web tracker Obat Warung, Bumbu Dapur VS Dokter Gigi, Mana yang lebih Ampuh ? - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Obat Warung, Bumbu Dapur VS Dokter Gigi, Mana yang lebih Ampuh ?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook63Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1
Ads
Advertisement

Sudah banyak terapi yang dilakukan masyarakat ketika sedang sakit gigi. Hal yang paling umum dilakukan dibandingkan pergi ke klinik dokter gigi adalah mengobati sendiri dirumah dengan berbagai macam jenis alternatif. Banyak alasan kenapa masyarakat enggan ke klinik dokter gigi, salah satunya adalah biaya, takut akan alat yang digunakan maupun perawatan yang memakan waktu.

Sakit gigi bukan hanya disebabkan gigi berlubang saja. Banyak kondisi lain yang bisa menimbulkan rasa sakit di rongga mulut, seperti oklusi yang tidak ideal sehingga gigi tidak berkontak selayaknya, kelainan periodontal, gigi sensitif, kelainan sendi temporomandibular, tumbuh gigi, dan lain-lain. Oleh karena itu, dibutuhkan diagnosa dan pemilihan perawatan yang tepat agar kondisi tersebut dapat segera diatasi dan tidak kambuh lagi.

Obat Warung dan Bumbu Dapur

Banyak jenis obat yang dijual bebas secara eceran di warung-warung sekitar rumah yang mengindikasikan mampu mengobati sakit gigi. Obat yang paling umum dikonsumsi adalah golongan NSAID yang biasanya tidak mahal, dan dapat diperoleh dengan harga mulai 2000an. Apakah obat warung benar-benar bisa mengobati sakit gigi ? sekarang ini, mungkin cukup mudah untuk membeli pain killer dan antibiotik tanpa resep dokter. Walau terdapat dosis dan aturan pakai, tapi mengkonsumsi obat tertentu secara terus menerus akan menimbulkan efek samping lain, seperti gangguan lambung, serta terjadi toleransi obat.

Bagaimana dengan bumbu dapur ?

Jika alternatif sudah ada didapur, kenapa harus keluar beli obat atau ke dokter gigi ? Bahan-bahan tertentu yang biasanya kita pakai disebut-sebut dapat membantu menghilangkan rasa sakit gigi, seperti berkumur air garam, meletakkan bawang putih ke lubang gigi, berkumur air hangat, berkumur sirih, mengoleskan madu,  dan lain-lain. Mungkin masyarakat lebih suka dengan yang satu ini karena termasuk herbal dan minim efek samping.

Baik obat maupun herbal, tentu bisa saja menghilangkan rasa sakit sesaat. Namun, rasa sakit yang hilang pasti akan muncul kembali. Kenapa ?

Ketika kita mencabut rumput, kita disuruh mencabut hingga ke akar agar rumput tidak tumbuh lagi. Kondisi rongga mulut/gigi yang abnormal tersebut jika tidak dirawat akan semakin buruk dari hari kehari sehingga obat warung maupun bahan-bahan didapur tak lagi mempan. Hingga akhirnya kita menyerah dan memutuskan untuk ke dokter gigi. Bagaimana jika gigi tidak tertolong dan semakin parah ? Akhirnya perawatan semakin rumit dan tentunya biaya yang dikeluarkan lebih mahal pula.

Tidak ada larangan untuk mengobati sakit gigi sendiri dirumah baik dengan herbal yang sudah ada atau dengan obat warung/apotek sekitar. Ketika ke klinik dokter gigi, kita didiagnosa dan diberikan perawatan sesuai kondisi di rongga mulut dan kita juga akan diberikan obat. Yang perlu diketahui adalah bagaimana sebenarnya kondisi rongga mulut kita, apa penyebab rasa sakitnya dan bagaimana cara mengatasi yang tepat. Masyarakat juga harus lebih aktif dalam mencari informasi baru mengenai risiko penggunaan obat tanpa dosis dan aturan pakai yang tepat.

Jadi, Jaga kesehatan rongga mulut dan periksakan gigimu sedini mungkin. Mencegah lebih baik daripada mengobati !

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Cukupkah Sekedar Minum Obat untuk Atasi Sakit Gigi...
views 245
Ditulis oleh : Ahmad Ridwan Sakit gigi akibat gigi berlubang merupakan salah satu keluhan yang cukup sering ditemui di masyarakat. Sakit gigi ini ter...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook63Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1