Wagub Jatim : 152 Puskesmas Di Jawa Timur Belum Ada Dokter Giginya

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) resmi berlaku awal 2016 lalu. Dalam rangkat meningkatkan daya saing dengan negara ASEAN lain, Indonesia terus berusaha memperbaiki kualitas sumber daya manusianya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, ada sejumlah profesi yang harus mendapat mendapatkan mutual recognation arrangement (MRA) atau pengaturan pengakuan kesetaraan di lingkup ASEAN. Salah satunya adalah profesi dokter gigi.

Menurut Saifullah, perbandingan jumlah dokter gigi dengan jumlah masyarakat saat ini sangat timpang. Wilayah Jawa Timur sendiri perbandingannya 1:10.000.

“Ideal perbandingannya 1:5000 penduduk,” kata Saifullah di sela Airlangga International Dental Expo (Aidentex) di Surabaya, Kamis (20/10/2016).

Disebutkan sebanyak 152 dari 960 puskesmas di 855 desa, tidak memiliki dokter gigi. Menurutnya, itu pun kebanyakan dokter gigi menumpuk di kota-kota besar saja.

BACA JUGA :

BISAKAH DOKTER GIGI MENJADI KEPALA PUSKESMAS?

puskesmas

“Bahkan lebih dari 40 persen dokter gigi berada di Surabaya. Dengan jumlah penduduk 38 juta jiwa, hanya 4.100 dokter gigi yang terdaftar di Jawa Timur dengan rasio 1:10 ribu penduduk,” terang Saifullah.

Selain dokter gigi, ada 7 profesi lainnya yang juga perlu kesetaraan, yakni arsitek, tenaga survei, akuntan, tenaga pariwisata, dokter, dan perawat.

Ia mengatakan, Pemprov Jatim sangat mendukung penyelenggaraan Aidentex, pameran yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dan digagas oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga.

“Kegiatan positif ini adalah bukti nyata geliat dokter gigi di Jawa Timur sebagai upaya memperkuat barisan profesional Indonesia dalam berkompetisi di era MEA,” tandasnya.

Sementara itu, Dekan FKG Unair, DR drg Darmawan Setijanto M.Kes, mengatakan, pameran ini ini diikuti 40 exhibitor dari berbagai daerah. Selain itu, Aidentex tidak lain untuk memudahkan para dokter gigi, khususnya dokter gigi muda dalam membuka praktek.

“Karena di tempat (pameran) ini tersaji banyak produk yang dibutuhkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kami ingin, mereka (dokter gigi) yang baru lulus bisa langsung berkarya dengan baik,” jelas Darmawan.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI :

Terima kasih :

http://news.detik.com

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.