invisible hit counter Pentingnya Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak - dental.id

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Ditulis Oleh : drg. Tiara Oktavia Saputri

Children’s physical and emotional health are strongly influenced by how well their families function  (Edward L. Schor)

Semua anak-anak akan tumbuh menjadi dewasa dan kesehatan selama masa kanak-kanak dapat mempengaruhi kesehatannya di usia dewasa, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Di Indonesia kaitannya dengan kesehatan gigi anak, data Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013 menyebutkan bahwa 24,8% anak usia 12 tahun kebawah memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut dan hanya 28,4% saja yang mendapat perawatan oleh tenaga medis.

gigi anak

sumber foto : www.hidupsehat.tips

Pada tahun 2013 indeks gigi berlubang yang dihitung dari banyaknya kerusakan gigi yang pernah dialami seseorang, baik berupa Decay/D (jumlah gigi permanen yang berlubang dan belum diobati atau ditambal), Missing/M (jumlah gigi permanen yang dicabut atau masih berupa sisa akar), dan Filling/F (jumlah gigi permanen berlubang yang telah ditambal) adalah sebesar 4,6.

Apabila ditinjau berdasarkan klasifikasi WHO angka tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Fakta tersebut menyadarkan kita semua bahwa masih perlu usaha ekstra untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.

Mengutip pernyataan Edward L. Schor dalam bukunya yang berjudul Family Pathways to Child Health, kesehatan fisik dan emosi anak sangat dipengaruhi oleh fungsi keluarga anak tersebut tidak terkecuali kesehatan gigi dan mulutnya. Berbicara mengenai keluarga maka tak salah jika menyebut orang tua sebagai salah satu sosok paling penting dan paling dekat dengan anak.

Untuk itu, orang tua seharusnya sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut anaknya sangat bergantung pada dirinya, setidaknya, sampai anak tersebut sadar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sendiri. Maka dari itu pula penting bagi seorang orang tua memiliki sedikit pengetahuan umum tentang kesehatan gigi dan mulut anak.

Apa Saja yang Perlu Menjadi Perhatian Orang tua?

Anak adalah individu yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu masih terjadi perubahan pada bentuk dan fungsi tubuh secara konstan. Selama proses pertumbuhan ini ada sebuah interaksi antara jaringan keras dan jaringan lunak menuju terbentuknya suatu fungsi bersama struktur tubuh yang sedang dibentuk.

Proses pertumbuhan ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal contohnya genetik sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan, nutrisi, pola hidup dan kebiasaan. Komponen-komponen tersebut akan saling berinteraksi sesuai aturan pertumbuhan.

Untuk itu, agar terbentuk sebuah struktur tubuh yang normal, termasuk dalam hal ini gigi geligi, diperlukan adanya keharmonisan selama proses interaksi antar komponen tersebut. Disinilah peran orang tua menjadi sangat penting, yakni membantu memastikan bahwa segala hal berjalan sebagaimana mestinya terutama sekali kaitannya dengan faktor eksternal yang sebisa mungkin harus dikontrol agar mendukung pertumbuhan gigi geligi secara normal, bukan sebaliknya.

Jadwal Pertumbuhan Gigi Anak

Selain faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya, jadwal pertumbuhan gigi anak juga perlu menjadi perhatian orang tua. Jadwal pertumbuhan gigi ini meliputi waktu tumbuh gigi susu dan waktu tumbuh gigi tetap atau permanen.

Pengetahuan akan jadwal pertumbuhan gigi ini penting agar dapat dideteksi secara dini apabila terjadi kelainan atau keterlambatan pertumbuhan gigi sehingga dapat segera diperiksakan ke dokter gigi.

Gigi anak mulai muncul pada usia 5-6 bulan, dan akan lengkap pada usia 2-2,5 tahun (20 gigi). Fungsi dari gigi anak ini antara lain untuk mengunyah makanan, merangsang pertumbuhan dan perkembangan rahang, memberi ruang untuk munculnya gigi permanen, membantu pengucapan kata-kata dan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak.

