website statistics
Home > Perawatan Gigi > Mengenal “Gigi Palsu”

Mengenal “Gigi Palsu”

Advertisement
Advertisement

Gigi memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia yakni dalam hal estetis, pengunyahan (mastikasi) serta fungsi bicara (fonasi). Kehilangan gigi sebagian atau seluruhnya mengakibatkan berkurang atau hilangnya fungsi gigi serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi individu tersebut.

Oleh karena itu, kehilangan gigi sebaiknya segera digantikan dengan gigi tiruan. Bila tidak dibuatkan gigi tiruan dalam waktu lama, maka kondisi kehilangan gigi dapat mengakibatkan penurunan efisiensi pengunyahan, gangguan fungsi bicara, penampilan menjadi kurang estetis, drifting dan tilting yaitu bergeraknya gigi tetangga ke daerah yang tak bergigi dan terbentuk ruang yang memudahkan terselipnya makanan, erupsi gigi yang berlebih, ketidaksesuaian oklusi gigi, serta gangguan pada sendi temporomandibular yang merupakan sendi utama dalam proses pengunyahan.

Gigi tiruan atau sering dikenal dengan sebutan “gigi palsu” berguna untuk menghindari kondisi-kondisi yang semakin memburuk akibat kehilangan gigi serta mengembalikan fungsi gigi yang hilang. Dalam dunia kedokteran gigi ada beberapa jenis gigi tiruan yang masing-masing jenis tersebut mempunyai peran menggantikan fungsi gigi dengan kondisi kehilangan gigi yang berbeda.

Secara umum, paling tidak dikenal tiga jenis gigi tiruan yakni, gigi tiruan cekat, gigi tiruan sebagian lepasan, dan gigi tiruan lengkap.

Gigi Tiruan Cekat

Gigi tiruan cekat adalah gigi tiruan yang tidak dapat dilepas-pasang sendiri oleh pasien secara langsung, karena dilekatkan secara permanen pada gigi asli atau akar gigi yang merupakan pendukung utama dari gigi tiruan tersebut tersebut.

Kondisi seseorang yang dapat menggunakan gigi tiruan cekat antara lain, gigi sudah erupsi penuh dimana usia pasien berupa 20-45 tahun, menggantikan hanya beberapa gigi yang hilang (1-2 gigi yang hilang), kondisi tulang rahang (alveolaris) sehat dan baik serta yang paling penting memiliki gigi penyangga (abutment) yang kuat agar dapat menahan tekanan yang diterima oleh gigi pengganti.

Contoh penggunaan gigi tiruan cekat misalnya pada kasus kehilangan satu gigi yakni geraham besar rahang bawah. Maka gigi tiruan cekat dibuatkan dengam melekatkan gigi secara permanen pada dua gigi tetangganya yakni pada gigi bagian depan dan belakang dari gigi geraham yang hilang tersebut.

sumber : elisa.ugm.ac.id

Gigi Tiruan Sebagian Lepasan

Gigi tiruan sebagian lepasan adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih gigi -tetapi tidak semua gigi asli- yang hilang dari satu atau kedua rahang yang gigi tersebut dapat dipasang dan dilepas secara langsung oleh pasien.

Gigi tiruan sebagian lepasan mendapat dukungan penyangga dari gigi asli yang masih ada, jaringan lunak (mukosa) mulut, atau dukungan kombinasi dari mukosa dan gigi. Kondisi seseorang yang dapat menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan yakni kondisi hilang satu gigi atau lebih (tapi tidak semua gigi) serta memiliki gigi pegangan yang sehat dan kuat.

Secara umum kondisi seseorang yang dapat dirawat dengan gigi tiruan cekat dapat pula dirawat dengan gigi tiruan sebagian lepasan. Akan tetapi, kondisi seseorang yang dapat dirawat dengan gigi tiruan sebagian lepasan belum tentu dapat dirawat dengan gigi tiruan cekat.

sumber : https://dental55.com/

Gigi Tiruan Lengkap

Gigi tiruan lengkap adalah gigi tiruan yang dibuat untuk mengganti semua gigi asli beserta jaringan pendukung gigi yang hilang. Hal ini tentu saja digunakan oleh seseorang yang sudah kehilangan semua giginya atau seseorang yang masih mempunyai sedikit gigi tapi tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai penyangga bagi gigi tiruan sebagian lepasan.

sumber : www.doktergigi.web.id

Kondisi seperti ini biasanya ditemui pada seseorang dengan usia lanjut. Tujuan pembuatan gigi tiruan lengkap sangat penting untuk merehabilitasi seluruh gigi yang hilang sehingga dapat memperbaiki atau mengembalikan fungsi bicara, pengunyahan, dan estetis.

Tiga jenis gigi tiruan sebagaimana yang dijelaskan di atas pada teknis pembuatannya memiliki pembagian jenis yang lebih spesifik lagi tergantung fungsi, kebutuhan, serta keadaan pasien. Selain itu, terdapat pula peran teknologi pada pengembangan aplikasi dari masing-masing jenis gigi tiruan tersebut. Misalnya di zaman sekarang sudah dikenalkan salah satu jenis gigi tiruan yang cekat yakni gigi tiruan implan.

Gigi tiruan implan merupakan gigi yang ditanam langsung ke dalam tulang rahang seseorang sehingga benar-benar tampak dan berfungsi seperti gigi asli. Hal tersebut akan meningkatkan kenyamanan seseorang yang menggunakannya, meskipun disisi lain membutuhkan biaya yang berkali lipat lebih banyak dibanding jenis yang biasa.

sumber : www.odontokids.es

Dari beberapa penjelasan diatas pada dasarnya proses pemilihan gigi tiruan yang terbaik untuk digunakan seseorang tentu membutuhkan komunikasi yang baik antara seseorang tersebut dengan dokter gigi. Sebagai pasien seseorang dalam hal ini menyatakan keinginannya terkait gigi tiruan yang seperti apa yang diinginkan, disisi lain dokter memadukan analisa subjektif dan objektif berdasarkan kondisi gigi yang hilang di dalam mulut serta kondisi kesehatan umum pasien untuk memberikan rekomendasi perawatan gigi tiruan yang terbaik pada kondisi tersebut.

 

Semoga bermanfaat..

Dirangkum oleh Ahmad Ridwan

 

Sumber :

Gunadi, H.A., 1995, Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan , jilid 1, Hipocrates, Jakarta

Itjingningsih, 1996, Gigi Tiruan Lengkap Lepas, EGC, Jakarta       

Martanto, P., 1985, Teori dan Praktek Ilmu Mahkota dan Jembatan, edisi 2, Penerbit Alumni, Bandung.

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Dampak Buruk Kehilangan Gigi Tanpa Digantikan Gigi...
views 91
Gigi memiliki fungsi penting untuk kehidupan manusia dalam hal estetis, mastikasi (pengunyahan) serta fonasi (berbicara). Kehilangan sebagian gigi dap...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0