invisible hit counter Siwak, Rasul dan Rongga Mulut - dental.id

Siwak, Rasul dan Rongga Mulut

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook11Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2
Ads
Advertisement

Upaya manusia dalam merawat dan menjaga kesehatan rongga mulut telah dilakukan sejak peradaban manusia itu pertama kali muncul. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merawat dan membersihkan gigi dengan menggunakan siwak/miswak.

Siwak adalah alat pembersih gigi tradisional dan alami yang berasal dari ranting atau akar pohon arak (Salvadore persica). Pohon yang termasuk dalam bagian semak belukar ini banyak dijumpai di kawasan Timur Tengah, Asia dan Afrika.

Bagi peradaban Islam, siwak mendapat perhatian khusus. Baginda Rasulullah SAW bahkan mensunnahkan umat muslim untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan memanfaatkan siwak. Sebagaimana tampak dari hadits berikut,

“Siwak membersihkan gigi dan ini menyenangkan Allah. Setiap kali Jibril mengunjungiku, dia menyuruhku menggunakan siwak, hingga aku pun khawatir bahwa menggunakan siwak diwajibkan. Seandainya tidak merepotkan umatku, aku akan mewajibkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Namun, jika ditelusuri lebih dalam, penggunaan siwak ini telah dilakukan jauh sebelum Rasulullah SAW diutus ke dunia. Dalam jurnal yang berjudul Miswak (chewing Stick): A Cultural and Scientific Heritage (Saudi Dental Journal 1999), karangan Ra’ed Al Sadhan dan Khalid Almas, disebutkan bahwa siwak/miswak sudah digunakan sejak peradaban Babilonia sekitar 7000 tahun yang lalu.

Kemudian, siwak juga digunakan oleh peradaban Yunani dan Romawi. Lalu, siwak dimanfaatkan juga oleh orang Yahudi dan umat muslim hingga hari ini. Bisa dikatakan, peradaban Islam berandil besar dalam mempopulerkan penggunaan siwak ke seluruh dunia hingga sekarang.

Melihat lintas sejarah siwak itu tentu menarik. Terutama peranannya dalam membantu meningkatkan kualitas kesehatan rongga mulut. Di zaman modern ini, semua hal menuntut penjelasan ilmiah dan rasional. Di sini timbul pertanyaan, mengapa siwak bisa digunakan sebagai alat untuk membersihkan gigi dan mulut?. Memang, ada apa sih di dalam siwak itu?. Bagaimana proses mekanisme siwak dalam menjaga kesehatan rongga mulut?.

Siwak dan Keilmiahan

Bentuk siwak yang berupa ranting pohon ini, jika dikupas akan terlihat warna keputihan dan berserat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih. Aromanya seperti seledri dan rasanya agak pedas. Batang siwak berdiameter kecil, sehingga mampu menjangkau sela-sela gigi.

Picsource: perawatankulitwajah.com

Di sisi lain, batang siwak bersifat lembut sehingga mampu menghilangkan plak dan aman untuk gusi. Plak dan bakteri adalah penyebab utama penyakit pada gigi dan gusi. Oleh sebab itu, dari segi teknis dan penggunaannya, siwak sangat bermanfaat dalam membersihkan gigi dan sisa makanan pada rongga mulut.

Tidak hanya dalam aspek teknis, dalam aspek kimiawi, siwak mengandung bahan-bahan yang sangat bermanfaat. Dalam jurnal U.S. National Library of Medicine (2012), karya Hassan Suliman, disebutkan bahwa kandungan alami siwak terdiri dari antibacterial acids yang berfungsi untuk membunuh bakteri.

Selain itu, terdapat kandungan alami lainnya seperti klorida, fluoride, silika, sulfur, vitamin C, pottasium dan sodium bicarbonate yang berguna untuk membersihkan, memutihkan dan menyehatkan gigi serta gusi. Gazi et al. (1987), mengatakan bahwa ekstrak dari siwak ini dapat menurunkan jumlah bakteri gram negatif dalam rongga mulut.

Tidak kalah dengan luar negeri, di Indonesia pun siwak juga diteliti lebih jauh bahkan spesifik. Dalam Vania Salsabila Kamil et al. (2013), ditemukan bahwa ekstrak dari siwak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis (P. Gingivalis). P. Gingvalis adalah bakteri yang bertanggung jawab atas terjadinya penyakit gusi seperti gingivitis dan periodontitis. Di samping itu, P. Gingivalis juga dapat berperan dalam terjadinya aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah peradangan yang terjadi pada pembuluh darah akibat penumpukan plak. Lalu, gingivitis merupakan peradangan pada gusi yang belum disertai oleh kerusakan jaringan di sekitar gigi. Gingivitis yang didiamkan dan tidak dirawat akan berkembang menjadi periodontitis.

Periodontitis adalah penyakit gusi tingkat lanjut yang disertai dengan kerusakan jaringan di sekitarnya, misal : kerusakan tulang alveolar. Rusaknya tulang alveolar sebagai penyangga gigi, dapat menyebabkan gigi goyang dan akhirnya lepas.

Plak dan karang gigi menyebabkan gingivitis

Periodontitis dapat mengakibatkan kehilangan gigi

Jika melihat banyaknya manfaat siwak dalam segi teknis dan kimiawinya itu terhadap rongga mulut, maka penelitian tentang siwak ini harus dikembangkan lebih jauh. Kandungan alami siwak, terutama yang bersifat antibacterial, dapat diaplikasikan ke dalam pasta gigi atau obat kumur.

Atau mungkin bisa diolah menjadi hal lain yang lebih baru dan progresif?. Atau kita bisa memanfaatkan tumbuh-tumbuhan alami lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan rongga mulut. Pada titik ini, tentu diperlukan sebuah wadah diskusi dan eksperimen agar ilmu kedokteran gigi mengalami kemajuan, khususnya di Indonesia, yang memiliki kultur alami dan tradisional.

Rongga Mulut dan Bakteri

Di dalam rongga mulut terdapat ludah (saliva). Ludah menjadi komponen utama sebagai tempat tumbuhnya bakteri. Ludah ini berasal dari kelenjar ludah. Ada 3 kelenjar ludah di dalam rongga mulut manusia yaitu, kelenjar parotis, kelenjar sublingualis dan kelenjar submandibularis.

 

Ludah mempunyai fungsi penting dalam kehidupan manusia. Selain digunakan sebagai pelumas makanan agar mudah dicerna, ia juga berguna sebagai larutan buffer dan imunitas. Larutan buffer ini berfungsi menjaga pH rongga mulut agar tetap seimbang.

Karena adanya ludah, maka rongga mulut merupakan tempat yang lembab. Oleh sebab itu, bakteri sangat mudah berkembang biak dalam mulut. Bakteri di dalam mulut ini berkembang biak dan membentuk apa yang disebut dengan biofilm. Di dalam mulut terdapat lapisan tipis yang dinamakan pellicle. Ia melekat erat pada seluruh jaringan dan organ yang terdapat di dalam mulut. Karena adanya pellicle ini, maka bakteri mudah menempel dan berkembang biak.

Ludah mengandung senyawa glikoprotein. Senyawa ini menempel erat dengan pellicle sehingga menjadi media bagi bakteri untuk berkoloni dan membentuk plak. Apa itu plak?.

Plak adalah lapisan lunak yang tidak mengeras (kalsifikasi) tersusun atas bakteri dan menempel pada seluruh bagian rongga mulut. Nah, plak ini lah yang kemudian bertanggung jawab atas terjadinya penyakit rongga mulut seperti karies dan radang pada gusi.

Perlu digarisbawahi, di dalam mulut terdapat dua jenis bakteri, bakteri gram positif dan negatif. Keduanya berperan dalam menjaga keseimbangan pH rongga mulut. Ketika keseimbangan pH ini terganggu, jumlah bakteri gram negatif menjadi lebih banyak sehingga dapat mengakibatkan terjadinya penyakit seperti karies gigi dan radang pada gusi.

