website statistics
Home > Sosok > Yustika Chrysandra : Dokter Gigi Yang Hobi Ngoper Gigi Motorsport

Yustika Chrysandra : Dokter Gigi Yang Hobi Ngoper Gigi Motorsport

Advertisement
Advertisement

Keluar sejenak dari jas putih, tempatnya membuka praktik, ganti memakai wearpack dan pergi melintas di sirkuit beraspal. Bagi Yustika Chrysandra, itu wahana melepaskan kegilaannya akan adrenalin.

Perempuan tersebut bekerja sebagai dokter gigi sekaligus mengoper gigi motor di atas lintasan aspal. Tetap ada embel-embel “gigi” antara pekerjaan dan hobi yang digelutinya.

Perjalanan awal dimulai di Jogjakarta saat masih duduk di bangku kelas IX SMP. Saat itu Tika–sapaan akrabnya, masih menunggangi motor bebek dan ikut drag race. “Di Jogja itu enggak ada sirkuit jadi paling balapan drag saja,” tukasnya.

image from https://twitter.com/yustiikaa
image from https://twitter.com/yustiikaa

Padahal, sang ayah seorang pembalap motor trail tapi Tika tidak melihat ada kecenderungan dirinya bergerak mengikut ke arah sana. Lulus dari bangku sekolah, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta. Selama kuliah itu pula, Tika memutuskan vakum dari dunia balapan.

Tahun-tahun berlalu dan sampailah ia pada momen kelulusan. Tika lantas mencari kerja dan mendapat pekerjaan pertamanya sebagai dokter gigi di Samarinda, tepatnya di RSUD IA Moeis. Hasil dari pekerjaan tersebut, ia berhasil membeli satu buah motor sport untuk dipakai berkendara harian.

“Jadi dari situ saya sudah terbiasa menggunakan motor sport. Akhirnya terjun ke balapan itu awalnya cuma nonton balapan. Terus enggak lama disuruh buat nyobain juga dan ternyata ketagihan,” kata perempuan 25 tahun tersebut.

Ya, sudah setahun belakang dirinya aktif menjadi pembalap perempuan motorsport kelas 250 cc dan 150 cc. Kini, ia tergabung dalam racing team bernama Leles. Sudah banyak roadrace diikuti Tika. Dia tidak takut adu balap dengan para pria. Ketika sudah mengenakanwearpack dan berada di atas motor, laki atau perempuan tiada beda.

Baca Juga : Dokter Gigi Mirip Barbie :Sahabat Si Kecil

Momen manis berhasil ditorehkannya pada Agustus tahun lalu di Sirkuit Sentul, Bogor. Tika menjadi salah satu pembalap yang beraksi di balapan Indospeed Race Series. Dia hadir sebagai wakil Samarinda. Balapan dipenuhi para lelaki. Hanya dua perempuan tampil untuk motorsport kelas 250 cc.

Ketika berada di garis start, Tika menempati urutan kedelapan dari 24 peserta. Balapan dimulai sampai lap terakhir. Tika, pelatih, dan timnya tidak menduga mereka di garis finis mengambil posisi kelima. “Itu asli kita enggak latihan. Datang cuma latihan 15 menit habis itu langsung turun balapan. Hebatnya, bisa berada di posisi kelima. Padahal niat awalnya asal enggak jatuh saja sudah menganggap juara,” cerita Tika kepada Maskulin dengan sorot mata bangga.

image from http://kaltim.prokal.co/
image from http://kaltim.prokal.co/

Pelatih Tika, Muhammad Ichsanuddin, merasa bahwa capaian itu tidak lain karena Sirkuit Sentul tidak lebih menakutkan dibanding Sirkuit Kalan, tempat latihannya pembalap Kaltim. Sentul yang dijajal Tika waktu itu, dirasa bukan masalah sulit. “Di Sentul kalau jatuh paling kena ban. Di sini (Kalan) kalau jatuh salah-salah bisa masuk jurang,” ujarnya.

Meski pekerjaan dokter cukup menyibukkan anak didiknya, Ichsan mengaku tetap ada agenda latihan rutin dilaksanakan tiap dua minggu sekali di Sirkuit Kalan.

Baca Juga : Dokter Gigi : Hanya Dengan Kompetensi dan Profesionalitas, Sudah Siap Hadapi MEA?

Sumber tulisan dan gambar :

http://kaltim.prokal.co/

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id