invisible hit counter Ternyata Naik Pesawat Lebih Bahaya dari Foto Ronsen Gigi - dental.id

Ternyata Naik Pesawat Lebih Bahaya dari Foto Ronsen Gigi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook8Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Radiografi dental atau ronsen gigi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari perawatan gigi. Tindakan di bidang kedokteran gigi yang membutuhkan prosedur ronsen meliputi perawatan saluran akar, pencabutan gigi, perawatan ortodonti, bedah periodontal, dan lainnya. Baik untuk diagnosis awal maupun melihat hasil perawatan. Adakalanya seorang pasien akan dironsen beberapa  kali, terutama jika dirawat saluran akarnya.

Ada rumor yang beredar di masyarakat bahwa radiasi dapat menimbulkan kanker dan gangguan kesehatan. Kekhawatiran ini muncul dari kurangnya informasi mengenai dosis radiasi yang diterima saat pasien difoto ronsen. Hal ini membuat masyarakat menjadi antipati terhadap prosedur tersebut dan enggan untuk dirawat jika perlu dironsen. Padahal prosedur ini sangat penting dilakukan untuk kelangsungan perawatan.

Menurut American Dental Association (ADA) dalam satu kali foto ronsen gigi pasien akan mendapatkan radiasi sebesar 0,0032-0,0050 milisivert. Jumlah ini hanya sebanding dengan 50x makan buah pisang. Tentu sangat kecil jika dibandingkan dengan kegiatan lain yang memberikan radiasi tanpa disadari. Berikut gambarannya:

 

Dalam satu hari, rata-rata manusia terekspos dengan radiasi dari alam sebesar 0,0075 mSv. Hal ini sebanding dengan 1,5x difoto ronsen. Dosis radiasi yang mengenai seseorang dalam satu jam perjalanan udara sebanding dengan satu kali foto ronsen gigi. Jika orang tersebut naik pesawat dari Jakarta ke Medan, maka radiasi yang didapat akan sebanding dengan hampir 3x foto ronsen. Ditambah sedikit radiasi (0,00025 mSv) dari pemeriksaan tubuh di setiap airport scanner.

Apakah paparan radiasi dengan dosisi ini membahayakan?

Dosis radiasi yang dapat menimbulkan efek kesehatan baru akan terasa setelah 100 mSv. Dosis sebesar itu dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Ini setara dengan 1.000.000x makan pisang, 20.000x difoto ronsen, atau 4.000x naik pesawat Jakarta-Medan pulang pergi. Sedangkan dalam perawatan di bidang kedokteran gigi, pasien rata-rata hany mendapat 4-5 kali foto ronsen yang dilakukan dalam jangka waktu beberapa saat. Sehingga bisa dikatakan bahwa prosedur ronsen gigi sangat aman untuk dilakukan.

Oleh karena itu jangan takut untuk difoto ronsen. Demi diagnosis dan perawatan yang optimal untuk gigi Anda.

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Teknologi Terbaru Kedokteran Gigi: Gigi Berlubang ...
views 1462
Di masa lalu, saat ada orang yang mengalami karies atau gigi berlubang, sebagian besar akan disarankan untuk dilakukan pencabutan sebagai solusi.T...
Bahaya Menambal Gigi Dengan Amalgam
views 1452
Tambal gigi amalgam, atau yang dikenal masyarakat sebagai tambal gigi perak, menyimpan bahaya. Sebabnya, amalgam diketahui memiliki kandungan zat merk...
CBT : Teknik Mengurangi Fobia Pasien Ke Dokter Gig...
views 1469
Beberapa orang ada yang ketakutan bukan main ketika diajak pergi ke dokter gigi. Kini, untuk menangani ketakutan tersebut, peneliti mengungkapkan bahw...
10 Reasons Why Dental Photography Should be an Ess...
views 148
Photography has always been considered an invaluable part of dentistry. With the advent of digital technology, imaging has become easier and more read...
Stress In Dentistry , It Could Kill You!
views 94912
Written by : Randy Lang. DDS, D.OrthoRecent Studies reported in dental literature confirm that dentists are subject to a variety of stress-related...
Laser: Era Baru Dunia Kedokteran Gigi
views 1045
Ditulis oleh : Drg. Eka Erwansyah, MKes, SpOrtSeringkali pasien yang telah ditambal giginya merasa telah mendapatkan perawatan dengan sinar la...
Ternyata Amalgam Masih Menimbulkan Pro Kontra Untu...
views 1054
Tambalan amalgamTambalan amalgam telah dipakai selama lebih dari 150 tahun. Tambalan amalgam terbuat dari percampuran merkuri cair (43-54%) dan be...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook8Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0