website statistics
Home > Ilmiah > Sakit Gigi Jangan Dihilangkan

Sakit Gigi Jangan Dihilangkan

Advertisement
Advertisement

Selama saya berinteraksi dengan masyarakat awam yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut, pertanyaan yang paling umum ditanyakan adalah mengenai obat sakit gigi. Mulai dari pertanyaan paling halus sampai paling frontal. Mulai dari menanyakan nama obat, merek patennya, antinyeri, antibiotik, sampai herbal-herbal yang diduga dapat menyembuhkan sakit gigi pernah ditanyakan ke saya. Sudah tentu demi keamanan pasien, semua yang bertanya saya anjurkan untuk periksa saja ke dokter gigi terdekat.

Perihal sakit gigi ini turut membawa saya dalam pengetahuan baru mengenai kreatifitas masyarakat Indonesia dalam menghadapi sakit gigi. Ada anjuran-anjuran untuk memasukkan bawang putih atau minyak cengkeh ke lubang pada gigi, hingga menempatkan satu jenis obat antinyeri pada lubang gigi agar gigi tersebut pecah dan perlahan-lahan “lepas sendiri”. Semua hal ini dilakukan agar sakit gigi “hilang”. Meskipun dalam beberapa kasus, menghilangkan sakit gigi ini berarti mematikan saraf gigi atau membuat gigi tanggal dengan tidak sempurna. Yang kurang dipahami masyarakat adalah, masalah pada gigi tidak berhenti dengan hilangnya rasa sakit.

Sakit gigi umumnya dirasakan ketika jaringan keras gigi rusak dan berlubang akibat aktivitas bakteri. Jika dibiarkan, lubang akan semakin membesar dan dalam sehingga jaringan saraf yang berpusat di area tengah gigi mengalami iritasi dan nyeri. Obat penghilang rasa sakit dapat meredakan nyeri selama beberapa saat. Obat antibiotik dapat membunuh bakteri selama beberapa waktu. Namun, jaringan keras gigi tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri, sehingga rasa nyeri akan datang lagi selama kerusakan jaringan keras gigi tidak dirawat. Oleh karena itu dibutuhkan perawatan seperti penambalan, perawatan saluran akar, atau pencabutan gigi.

Berikut ini adalah bahaya yang mengintai jika sakit gigi hanya dihilangkan tanpa perawatan yang memadai dari dokter gigi.

 

  1. Gigi lebih rentan terhadap infeksi

Rasa nyeri atau sakit merupakan “alarm” tubuh untuk menyatakan ada yang salah pada gigi. Dengan matinya saraf gigi, bakteri dapat leluasa beraktivitas pada gigi tanpa Anda sadari. Akibatnya dapat muncul infeksi dan rasa sakit yang lebih parah.

  1. Biaya perawatan bertambah

Lubang gigi yang belum terlalu besar adakalanya hanya perlu ditambal. Tetapi jika sudah membesar dan mengenai saraf, perlu perawatan saraf gigi. Perawatan yang terakhir ini biayanya lebih mahal dan butuh waktu lebih lama untuk diselesaikan dibandingkan dengan penambalan biasa.

  1. Muncul penyakit mulut lain 

Bau mulut dan sariawan dapat diderita oleh orang yang memiliki gigi yang tidak terawat karena aktivitas bakteri yang meningkat. Selain itu, gigi yang berlubang besar biasanya tidak digunakan untuk mengunyah sehingga di daerah tersebut banyak terbentuk karang gigi yang dapat menyebabkan radang gusi. Anda akan perlu membersihkan karang gigi tersebut dengan perawatan skeling yang membutuhkan biaya lagi.

 

Jika Anda mengalami sakit gigi, jangan makan obat atau ramuan sembarangan. Segera periksa ke dokter gigi terdekat supaya penyebab sakit gigi bisa dihilangkan dengan perawatan yang tepat dan hal-hal diatas tidak keburu Anda derita.

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

(Tidak) Cabut Gigi Mata Jadi Buta?
views 267
Ada kepercayaan yang berkembang di masyarakat bahwa tindakan pencabutan gigi bisa membuat mata menjadi buta. Hal ini didasari pendapat yang menyat...
Cukupkah Sekedar Minum Obat untuk Atasi Sakit Gigi...
views 209
Ditulis oleh : Ahmad Ridwan Sakit gigi akibat gigi berlubang merupakan salah satu keluhan yang cukup sering ditemui di masyarakat. Sakit gigi ini ter...
Teknologi Terbaru Kedokteran Gigi: Gigi Berlubang ...
views 1339
Di masa lalu, saat ada orang yang mengalami karies atau gigi berlubang, sebagian besar akan disarankan untuk dilakukan pencabutan sebagai solusi. T...
Waspada Sakit Gigi Mengintai Saat Mudik dan Lebara...
views 78
Kemacetan mudik (foto: viva.co.id) Lebaran semakin dekat, arus mudik semakin padat. Berbondong-bondong ke kampung halaman jadi tujuan, terlebih cu...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1Pin on Pinterest0