website statistics
Home > Tulisan Kita > PDGI dan Energi Besar dari Bu Risma

PDGI dan Energi Besar dari Bu Risma

Advertisement
Advertisement

delegasi pdgi

Foto diambil dari http://www.kompasiana.com/

Ditulis oleh :

Rustan Ambo Asse

Dipublish di Kompasiana

Perempuan itu bernama Tri Rismaharini, dia berjalan menuju ke arah  kerumunan ratusan peserta Rakernas PDGI di Hotel Shangri-la Surabaya dengan langkah yang mantap , serentak para peserta menyambut dengan gegap gempita, mungkin bagi para dokter gigi itu, hal ini adalah oase ditengah dahaga akan munculnya Menteri Kesehatan, yang konon 5 tahun terakhir tidak pernah hadir dalam acara Nasional Persatuan Dokter Gigi Indonesia.

Wajah yang diliputi aura kesederhanaan itu, perlahan naik ke podium setelah dengan susah payah melayani uluran jabat tangan ratusan dokter gigi yang hadir dalam forum itu. Sumringah, semangat dan kesan energik muncul dari sejak awal pidatonya dimulai. Di dalam setiap untaian kata yang meluncur dari bibirnya seolah-olah bagaikan serpihan-serpihan energi yang membangkitkan jiwa, dirinya seolah merupakan representase dari jiwa arek-arek Suroboyo yang membangkitkan semangat, optimisme, dan tidak ada kata menyerah dalam sebuah perjuangan.

Dia berkisah bahwa dirinya sebenarnya bukanlah orang pintar, sebagai Walikota Surabaya dia melakukan berbagai hal terkait perubahan-perubahan mendasar di Surabaya dengan satu moto hidup bahwa tidak ada yang tidak bisa dilakukan, asal kita mau melakukan maka apa yang kita inginkan akan tercapai.

Dari podium itu, dia berpidato panjang lebar, gaya bahasa bertutur, luwes dan jauh dari kesan bahasa formalitas membuat kami yang mendengar semua itu menanti setiap kata perkata yang meluncur dari ucapanya. Terkadang hal-hal teknis yang dia ceritakan melahirkan sebuah hikmah dari sebuah keputusan, misalnya bagaiamana bu Risma  lebih memilih tinggal di rumah pribadinya  dibanding tinggal di rumah jabatan yang cukup luas itu? Alasanya ternyata awalnya sangat teknis, dia merasa rumah jabatan itu terlalu besar, baginya sangat sulit berteriak memanggil anak-anaknya jika rumah terlalu besar, baginya kebahagiaan tersendiri dengan rumah pribadinya beserta kehidupan yang dia miliki.

Konon, menurut Bu Risma ketika dia menghadiri forum International untuk berbicara tentang air, dirinya sempat tidak percaya diri, apalagi berbicara di hadapan orang Belanda yang notabene ahli dalam hal air dan segala hal yang terkait di dalamnya, dia berkisah bahwa usai presentase tentang air dan apa yang dia lakukan di kota surabaya, peserta forum berdecak kagum, bahwa apa yang dia lakukan sungguh luar biasa.

Dalam struktur pemerintahan yang dia bentuk, dia memaparkan bahwa dirinya telah memilih berbagai staff  yang berlatar belakang suku yang heterogen, Bu Risma memiliki staff dari sumatera hingga papua , dan kini bersama-sama dengan dirinya mengembangkan kota surabaya. Dalam hal ini mungkin tepat untuk dikatakan bahwa Bu Risma berhasil membingkai ruh NKRI dalam roda pemerintahan Kota Surabaya.

Bu Risma sebagai Walikota Surabaya dengan gaya kepemimpinan yang Out Of The Box berhasil membakar semangat optimisme bagi ratusan dokter gigi yang hadir dalam forum itu, sejarah yang kita pahami memunculkan pemimpin-pemimpin legendaris, yang dicintai dan dirindukan oleh rakyatnya, melahirkan energi besar bagi setiap generasi penerus untuk tetap bertahan, berjuang, berkarya bagi nusa dan bangsa.

Sosok Bu Risma itu, nampaknya tidak berlebihan jika dikatakan sebagai pemimpin dengan naluri ke-Ibu-an yang tinggi. Makna filosofis dari kata ” Ibu” tentu sangat berkaitan dengan naluri iba, kasih sayang dan memiliki rasa cinta yang tinggi, cinta yang mungkin dikategorikan sebagai cinta yang lembab, cinta yang dilakukan karena tugas dan tanggung Jawab sebagai anak bangsa, bukan karena naifnya nilai sebuah Jabatan semata.

Orang-orang yang mendengar Bu Risma dengan kelakar-kelakarnya malam itu, dapat merasakan energi yang begitu kuat. saat saya dan mungkin juga oleh yang lain turut bangga sebagai anak negeri, ketika sentilanya yang katanya selalu ingin lari setiap saat ditanya tentang kesediaan mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI, baginya pertanyaan tersebut menjadi momok bagi dia.

Beberapa kali saya menikmati berkeliling kota Surabaya, siang maupun malam. Saya membayangkan kemurnian hati seorang Bu Risma menata semua ini: pohon-pohon yang kini semakin besar dan rimbun tumbuh di sepanjang jalan-jalan utama Kota Surabaya, barangkali tidak lama lagi Surabaya akan muncul sebagai kota dengan realitas sebagai Green City yang teduh, Bersih dan Apik. Cerdas sekali ekspektasi yang ingin dicapai, bagi penghuni kota tentu masyarakat tidak hanya butuh kota yang modern dengan segala kebutuhan terpenuhi, tapi masyarakat butuh udara bersih dari jejeran pohon-pohon nan hijau, dan ini sekaligus langkah konkret, antitesa  atau sebuah jawaban dari  melawan efek Global Warming.

Seorang Sopir Taksi yang pernah saya ajak berdiskusi ketika menikmati kota Surabaya dengan gamblang menuturkan. Bahwa kini saluran-saluran air telah bersih, jika hujan begitu deras turun di Kota Surabaya maka beberapa saat kemudian sesuai SOP pemerintah kota maka mesin-mesin pompa air  akan menyedot air-air hujan yang berlebihan itu sehingga banjir tidak terjadi di Surabaya.

Kini tak ada kata berhenti untuk merajut sebuah mimpi. Mimpi-mimpi besar Bu Risma seyogyanya dijadikan sebagai miniatur cita-cita Indonesia. Cita-Cita kita semua. Termasuk Cita-Cita Dokter Gigi Indonesia.

OPINI-OPINI DOKTER GIGI :

Bantahan Keras (Direktur BPJS Salahkan Dokter Puskesmas. 71% Hanya Pegang-Pegang Saja)

Lulusan Dokter Gigi Dianggap Lulusan Dokter Yang Kurang Ahli. Benarkah?

Dokter Gigi : Pelayanan VS Balik Modal

Dokter Gigi : Hanya Dengan Kompetensi dan Profesionalitas, Sudah Siap Hadapi MEA?

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id