invisible hit counter OBAT KUMUR: MULUT JADI BERSIH ATAU JADI SERAM? - dental.id

OBAT KUMUR: MULUT JADI BERSIH ATAU JADI SERAM?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook21Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Obat kumur dapat menjaga kesehatan gusi dan gigimu, kalau penggunaannya TEPAT.

Setelah selesai menyikat gigi dan flossing.. Enaknya berkumur dengan obat kumur mint yang membuat nafas segar dan terasa bersih. Janji inilah yang membuat penjualan obat kumur melonjak belakangan ini.

Ketika obat kumur dijual secara bebas untuk menjaga kebersihan mulut dan mencegah penyakit gusi, apakah kita benar-benar memerlukannya?

Atau penggunaannya yang instan membuat kita mengabaikan dasar perawatan kebersihan gigi sehari-hari?

 

Menambahkan obat kumur ke dalam prosedur kebersihan gigi sehari-hari akan mendukung kesehatan mulut, kalau sesuai petunjuk penggunaannya.

Keberhasilan obat kumur dalam menurunkan resiko penyakit mulut memang telah terbukti secara klinis. Beberapa keuntungannya seperti berikut:

– Meningkatkan kualitas sikat gigi dan flossing.

Obat kumur yang dipakai sebelum menyikat gigi dan flossing akan membantu melepaskan sisa-sisa makanan yang menempel. Setelah menyikat gigi, obat kumur bisa juga dipakai sebagai agen pembilas, yang secara efektif membunuh mikroba dan bakteri yang tidak dapat dibersihkan dengan menyikat ataupun flossing.

– Mengurangi plak yang terbentuk dan mencegah penyebaran plak ke seluruh bagian mulut.

– Mengobati bau mulut untuk beberapa waktu.

Obat kumur membunuh bakteri yang menyebabkan bau mulut. Sekarang tersedia berbagai macam rasa obat kumur, yang tidak hanya memberi rasa mint, tapi juga pasien merasa bersih dan nyaman.

– Membunuh mikroba dan bakteri untuk mencegah gigi berlubang

Penggunaan obat kumur secara rutin, bersamaan dengan menyikat gigi dan flossing, dapat mengurangi jumlah bakteri dan mikroba penyebab gigi berlubang. Sikat gigi dan flossing dapat menyapu bersih bakteri dalam mulut, tapi tidak sanggup untuk membunuhnya. Obat kumur mengandung fluorida, yang dapat mencegah gigi berlubang dan membantu memperkuat emailmu. Namun, tidak semua perusahaan obat kumur mencampurkan fluorida, jadi pastikan kamu membaca label produk sebelum membeli.


Meski terdapat banyak keuntungan menggunakan obat kumur, perhatikan juga RESIKONYA!

Masalah muncul ketika orang-orang cenderung berkumur-kumur dengan obat antiseptik daripada harus menyikat dan flossing. Mereka kira mereka telah membersihkan mulut dengan baik, namun saat dilakukan pemeriksaan klinis, mulut mereka menunjukan hal berbeda: terdapat banyak karang gigi dan tanda-tanda penyakit/peradangan gusi! Jadi, meskipun obat kumur membantu, ini tidak akan bisa menggantikan aksi mekanis sikat gigi untuk memperoleh gigi dan gusi yang bersih.

Pada dasarnya plak sangat lengket. Kamu hanya bisa mengangkat seluruh plak dengan sikat atau dental floss. Cairan obat kumur tidak akan pernah menggantikan peran sikat gigi.

Obat kumur yang mengandung astringent (seperti menthol), atau agen oksidasi kuat seperti peroxide, dapat meningkatkan resiko munculnya “black hairy tongue”, jika digunakan berlebihan. Black hairy tongue atau lidah berambut adalah kondisi reversible dan tidak berbahaya, karena adanya pertumbuhan berlebih bakteri dalam mulut. Beberapa tipe bakteri berkumpul pada papilla lidah, dan memberi pigmen pada sel darah merah, sehingga lidah terlihat hitam.