Jika disimpulkan maka urutan terjadinya penyakit di dalam rongga mulut adalah sebagai berikut : Ludah mengandung senyawa glikoprotein–>membentuk lapisan pellicle–>bakteri menempel pada pellicle–>bakteri berkoloni–>membentuk plak–>plak menumpuk–>penyakit gigi dan gusi.

Kesimpulan

Apabila kita hubungkan antara bahan alami yang dikandung siwak dengan rongga mulut, maka dapat disimpulkan zat antibacterial dalam siwak dapat menekan pertumbuhan bakteri gram negatif dan bermanfaat untuk mengontrol plak. Ketika pertumbuhan bakteri gram negatif ini dapat dikontrol, maka kemungkinan penyakit gigi dan gusi tingkat lanjut dapat dihindari.

Oleh sebab itu, pemanfaatan kandungan siwak ini perlu dikembangkan, terutama di Indonesia. Mengingat, angka penyakit gigi dan gusi di Indonesia masih berada pada taraf yang tinggi.

Jika ada pertanyaan, lho, jadi selama ada ludah, maka pasti akan selalu ada risiko terkena penyakit rongga mulut dong?. Nah, oleh karena itulah kita perlu menjaga dan membersihkan rongga mulut dengan rutin dan berkala. Tujuannya adalah agar plak dan bakteri di dalam mulut itu tetap terkontrol dan tidak melebihi batas yang dapat merugikan kesehatan rongga mulut.

Rasulullah SAW saja mampu membersihkan giginya dengan teratur, padahal fasilitas dan alat kesehatan pada masanya belum berkembang pesat. Hal itu menunjukan bahwa menjaga kesehatan rongga mulut bukanlah hal yang remeh. Lalu, mengapa banyak orang yang berada di zaman serba maju ini malah malas?.

Bukankah ada peribahasa yang berbunyi, “Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Jadi, semakin terawat dan bersih rongga mulut seseorang maka semakin tinggi juga tingkat keimanan. Logis bukan?.

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Teknologi Terbaru Kedokteran Gigi: Gigi Berlubang ...
views 1462
Di masa lalu, saat ada orang yang mengalami karies atau gigi berlubang, sebagian besar akan disarankan untuk dilakukan pencabutan sebagai solusi.T...
Bahaya Menambal Gigi Dengan Amalgam
views 1452
Tambal gigi amalgam, atau yang dikenal masyarakat sebagai tambal gigi perak, menyimpan bahaya. Sebabnya, amalgam diketahui memiliki kandungan zat merk...
CBT : Teknik Mengurangi Fobia Pasien Ke Dokter Gig...
views 1469
Beberapa orang ada yang ketakutan bukan main ketika diajak pergi ke dokter gigi. Kini, untuk menangani ketakutan tersebut, peneliti mengungkapkan bahw...
10 Reasons Why Dental Photography Should be an Ess...
views 148
Photography has always been considered an invaluable part of dentistry. With the advent of digital technology, imaging has become easier and more read...
Stress In Dentistry , It Could Kill You!
views 94912
Written by : Randy Lang. DDS, D.OrthoRecent Studies reported in dental literature confirm that dentists are subject to a variety of stress-related...
Laser: Era Baru Dunia Kedokteran Gigi
views 1045
Ditulis oleh : Drg. Eka Erwansyah, MKes, SpOrtSeringkali pasien yang telah ditambal giginya merasa telah mendapatkan perawatan dengan sinar la...
Ternyata Amalgam Masih Menimbulkan Pro Kontra Untu...
views 1054
Tambalan amalgamTambalan amalgam telah dipakai selama lebih dari 150 tahun. Tambalan amalgam terbuat dari percampuran merkuri cair (43-54%) dan be...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook11Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2

You may also like...