web tracker Tootells : Inovasi Gigi Berbicara Untuk Tuna Netra - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Tootells : Inovasi Gigi Berbicara Untuk Tuna Netra

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Tujuannya sederhana, membantu kalangan tunanetra mengenal lebih jauh mengenai pentinganya kesehatan gigi dan mulut. Lima orang mahasiswa UGM membuat alat peraga gigi berukuran besar. Uniknya, alat peraga gigi ini terbuat dari bahan limbah serbuk kayu. Kendati begitu, gigi tiruan ini sudah dilengkapi sistem elektronis berbasis mikrokontroler, setiap bagian gigi yang disentuh mampu menghasilkan suara secara otomatis.

Alat peraga gigi interaktif ini dinamai ‘tootells’ atau gigi berbicara. Sebab tiap bagian gigi yang disentuh, kurang lebih selama satu menit, kita akan mendengarkan penjelasan mengenai bagian-bagian yang ada gigi atau penyakit pada gigi seperti email, dentin, pulpa, dan gigi berongga. “Kelebihan alat peraga gigi yang kita buat ini, selain besar, juga dilengkapai sensor sentuh, salah satu bagian ditekan akan muncul bunyi,” kata Aprialiani Astuti, mahasiswa dari Prodi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Jumat (16/5) didampingi empat anggota mahasiswa lainnya, Isti Noor Masita, Navikatul Ula, Hamzah Assaduddin, dan Brisma Meihar Arsandi.

April, demikian ia akrab disapa, menuturkan, pembuatan gigi ‘berbicara’ ini sasarannya awalnya dikhususkan untuk kalangan tunanetra namun tidak menutup kemungkinan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak dan orang dewasa untuk lebih tahu banyak kesehatan gigi dan mulut. “Alat peraga ini bisa jadi altenatif media pembelajaran untuk mempelajari anatomi gigi,” katanya.

image from https://www.ugm.ac.id
image from https://www.ugm.ac.id

Diakui April, selama ini alat media pembelajaran gigi yang sudah ada sangat sulit untuk menjelaskan lebih detail tentang anatomi gigi kepada para siswa tunanetra karena ukuran alat peraga gigi yang dibuat terlampau kecil. Ditambah adanya penjelasan otomatis tentang bagian yang dijelaskan pada gigi maka memudahkan siapa pun untuk lebih mengerti tentang gigi. “Karena itu kita sengaja pasangkan alat sensor dan mikrokontroler yang dilengkapi speaker didalam gigi ini,” kata Hamzah Assaludin, mahasiswa Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik.

Meski sudah tiga kali gagal, kata Hamzah, alat peraga yang dibuat sejak Februari lalu tersebut, menghabiskan biaya kurang lebih total Rp 3 juta. Tapi untuk sementra ini hanya ada satu gigi yang dibuat. “Kita baru membuat gigi geraham, sedangkan tiga jenis gigi lainnya akan kita buat juga,” katanya menambahkan.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait alasan mereka mimilih serbuk kayu sebagai bahan utama, dengan tegas Isti Noor Masita menjelaskan bahwa pemilihan bahan lebih dikarenakan untuk memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai. Selain murah dan mudah didapat, bahan tersebut cocok untuk membuat bentuk gigi tiruan. “Kita tahu, serbuk kayu jarang digunakan, lebih sering dibakar. Kita coba manfaatkan,” kata mahasiswa FKG UGM ini.

Sampai saat ini, media pembelajaran gigi ‘berbicara’ ini sudah dikenalkan pada salah satu Sekolah Luar Biasa khusus Tunanetra di Kota Yogyakarta. Menurut pengakuan April, banyak siswa tunatera yang menyambut baik kehadiran alat peraga ini. Selain memudahkan mereka tahu lebih banyak bagian anatomi gigi, siswa juga tahu beberapa penyakit pada gigi.

Sumber tulisan dan gambar :

https://www.ugm.ac.id

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Buat Minimalisir In...
views 212
Sejumlah mahasiswa UGM berhasil mengembangkan dental light arm  (Del-Arm) yang dapat menggantikan dokter saat memeriksa gigi hanya dengan isyarat tang...
Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang Temuan Redoncep UGM
views 488
Tang cabut gigi memegang peranan yang penting dalam dunia kesehatan di Indonesia. Menurut Riskesdas tahun 2007, 72,1% rakyat Indonesia mengalami gigi ...
Di Tangan Mahasiswa Ini, Jaring Laba-Laba Bisa Per...
views 213
Siapa sangka jaring laba-laba bisa mempercepat penyembuhan luka cabut gigi? Ya, ditangan empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, jaring laba-lab...
Mediglow : Permudah Dokter Gigi Periksa Pasien
views 345
Lima mahasiswa UGM berhasil mengembangkan Portable Medical Finger Glow (Mediglow) untuk mempermudah tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan gigi. Mer...
FKG UGM : Begini Caranya Perkenalkan Cuci Tangan Y...
views 165
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM punya cara yang unik untuk menyambut Dies Natalis mereka yang ke-68. Dalam acara pembukaan, Jumat (8/1), civitas ak...
Passing Grade Kedokteran Gigi UGM Tahun 2016
views 5695
Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengeluarkan informasi jumlah resmi pendaftar strata satu tahun 2015 lewat jalur SNMPTN. Informasi berupa data jum...
UGM : Dokter Gigi Harus Berjuang Hadapi MEA
views 1050
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) secara resmi diberlakukan pada tahun 2016. Dampaknya, persaingan antar tenaga kerja di kawasan Asia Tenggara tidak tere...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0