invisible hit counter Yuk Rawat Gigi Sebelum Hamil - dental.id

Yuk Rawat Gigi Sebelum Hamil

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2
Ads
Advertisement

Memiliki anak yang sehat merupakan keinginan bagi setiap pasangan suami istri. Anak yang sehat dapat dibentuk sejak dalam kandungan dengan pemberian nutrisi yang baik bagi ibu hamil serta pengkondisian lingkungan yang menyenangkan baginya. Masa kehamilan merupakan salah satu masa penting dalam kehidupan ibu hingga sampai pada kelahiran bayi dalam kandungannya. Pada masa ini ibu harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyambut kelahiran bayinya.

Bagaimana jika ibu hamil terkena sakit gigi?

Infeksi dan peradangan pada gigi dan mulut dapat menyebabkan bayi lahir prematur (<37 minggu) dan berberat lahir rendah (<2500gr), sehingga ibu hamil perlu mendapatkan perawatan gigi. Perawatan gigi dan mulut dapat dilakukan pada masa kehamilan dengan aman, tetapi perlindungan terhadap ibu hamil dan janin yang sedang berkembang harus tetap diperhatikan. Untuk itu kadang-kadang perawatan gigi dan mulut tidak dilakukan terutama pada trimester I dan diakhir trimester III dengan alasan pada waktu ini janin menjadi sangat peka dengan stimulus yang dialami ibu. Konsultasi dengan dokter ahli kandungan ada baiknya dilakukan bila ibu hamil memiliki faktor risiko terhadap perawatan yang akan dilakukan.

Meski demikian, membiarkan ibu hamil dengan penyakit gigi dan mulut bukan solusi yang tepat. Sebaiknya sebelum hamil, calon ibu memeriksakan diri ke dokter gigi untuk mencegah penyakit gigi dan mulut berkembang selama kehamilan. Berikut adalah perawatan penyakit gigi dan mulut yang sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan.

  1. Pencabutan gigi

Dalam prosedur pencabutan gigi, pasien akan diberikan suntikan obat anestesi untuk mengurangi rasa sakit dan pendarahan selama tindakan dilakukan. Beberapa obat anestesi yang umum digunakan adalah lidokain dan mepivakain. Lidokain merupakan obat golongan B sedangkan mepivakain merupakan golongan C1 yang dapat berefek pada janin. Selain itu, sesudah pencabutan gigi biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik dan antinyeri yang ada di golongan B atau C untuk mencegah infeksi.

  1. Perawatan saraf gigi

Gigi yang berlubang hingga mengenai pulpa dapat mengiritasi hingga mematikan saraf sehingga membutuhkan perawatan saraf gigi. Sebelum memulai perawatan, dokter akan meminta pemeriksaan penunjang berupa foto ronsen gigi yang sakit. Selain itu, selama perawatan pasien akan beberapa kali difoto ronsen untuk melihat pengisian akar dan keberhasilan perawatan. Paparan sinar-x dari mesin ronsen ini dapat membahayakan janin.

Untuk perawatan lain seperti pembersihan karang gigi dan penambalan sederhana dapat dilakukan dengan aman selama kehamilan. Meskipun demikin, perubahan hormon ibu selama hamil dapat membuat ibu semakin tidak nyaman ketika dilakukan perawatan gigi tersebut. Oleh karena itu, perawatan gigi dan mulut yang menyeluruh sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan.

 

 

1: Kategori A : Studi kontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin pada kehamilan trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester selanjutnya), dan sangat rendah kemungkinannya untuk membahayakan janin.

Kategori B : Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.

Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita

Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan

Kategori X : Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.

 

Mudahnya,

  • A= Tidak berisiko
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C= Mungkin berisiko
  • D= Ada bukti positif dari risiko
  • X= Kontraindikasi

(kategori obat untuk masa kehamilan dikutip dari http://klikfarmasi.net/keamanan-obat-pada-kehamilan-menurut-fda.html diakses 13 juli 2017)

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Teknologi Terbaru Kedokteran Gigi: Gigi Berlubang ...
views 1456
Di masa lalu, saat ada orang yang mengalami karies atau gigi berlubang, sebagian besar akan disarankan untuk dilakukan pencabutan sebagai solusi.T...
Bahaya Menambal Gigi Dengan Amalgam
views 1442
Tambal gigi amalgam, atau yang dikenal masyarakat sebagai tambal gigi perak, menyimpan bahaya. Sebabnya, amalgam diketahui memiliki kandungan zat merk...
CBT : Teknik Mengurangi Fobia Pasien Ke Dokter Gig...
views 1461
Beberapa orang ada yang ketakutan bukan main ketika diajak pergi ke dokter gigi. Kini, untuk menangani ketakutan tersebut, peneliti mengungkapkan bahw...
10 Reasons Why Dental Photography Should be an Ess...
views 147
Photography has always been considered an invaluable part of dentistry. With the advent of digital technology, imaging has become easier and more read...
Stress In Dentistry , It Could Kill You!
views 94900
Written by : Randy Lang. DDS, D.OrthoRecent Studies reported in dental literature confirm that dentists are subject to a variety of stress-related...
Laser: Era Baru Dunia Kedokteran Gigi
views 1038
Ditulis oleh : Drg. Eka Erwansyah, MKes, SpOrtSeringkali pasien yang telah ditambal giginya merasa telah mendapatkan perawatan dengan sinar la...
Ternyata Amalgam Masih Menimbulkan Pro Kontra Untu...
views 1048
Tambalan amalgamTambalan amalgam telah dipakai selama lebih dari 150 tahun. Tambalan amalgam terbuat dari percampuran merkuri cair (43-54%) dan be...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2