultasikan ke Dokter

Umumnya, bayi demam karena tumbuh gigi merupakan hal yang wajar dan bukanlah hal yang sangat serius. Saat gigi telah tumbuh dari gusi, demam pun akan berangsur reda.

Akan tetapi, Bunda bisa segera berkonsultasi dengan dokter apabila buah hati menunjukkan kondisi sebagai berikut:

  • Berusia di atas 3 bulan dan suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celcius.
  • Demam berlangsung selama lebih dari 24 jam.
  • Bayi mengalami muntah, gatal-gatal, dan diare.
  • Bayi terlihat sangat capek dan kesakitan.
  • Bayi tidak terlihat membaik walaupun sudah dilakukan pertolongan pertama untuk meredakan sakit dan demam

Sumber :

1. https://www.generasimaju.co.id/

2. https://www.halodoc.com/

3. https://www.tanyapepsodent.com/

4. https://www.alodokter.com/

Iklan dipersembahkan oleh Google
(Visited 476 times, 1 visits today)

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad