Swamedikasi Obat Oleh Masyarakat (Self-Medication)

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Ditulis oleh :

Mayu Winnie Rachmawati

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1993) mendefinisikan swamedikasi adalah inisiatif berupa kegiatan atau upaya seseorang dalam mengobati gejala penyakit dan keluhan pada diri sendiri dengan obat-obatan yang dibeli di toko obat atau apotek secara bebas tanpa konsultasi dengan dokter.

Kegiatan swamedikasi ini merupakan aktivitas oleh seseorang dengan tujuan tertentu, misal untuk mengobati gejala atau penyakitnya yang dikenali oleh dirinya sendiri, sebagai usaha untuk meningkatkan kesehatannya, atau kontinuitas pengobatan rutin penyakit kronis yang disandangnya setelah melalui saran atau pengawasan dari dokter yang merawatnya.

Keinginan atau naluri masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik merupakan hal yang sangat wajar. Terlepas dari ada atau tidaknya komunikasi dengan dengan dokter. Namun, tidak sepenuhnya benar bahwa penyakit atau gejala yang disandang pasti memerlukan pengobatan secara farmakologis menggunakan obat-obatan, terutama obat yang dapat dibeli bebas di pasar.

Masyarakat dapat membeli dan memilih obat-obatan yang dikehendaki. Dari berbagai merek dan harga, juga zat aktif yang terkandung di dalamnya, bahkan obat yang diproduksi atau diimport dari luar negeri, semua diserahkan kepada konsumen.

Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa penggunaan obat terutama obat kimia merupakan hal yang tidak sepenuhnya dapat digunakan tanpa adanya pengawasan dari dokter atau apoteker.

Obat yang berbasis kimiawi justru dapat beraksi menjadi racun jika tidak digunakan secara bijaksana. Bukan efek terapi yang nantinya akan diperoleh, namun ada beberapa hal yang justru akan merugikan konsumennya. Semisal adalah adanya reaksi yang tidak diharapkan atau adverse drug reaction yang terjadi karena tidak adanya aturan pakai yang sesuai, atau karena adanya zat yang terkandung di dalam obat yang tidak diketahui oleh konsumen, sehingga terjadi reaksi yang dapat membahayakan keselamatannya. Reaksi lain yang mungkin timbul adalah reaksi alergi.

Alergi akibat pemakaian obat-obatan terjadi juga karena terdapatnya kondisi yang sensitif terhadap obat yang diminum, tanpa disadari oleh konsumennya. Reaksi alergi yang tidak tertangani dengan baik dan tepat akan menimbulkan adverse drug reaction.

Oleh sebab itu maka sebaiknya bijaksana dalam mengonsumsi obat-obatan bebas, meski dapat diperoleh atau dibeli secara bebas, akan tetapi lebih baik jika dicermati penggunaannya, dikonsultasikan kepada pihak apoteker tempat obat tersebut dibeli, dan juga pasien atau masyarakat menemuni mantri kesehatan yang sudah tersebar di pelosok desa atau bahkan dusun.

Mengunjungi pusat kesehatan (PUSKESMAS) setempat atau jika memungkinkan berkunjung ke dokter terdekat, adalah langkah bijaksana.

Terima kasih

https://www.linkedin.com/pulse/swamedikasi-obat-oleh-masyarakat-self-medication-rachmawati/

Foto :

http://www.mipa-farmasi.com/

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.