Setelah itu, pada usia 6-7 tahun, gigi anak akan mulai tanggal satu persatu diawali dengan gigi depan. Pada waktu yang sama, gigi geraham pertama permanen akan mulai tumbuh sebagai gigi permanen yang pertama kali tumbuh.

Gigi geraham pertama permanen ini akan tumbuh secara langsung dibelakang gigi susu paling belakang tanpa menggantikan salah satu dari gigi susu manapun.

Pada tahap ini orang tua harus memberikan perhatian ekstra pada gigi tersebut dan harus mulai bisa mendeteksi bahwa gigi tersebut adalah gigi permanen. Kurangnya pengetahuan tentang hal ini sering menyebabkan banyak ditemukannya kasus gigi geraham pertama permanen yang sudah berlubang dan harus dicabut di usia muda.

Hal tersebut dikarenakan sebagian orang tua tidak tahu bahwa gigi tersebut adalah gigi permanen yang jika sudah dicabut maka tidak ada lagi gigi yang akan menggantikan. Disisi lain sudah terlambat untuk mempertahankan keadaan gigi tersebut sehingga terlanjur berlubang dan harus dicabut. Padahal gigi tersebut merupakan gigi kunci untuk fungsi pengunyahan.

Selain hal-hal diatas, beberapa hal lain yang perlu diperhatikan orang tua terkait kesehatan gigi anak adalah pertama, menjaga kebersihan gigi dan mulut anak dengan cara tidak membiarkan anak minum susu tanpa dibersihkan giginya sebelum tidur. Paling tidak, setelah anak minum susu, orang tua dapat memberikan air putih untuk berkumur atau gosok gigi jika memungkinkan.

Kedua, mengajari dan memastikan anak dapat menggosok giginya dengan cara yang benar pada waktu yang tepat yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.

Ketiga, jika diperlukan dapat membawa anak ke dokter gigi untuk dapat diberikan perawatan pencegahan gigi berlubang seperti pemberian bahan flour atau penutupan celah gigi yang dalam (fissure sealant).

Terakhir, yang terpenting adalah memberikan pemahaman bertahap sesuai usia anak untuk dapat belajar menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sendiri. Adanya peran aktif orang tua diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini dan tentunya hal tersebut akan berefek pada kesehatan gigi dan mulut saat dewasa.

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Sakit Gigi Bisa Jadi Penyebab Kanker. Waspadalah
views 609
Pakar kesehatan gigi dan mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Royal Dental Hospital Drg Johanes Hendri SpBMhttp://kabarimbo.com/ MKes meminta masyarakat m...
Fakta : Cara Deteksi Diabetes Melalui Kesehatan Gi...
views 1343
Wajahnya mengernyit. Gusi Muhardjo (55 tahun) membengkak. Tak hanya itu, sudah beberapa waktu giginya mudah goyah. Terakhir, salah satu giginya pu...
drg Resza Rizky : di Pagi Hari Lebih Baik Sarapan ...
views 357
image from http://bontang.prokal.co/Kebiasaan yang berkembang di masyarakat,setelah bangun pagi harus sikat gigi dahulu baru kemudian sarapan. Ap...
Gusi Berdarah Setelah Menyikat Gigi? Bisa Jadi Gej...
views 330
Terdapat darah saat meludah setelah menyikat gigi? Hati-hati, kemungkinan Anda mengalami gingivitis. Meskipun mungkin tak terasa nyeri, namun jangan d...
3 Trauma Gigi Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai Oleh...
views 490
Pada anak usia 0-6 tahun, cedera daerah mulut merupakan cedera kedua tersering, mencapai 18 persen dari seluruh cedera tubuh. Di antara cedera mulut i...
Mucocele : Benjolan Pengganggu di Mulut Anak
views 2342
Masalah pada rongga mulut ternyata tidak hanya terbatas pada gigi. Sebagian masyarakat mungkin sudah banyak yang pernah mengalami benjolan di rongga m...
Ini Lho Efek Kalo Gigi Ompong Dibiarkan
views 445
Beberapa orang yang kehilangan gigi tetapnya mungkin malas membuat gigi tiruan. Bila gigi dibiarkan ompong, adakah dampaknya?"Kalau gigi ompong te...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

You may also like...