 

Obat kumur yang dipakai terus menerus mengakibatkan peningkatan resiko kanker mulut. Melalui studi belakangan ini, para pakar membuktikan bahwa orang-orang lebih beresiko untuk terkena kanker mulut atau tenggorokan saat menggunakan obat kumur mengandung alkohol, lebih dari 3x per hari! Terutama jika mereka malas menggosok gigi dan flossing.

Walau demikian, kebanyakan obat kumur mengandung alkohol (21-26%). Alkohol membantu bahan aktif menjadi lebih efektif, sehingga tanpa alkohol, aksi anti bakteri tidak akan bekerja. Namun ada juga beberapa produk yang tidak mengandung alkohol, tapi menggunakan agen anti bakteri lain seperti cetylpyridinium chloride yang bekerja bersama dengan minyak esensial untuk membersihkan mulut.

Selain itu, alkohol juga memiliki efek mengeringkan mulut dan menyebabkan berkumpulnya bakteri yang membuat bau mulut bertambah buruk. Untuk bau mulut, dianjurkan menggunakan obat kumur dengan Chlorine dioxide, yang akan mengeliminasi komponen sulfur dalam mulut. Perlu diingat bahwa obat kumur tidak dapat menghilangkan bau mulut secara permanen, hanya temporer.

Obat kumur juga dapat menyebabkan warna kecoklatan pada gigi dan mendorong tertumpuknya karang gigi. Maka penggunaannya disarankan hanya untuk 1 minggu sampai 10 hari. Selanjutnya obat kumur hanya digunakan jika diperlukan.

Beberapa obat kumur mempromosikan produknya dapat memutihkan gigi. Sekalipun berhasil, efeknya minimal karena satu-satunya pemutih gigi adalah hydrogen peroxide dalam konsentrasi rendah. Tidak ada obat kumur yang mengandung cukup hydrogen peroxide untuk memberi senyum putih berkilau.

Dengan mempertahankan kebersihan mulut yang baik, kamu bisa mengurangi resiko penyakit mulut dan memperoleh mulut sehat. Dengan petunjuk rutin dokter gigimu, kamu bisa yakin pasti tipe obat kumur seperti apa dan bagaimana penggunaan yang tepat.

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Teknologi Terbaru Kedokteran Gigi: Gigi Berlubang ...
views 1462
Di masa lalu, saat ada orang yang mengalami karies atau gigi berlubang, sebagian besar akan disarankan untuk dilakukan pencabutan sebagai solusi.T...
Bahaya Menambal Gigi Dengan Amalgam
views 1452
Tambal gigi amalgam, atau yang dikenal masyarakat sebagai tambal gigi perak, menyimpan bahaya. Sebabnya, amalgam diketahui memiliki kandungan zat merk...
CBT : Teknik Mengurangi Fobia Pasien Ke Dokter Gig...
views 1469
Beberapa orang ada yang ketakutan bukan main ketika diajak pergi ke dokter gigi. Kini, untuk menangani ketakutan tersebut, peneliti mengungkapkan bahw...
10 Reasons Why Dental Photography Should be an Ess...
views 148
Photography has always been considered an invaluable part of dentistry. With the advent of digital technology, imaging has become easier and more read...
Stress In Dentistry , It Could Kill You!
views 94912
Written by : Randy Lang. DDS, D.OrthoRecent Studies reported in dental literature confirm that dentists are subject to a variety of stress-related...
Laser: Era Baru Dunia Kedokteran Gigi
views 1045
Ditulis oleh : Drg. Eka Erwansyah, MKes, SpOrtSeringkali pasien yang telah ditambal giginya merasa telah mendapatkan perawatan dengan sinar la...
Ternyata Amalgam Masih Menimbulkan Pro Kontra Untu...
views 1054
Tambalan amalgamTambalan amalgam telah dipakai selama lebih dari 150 tahun. Tambalan amalgam terbuat dari percampuran merkuri cair (43-54%) dan be...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook21Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

You may also like...