Mengerikan : Cabut Semua Gigi Dan Ditinggalkan Dengan Penuh darah

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
image from kompas.com
image from kompas.com

Donny Grigsby, seorang pria asal Indiana, Amerika Serikat, mengalami hari yang sangat menyedihkan, ketika dia datang dokter gigi.

Seperti diberitakan laman Huffington Post, awalnya, Donny datang ke dokter untuk mencabut empat gigi bungsunya.

Namun yang terjadi, dokter meninggalkan dia dalam kondisi koma, berlumur darah, dan kehilangan semua giginya.

“Setelah sadar, dia hanya bisa terduduk di sana sambil menangis,” kata istri Donny, Amanda kepada salurah televisi WRTV.

“Ancaman seperti ini harus segera dihentikan,” tegas Amanda.

Berdasarkan keterangan Amanda, suaminya yang kini berusia 36 tahun, menjalani operasi di klinik gigi Columbus White River, selama sekitar lima jam 30 menit.

Ketika Amanda datang kembali untuk mengecek perkembangan operasi, dia terbelalak karena mendapati suaminya tak sadarkan diri dan berlumuran darah. Dia pun lalu memanggil ambulan.

Menurut Amanda, dokter mengaku harus mencabut semua gigi Donny karena dikhawatirkan, infeksi dari gigi yang rusak akan menyebar.

Saat kembali ke rumah, Donny masih harus menggunakan tabung oksigen menyusul gumpalan darah yang masih terus keluar pascaoperasi.

“Saya sangat malu, karena saya enggak punya gigi sekarang. Saya terbangun tanpa baju, dan saya ketakutan,” kata Donny.

“Saya hanya ingin gigi-gigi saya kembali,” kata dia lagi.

Menanggapi kasus ini, dalam pernyataan tertulisnya, manajemen klinik gigi tempat Donny dirawat berkilah, tak bisa membeberkan rahasia pasien karena akan melanggar hukum.

Mereka hanya menyebutkan bahwa untuk setiap tindakan yang dilakukan terhadap pasien, pasti telah didahului dengan diagnosa. Pasien pun harus menandatangani persetujuan tindakan sebelum petugas medis melakukan operasi.

“Saya, dan juga seluruh staf lainnya sudah terbiasa menghadapi beragam situasi, untuk memastikan hak pasien terpenuhi dan perlindungan hukum berjalan,” kata dokter Aaron Strickland dalam pernyataan tertulisnya.

“Persetujuan pasien menjadi prioritas sebelum sebuah tindakan diambil, hal itu memastikan bahwa pasien mengerti tindakan apa yang akan dia jalani,” sambung Aaron.

Kendati demikian, Donny dan Amanda tetap berencana untuk mengajukan tuntutan malpraktik kepada klinik tersebut.

Baca Juga : drg. Pasri : Dari Perawat Gigi Menuju Dokter Gigi

POSTING TERKAIT :

Sumber tulisan :

http://internasional.kompas.com

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.