website statistics
Home > Perawatan Gigi > Suara Bor Lebih Mengerikan Dibanding Rasa Sakit Gigi

Suara Bor Lebih Mengerikan Dibanding Rasa Sakit Gigi

Advertisement
Advertisement

Halo Sahabat Dental

Ada yang disini sedang mengalami sakit gigi tapi tidak berani ke dokter gigi?

Ternyata membayangkan rasa sakit saat gigi dicabut membuat beberapa orang merasa cemas saat berkunjung ke dokter gigi. Namun, penelitian di Jepang menunjukkan bahwa suara peralatan yang dipakai dokter justru lebih menyeramkan dibandingkan rasa sakitnya.

Oh gitu…memang sih suara bornya bagi sebagian masyarakat terdengar ngeri walopun sebenarnya tidak sengeri itu.

Para ilmuwan dari Jepang melaporkan hal itu dalam pertemuan tahunan Society of Neuroscience di San Diego, Amerika Serikat baru-baru ini. Mereka mengatakan bahwa, stres saat berada di dokter gigi lebih banyak disebabkan oleh ketakutan karena terteror suara peralatan seperti bor dan alat lainnya.

Penelitian sebelumnya di Inggris juga menunjukkan bahwa 10 persen populasi mengalami kecemasan yang ekstrem saat mengunjungi dokter gigi. Yang mengkhawatirkan, sebagian besar di antaranya akhirnya memilih untuk tidak memeriksakan gigi akibat kecemasan tersebut.

Kecenderungan untuk menunda atau membatalkan pemeriksaan dikhawatirkan bisa membuat masalah-masalah ringan pada gigi dan mulut berkembang menjadi lebih serius karena terlambat mendapat penanganan. Karena itu, para ilmuwan berusaha mencari tahu apa penyebab kecemasan itu.

BACA JUGA :

ALAT INI BISA MENGHILANGKAN SUARA BOR DOKTER GIGI

image from www.head-fi.org
image from www.head-fi.org

Dengan menggunakan teknologi Functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), para ilmuwan mengamati reaksi otak saat mendengarkan berbagai jenis sumber suara. Hasil pengamatan itu menunjukkan, suara peralatan mesin dokter gigi memang memicu kecemasan tingkat tinggi.

Kelompok partisipan dengan tingkat kecemasan tinggi menunjukkan peningkatan aktivitas otak di bagian caudate nucleus yang bertanggung jawab pada proses pembelajaran, saat mendengarkan suara alat-alat mesin dokter gigi. Peningkatan yang sama juga teramati pada partisipan dengan tingkat kecemasan rendah.

“Kami percaya temuan ini bisa diterapkan untuk menilai efektivitas intervensi seperti terapi perilaku kognitif pada pasien yang mengalami ketakutan tinggi terhadap perawatan gigi,” kata ilmuwan Hirokuyi Karibe seperti dilansir laman Daily Mail.

Nah setelah membaca ini mungkin Sahabat Dental malah jadi bingung. Tapi saran Den Talid kalian tetep ke dokter gigi dulu dan diskusi dengan dokter giginya.

Siapa tau dokter giginya punya tips-tips jitu biar Sahabat Dental tidak cemas lagi dengan bor atau apapun yang berhubungan dengan kedokteran gigi.

Jika Sahabat Dental punya saran, pertanyaan atau komentar tentang topik ini, silakan bagikan di kolom komentar di bawah atau kunjungi Fanspage Sahabat Dental untuk tips tentang perawatan gigi yang lebih mendalam. 

ARTIKEL POPULER MINGGU INI :

Terima kasih

http://www.jpnn.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Yang Disukai dan Tidak Disukai Pasien saat Berkunj...
views 212
Kepuasan serta hubungan yang baik dengan pasien adalah tujuan setiap dokter gigi. Tentu saja dokter gigi berusaha melakukan yang terbaik demi terjalin...
Pentingnya Pembuatan Gigi Tiruan Lepasan Sesuai De...
views 33
Gigi berfungsi penting dalam proses mengunyah, berbicara dan estetik wajah. Umumnya, manusia memiliki 32 gigi untuk melakukan fungsi tersebut. Namun, ...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id