web tracker Mengenal Behel Lingual - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Mengenal Behel Lingual

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Alat ortodonti cekat merupakan salah satu pilihan perawatan untuk merapikan gigi. Di masyarakat, alat ini lebih dikenal dengan sebutan behel. Sayangnya tidak ada perawatan ortodonti yang instan. Behel harus digunakan minimal 2 tahun supaya susunan gigi yang sudah dirapikan tidak kembali berantakan. Dalam beberapa kasus yang berat pemakaiannya bahkan bisa lebih lama lagi.

Namun ada alasannya sebagian orang yang membutuhkan perawatan ortodonti justru enggan memakai behel. Beberapa berpendapat behel punya citra kekanak-kanakan, feminin, dan membuat penampilan tidak menarik. Apalagi bagi individu yang berkecimpung dalam dunia seni dan hiburan. Maka pada tahun 1970-an dibuatlah behel yang ‘tersembunyi’ di balik gigi. Sebutannya ialah behel lingual.

Behel lingual merupakan alat ortodonti permanen yang dipasang di balik gigi-gigi rahang atas dan bawah sehingga tidak terlihat saat seseorang tersenyum. Bahan utamanya logam baik biji behel maupun kawatnya. Bedanya dengan behel pada umumnya, behel lingual menggunakan mekanisme ‘self-ligating’ antara kawat dengan biji behelnya jadi tidak menggunakan karet yang berwarna-warni.

Tren menggunakan behel lingual mulai muncul di Indonesia sejak tahun 2010 di Jakarta, lalu menyebar ke Bandung, Jogjakarta, Surabaya, dan Medan. Biaya pemasangan behel lingual bervariasi mulai dari 12juta hingga 30juta rupiah, tergantung sistem yang digunakan (Incognito, In-Ovation-L, Harmony, atau Alias). Biayanya lebih mahal karena kawat behel perlu dibuat khusus berdasarkan bentukan rahang ke pabrik produsennya langsung.

Beberapa keuntungan behel lingual antara lain pengguna tidak akan mengalami sariawan pada bibir dan pipi seperti pada pengguna behel labial. Selain itu lesi ‘white spot’, yaitu bintik-bintik putih karies pada gigi yang banyak ditemukan pada pengguna behel labial setelah selesai perawatan, tidak ditemukan pada pengguna behel lingual. Jadi setelah perawatan selesai, tidak terdapat lubang pada gigi. Meskipun begitu, sariawan pada lidah dan kesulitan bicara pada bulan pertama perawatan merupakan keluhan yang umum pada pengguna behel lingual.

Oleh karena itu, jika merasa membutuhkan perawatan ortodonti, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis ortodonti mengenai pilihan perawatan yang tersedia. Yuk rapikan gigimu.

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Ingat Ya BEHEL itu BUKAN FASHION
views 237
Ditulis oleh : Dea Safira Basori Diterbitkan di http://www.deasafirabasori.com Karena sekarang saya lagi menempuh program profesi kedokteran gigi,...
Mitos Seputar Behel #3 “Pasang Behel Di Tuka...
views 1818
Penulis : drg. Liquisa Eka Shanty, Sp. Ort Seringkali kita tergiur oleh foto-foto testimoni yang dipajang di olshop-olshop behel yang menunjukkan fo...
Retainer Kansal: Sebuah Retainer Ortodontik Lepasa...
views 90
Retainer Kansal merupakan retainer lepasan dan retainer ortodontik tooth-borne yang memiliki komponen kawat dan akrilik. Komponen kawatnya termasuk la...
Tukang Gigi, Si Tukang yang Bukan Dokter
views 131
Tukang gigi adalah profesi yang cukup dikenal oleh masyarakat. Wajar saja, para tukang gigi membuat pamflet praktik mereka semenarik mungkin bahkan sa...
Diet Mudah Ala Behel
views 50
Coba ketikkan kata-kata di judul artikel ini dalam mesin pencari manapun, maka akan Anda temukan ribuan artikel yang menyoal tentang hubungan pakai be...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0