web tracker Terobosan Baru. Sariawan? Diplester Saja - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Terobosan Baru. Sariawan? Diplester Saja

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook7Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

plester-sariawan-2

Selama ini, jika orang sakit sariawan, lebih sering diobati dengan obat tetes atau oles pada bagian yang luka dan umumnya akan terasa perih. Kini, berkat kemajuan dalam dunia pengobatan, menyembuhkan sariawan tanpa harus merasa perih dan hasilnya lebih efektif telah ditemukan plester sariawan merek Ulceloocin.

Plester sariawan ini bekerja efektif, tanpa rasa perih, dan aman. Saat kontak dengan cairan luka, plester akan berubah menjadi gel yang melekat kuat di tempat luka. Sehingga saat itu juga tidak terasa perih lagi. Plester itu merupakan sediaan hydrogel kering yang tidak mengandung bahan tambahan lain ataupun obat. Sangat aman bila tertelan.

BACA JUGA : Adakah Garansi Dalam Perawatan Kedokteran Gigi?

Plester ini bisa digunakan orang dewasa maupun anak-anak. Yang pasti telah direkomendasikan oleh dokter gigi. Menurut drg Rahmi Amtha MDS, SpPM, Phd dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, bersama timnya, drg Marcia SpPM dan Anggia Irma Aninda, yang telah melakukan penelitian, berkesimpulan bahwa Plester Sariawan aman dan ampuh digunakan untuk sariawan.

plester-sariawan

”Kami telah melakukan penelitian terhadap Plester Sariawan. Ini sesuatu yang baru dan dapat menjadi pilihan alternatif pengobatan sariawan. Mengapa demikian, karena salah satu prinsip dasar mengobati sariawan adalah obat atau bahan yang dipakai harus mampu bersifat covering agent, sehingga memberikan kesempatan pada jaringan luka atau sariawan untuk beregenerasi dan akhirnya menyembuh. Plester ini memiliki kemampuan itu. Saat ini masih belum terlalu banyak bahan yang bisa mengurangi rasa sakit melalui kemampuannya dalam memproteksi lesi dengan baik, ” ungkap drg Rahmi saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Ia juga menambahkan pada penelitiannya itu didapatkan hasil bahwa daya cengkeram obat itu sangat baik dan tidak ada perbedaan bermakna dengan penggunaan obat jenis orabase.

Cara penggunaan Plester Sariawan pun cukup mudah. Tinggal menempelkan plester tersebut pada bagian yang luka (dalam keadaaan basah terbilas oleh air liur) sebelum makan. Tunggu sampai 4 hari, luka akan sembuh dan atau membaik. Sariawan klasik (bukan dilatarbelakangi oleh faktor sistemik atau lainnya) akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Namun, jika dalam waktu tersebut belum juga sembuh, drg Rahmi menyarankan untuk segera memeriksakan luka tersebut ke dokter spesialis gigi dan mulut untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA : Benarkah Sikat Gigi Setelah Bangun Tidur Bisa Keracunan?

Sariawan merupakan penyakit mulut yang umum terjadi dan menyerang 25% dari populasi berbagai kalangan usia: baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia. Sariawan lebih sering menyerang wanita dewasa muda serta masyarakat menengah atas akibat faktor stres.

Sariawan sebenarnya luka ringan yang dapat sembuh sendiri (self- limiting disease) dalam waktu 10-14 hari untuk sariawan jenis kecil ringan (minor) dan 4 minggu untuk jenis yang berat (major).

Walaupun penyakit ringan, sariawan dapat mengganggu penderita sehingga mempengaruhi kualitas hidup kesehariannya.

Faktor penyebab sariawan antara lain trauma (tergigit/sikat gigi/kawat gigi), genetik, berhenti merokok, perubahan hormon, stres, dan defisiensi nutrisi.

Menurut drg Rahmi, orang terkena sariawan itu biasanya disebabkan beberapa faktor. Secara awam, semua luka dalam mulut kerap disebut sariawan. Kalau hanya sariawan biasa, seseorang sering cenderung mengabaikan. Sesungguhnya sariawan hanya menggambarkan adanya kondisi luka pada jaringan lunak mulut yang sering menimbulkan rasa sakit.

BACA JUGA : Dental Hypnosis : Solusi Atasi Kecemasan Pasien

”Dalam bahasa kedokteran sariawan dikenal dengan nama stomatitis aftosa. Luka seperti stomatitis aftosa mirip dengan sariawan yang disebabkan karena akibat infeksi, autoimun, reaksi alergi, dan lain-lain. Hal ini harus dibedakan dengan luka atau sariawan yang terjadi karena latar belakang trauma. Baik trauma fisik, psikis, trauma termal ataupun trauma kimia,” terangnya.

Namun pada umumnya, orang terkena sariawan karena daya tahan tubuh yang rendah. Juga dapat karena rendahnya nutrisi yang masuk. Ini yang bisa mengakibatkan sariawan terjadi secara berulang-ulang. Cara pengobatannya harus melihat secara detil faktor penyebab sariawan tersebut. Baru bisa melakukan rencana perawatan yang komprehensif sehingga bisa sembuh total.

DR DANIEL HARIYONO SP.ORT : KURANGI ALERGI ASMA DENGAN PIJAT GIGI

image from http://kabarimbo.com/
image from http://kabarimbo.com/

Terima kasih

http://www.mediaindonesia.com

https://www.tokopedia.com (Gambar)

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook7Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0