website statistics
Home > Berita > Negara Tak Punya Uang, KPK: Mustahil Dokter/ Dokter Gigi Tolak Sponsorship Perusahaan Farmasi

Negara Tak Punya Uang, KPK: Mustahil Dokter/ Dokter Gigi Tolak Sponsorship Perusahaan Farmasi

Advertisement
Advertisement

Sponsorship dari perusahaan farmasi kepada para dokter tidak mungkin dihapus. Pasalnya, dokter serta dokter gigi harus terus meng-up grade ilmu pengetahuannya melalui satuan kredit profesi (SKP). Pengumpulan SKP dibutuhkan untuk memperbaharui sertifikat kompetensi dan Surat Tanda Registrasi (STR).

Berdasarkan kajian yang dilakukan Deputi Pencegahan KPK, dalam satu tahun seorang dokter harus mengumpulkan 20 kredit. Kredit tersebut bisa diperoleh dengan mengikuti berbagai seminar. Satu seminar nilainya 3 sampai 5 kredit. Itu artinya, dalam satu tahun, seorang dokter harus mengikuti 10 seminar. Jika biaya untuk satu seminar Rp 3 juta, maka dokter harus mengeluarkan Rp 30 juta setiap tahun.

“Jadi 1 dokter butuh 30 juta untuk dapat kredit,” kata Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Karena biaya mahal, perusahaan farmasi terkadang memberikan fasilitas sponsorship kepada para dokter tersebut dan sejauh ini dilakukan secara langsung. Mengapa tidak bisa ditolak? Kata Pahala, negara sejauh ini tidak bisa memfasilitasi karena dana yang dibutuhkan sangat besar.

Jumlah dokter di Indonesia saja saat ini sekitar 126 ribu dokter yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ada 126 ribu dokter dan masing-masing butuh 30 juta per tahun. Negara belum bisa menyediakan (dana) makanya kalau sponsorship datang tidak mungkin ditolak,” kata Pahala.

Agar kegiatan sponsorship itu tidak menimbulkan konflik kepentingan, KPK memandang perlu untuk mengaturnya. Untuk itu, hari ini telah disepakati antara KPK dengan pemangku kepentingan agar sponsorship diatur oleh rumah sakit atau perhimpunan dokter. Tidak terkecuali dokter yang berstatus pegawi negeri sipil, dokter swasta juga ikut di dalamnya.

Ke depannya, sponsorship seperti seminar akan dilempar ke rumah sakit atau perhimpunan dokter. Kemudian organisasi tersebut yang akan memutuskan siapa dokter yang mendapatkannya.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Prof Dr dr Bambang Supriyatno, menyambut baik aturan baru tersebut.
Menurut Bambang, pendidikan berkelanjutan memang wajib untuk dokter dan dilakukan secara elegan.

“Maka kesepakatan ini buat kita aman, dan nyaman menjalankan profesi. Tentu kesepakatan ini akan disebarkan ke teman-teman semua,” kata Bambang pada kesempatan yang sama.

Aturan secara rinci mengenai sponsorship itu akan diterbitkan Kementerian Kesehatan dalam waktu sepekan ke depan dan akan dievaluasi dalam 30 hari. Pada kesempatan tersebut hadir antara lain Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Irjen Kemenkes Purwadi, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Prof Dr dr Bambang Supriyatno, Sekretaris Utama BPOM Dra Reri Indriani,Sekjen IDI Adib Khumaidi dan Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Farmasi Darodjatun Sanusi dan International Pharmaceutical Manufacturer Group.

Sumber tulisan :

http://www.tribunnews.com/

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Mau Digaji 5,4 Milyar? Cukup Buka Praktek Di Kota ...
views 1195
image from http://plus.kapanlagi.com/ Setelah sempat ramai di dunia kedokteran gigi Indonesia karena gaji dokter hanya dibayar Rp 2000 (Era JKN : ...
Prof Soedibyo : Bantu Identifikasi Korban Air Asia...
views 187
Ahli forensik Gigi UGM Prof Dr drg Sudibyo SU SpPerio(K) ternyata telah membantu tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam mengidentifikasi jenaz...
IDEC 2017, Seminar Ilmiah Berkelanjutan Dan Pamera...
views 182
JAKARTA, 26 Juli  2017 – Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB-PDGI) bekerjasama dengan Koelnmesse dan Traya Events akan menyelenggarakan...
Siapa Yang Peduli Dengan Hari Tua Sang Dokter Gigi
views 832
Sampai saat ini tidak ada pekerjaan "teraman" selain menjadi pegawai tetap pemerintah, entah itu Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Tentara Nasional...
Dokter Ini Gagal Cabut Gigi Pasien, Malah Disuruh ...
views 1384
Pasien Puskesmas Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak merasa tidak dihargai oleh dokter gigi yang bertugas. Sebab, pasien sempat disuruh mencari dokter d...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id