website statistics
Home > Berita > Pemerintah : 100 Juta Bagi Artikel Ilmiah Yang Tembus Jurnal Ilmiah Internasional

Pemerintah : 100 Juta Bagi Artikel Ilmiah Yang Tembus Jurnal Ilmiah Internasional

Ads
Advertisement

menristek

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Lembaga Pengelola Pendidikan (LPDP) akan memberikan Rp 100 juta bagi artikel ilmiah yang menembus taraf internasional. Dengan kata lain, penghargaan ini diberikan kepada artikel ilmiah yang terbit di jurnal terindeks oleh lembaga pengindeks jurnal ilmiah bertaraf internasional.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, penghargaan ini akan diperoleh bagi artikel yang memiliki Impact Factor (IF)mencapai minimal 0,1.

“Dengan sitasi serendah-rendahnya satu,” ungkap Nasir saat jumpa pers ihwal Peluncuran Program Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional dari Lembaga Pengelola Pendidikan (LPDP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Thamrin, Jakarta.

Pada 2016, Nasir mengatakan telah menyediakan Rp 50 miliar untuk program penghargaan ini. Para peneliti yang telah berhasil mempublikasikan karyanya di taraf internasional bisa mengajukan program penghargaan ini kepada LPDP sehingga bisa mendapatkan penghargaan sejumlah Rp 100 juta  sesuai dengan ketentuan.

Program Penghargaan Publikasi Ilmiah Internasional (PPII) LPDP ini akan dilaksanakan dua kali dalam setahun. Program ini akan diselenggarakan setiap 20 Mei dan 17 Agustus setiap tahunnya.

Pendaftarannya bisa dilakukan sepanjang tahun secara online pada laman LPDP Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Karya ilmiah yang bisa mengajukan ini diwajibkan hasil karya dalam waktu lima tahun terakhir.

Menurut Nasir, pemberian insentif untuk publikasi internasional ini memang perlu dilaksanakan. Upaya ini bertujuan agar bisa meningkatkan jumlah publikasi di jurnal internasional agar peringkat Indonesia dalam daya saing bisa meningkat. Minimal, tambah dia, bisa berada di atas Thailand.

Di Asia Tenggara, Indonesia berada para urutan keempat dalam pemeringkatan daya saing ekonomi. Posisi pertama dipegang oleh Singapura lalu Malaysia dan Thailand.

Sumber tulisan dan gambar

http://www.republika.co.id

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Dokter Gigi No 1 Pekerjaan Paling Berbahaya. Fakta...
views 780
Sebuah survei yang dilakukan Occupational Information Network menganalisa pekerjaan yang paling membahayakan kesehatan. Ada enam indikator yang diguna...
Unlam Luluskan Dokter Gigi Pertama di Kalimantan
views 385
Setelah dibangun pada 2009 lalu, Fakultas Kedokteran Unlam, Program Studi Kedokteran Gigi akhirnya menelurkan 11 dokter gigi yang siap mengisi kekoson...
Dokter Gigi Sekaligus Direktur RSUD Mamuju Utara S...
views 2192
Kisruh Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston dengan Kepala Rumah Sakit Raden Mattaher yang berbuntut pernyataan bahwa dokter gigi tidak pas menem...
7 FKG Universitas Negeri Terbaik Di Indonesia
views 33875
Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id