web tracker Pasien : Saya Mending Ke Tukang Gigi Karena Murah Dan Tidak Diperiksa-Periksa - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Pasien : Saya Mending Ke Tukang Gigi Karena Murah Dan Tidak Diperiksa-Periksa

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook209Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn13
Ads
Advertisement
Sumber foto : Merdeka.com/intan umbari

Cepat dan murah. Dua hal itu yang diinginkan masyarakat ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan. Meski lebih berisiko dibanding ke dokter gigi, jasa tukang gigi dipilih oleh sebagian masyarakat karena alasan biaya dan waktu.

Saat ditemui merdeka.com di salah satu tukang gigi di Jakarta Barat, Rozak mengaku datang ke tempat praktik tukang gigi tersebut untuk menambal giginya yang berlubang. “Saya datang ke sini mau nambal,” kata Rozak sambil mengelus pipinya yang kelihatan kesakitan akibat giginya yang bolong.

Merdeka.com mewawancarai beberapa menit setelah Rozak ditambal giginya oleh tukang gigi. Menurut Rozak, keadaannya membaik setelah giginya ditambal. “Enggak apa-apa sekarang sudah agak lumayan, walaupun masih sedikit senut-senut,” tukasnya.

Saat berada di dalam, ujarnya, peralatan yang dimiliki oleh tukang gigi yang menjadi langganannya mirip di klinik dokter gigi. “Di dalam ya ada kursi yang bisa naik turun gitu, ada peralatan dokter juga, tapi saya enggak ngerti,” terangnya.

Rozak mengaku lebih memilih tukang gigi daripada dokter gigi karena di samping harganya relatif terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah sepertinya, juga cepat tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. “Ya di sini cepat, murah lagi. Di dalam sih tadi enggak periksa-periksa. Tinggal ngomong mau diapain. Ya diperiksa dikit kenapa, ada yang sakit di sebelah mana,” ujarnya.

Memang Rozak pun mengakui berobat ke dokter gigi lebih aman dan terjamin daripada ke tukang gigi. Tapi kondisi keuangannya tidak cukup selain biaya periksanya ditambah resep obatnya yang mahal. “Ya ke dokter gigi lebih bagus tapi ya saya gak kuat bayarnya,” keluhnya.

Tidak hanya Rozak yang lebih memilih ke tukang gigi. Idah (60) yang sudah memiliki langganan tukang gigi di kawasan Jakarta Selatan, setiap dua tahun sekali selalu mengganti gigi palsunya. “Ya maklum, kalau di dokter gigi itu mahal, satu gigi bisa Rp 500 ribu. Kalau di tukang gigi langganan saya cuma Rp 150 ribu per gigi,” kata Idah sambil tersenyum memperlihatkan gigi palsunya.

Dia juga mengakui lebih nyaman di tukang gigi karena tidak harus membayar lebih. “Cuma bayar gigi yang saya butuhkan berapa,” kata Idah.

Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pengawasan Dan Perizinan, Pekerjaan Tukang Gigi, di Pasal 6 ayat 2 yang dimaksud dengan tukang gigi adalah setiap orang yang mempunyai kemampuan membuat dan memasang gigi tiruan lepasan. Sedangkan praktik mencabut gigi dan menambal tidak boleh dilakukan oleh tukang gigi. Aturan ini yang banyak dilanggar.

Lebih dipilihnya tukang gigi daripada dokter gigi oleh kalangan menengah ke bawah ini diakui oleh seorang dokter gigi yang memiliki klinik di Bekasi Drg Haidy Wicaksono. Menurutnya, murah dan cepat menjadi dua alasan utama profesi tukang gigi tetap bertahan. Tapi, lanjut dia, murah dan cepat itu kadang tidak memperhatikan akibat atau efek samping yang ditimbulkan selanjutnya.

“Mungkin banyak masyarakat yang belum tahu, mereka maunya cepat. Misalnya kan mau buat gigi palsu ya kan harusnya dicabut dulu, nunggu sembuh dulu kan prosesnya lama ya. Dan memakan biaya juga. Kalau tukang gigi kan, itu bisa. Padahal enggak boleh. Nanti kan bisa jadi bermasalah,” terang Haidy kapada merdeka.com.

Namun, Haidy enggan mempermasalahkan itu karena bukan kewenangan dia. “Ya itu terbatas kemampuannya. Kita punya kompetensi sendiri-sendiri. Secara tidak langsung tukang gigi punya kompetensi masing-masing. Contoh kan ada akar gigi yang harus dicabut dan mereka tidak punya kompetensi untuk mencabut gigi,” pungkasnya.

Sumber : https://www.merdeka.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

MK: Tukang Gigi Harus Dibina, Bukan Dihapus
views 754
Upaya Hamdani Prayoga memperjuangkan hak konstitusionalnya selaku tukang gigi membuahkan hasil. Hari ini (15/1), MK mengabulkan permohonan pengujian P...
Politisi PDIP : Desak Pemerintah Bebaskan Tukang G...
views 776
image from http://news.okezone.com/Rahmat Hermawan (27) seorang tukang gigi yang berpraktek sejak tahun 2010, ditangkap dan ditahan di Rutan Polr...
Ini Lho Pasal-Pasal Terkait Kewenangan Tukang Gigi
views 665
POSTING TERKAIT TUKANG GIGI :Politisi PDIP : Desak Pemerintah Bebaskan Tukang Gigi Gusi Membesar Gara-Gara Cabut Di Tukang Gigi? MK: Tukang...
Prof Soedibyo : Pasang Gigi Palsu Di Tukang Gigi S...
views 9875
image from http://ugm.ac.idTenaga yang tidak mengetahui segala pengetahuan ilmiah mengenai kesehatan jaringan rongga mulut dapat fatal ji...
Dokter Gigi Sering Tangani Efek Samping Kerja Tuka...
views 2148
Perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Harum Sasanti mengungkapkan, banyak dokter gigi yang merupakan rekan kerjanya sering menemukan efek ...
Marketing Tukang Gigi VS Edukasi Dokter Gigi
views 883
Ditulis dan dipublikasikan :Rifqie al harishttp://www.kompasiana.comBarangkali tukang foto itu beda dengan fotografer.Dan sudah pasti ...
Cabut Di Dokter Gigi, Bikin Gigi Palsu Di Tukang G...
views 1027
Ditulis dan dipublikasikan : drg. Widya Apsari Sp.PM https://www.facebook.comIni adalah masalah yang tidak akan (belum) ada habisnya menjadi...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook209Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn13