website statistics
Home > Berita > Malpraktik Oknum Dokter Gigi : Awalnya Cabut Gigi, Akhirnya Harus Operasi

Malpraktik Oknum Dokter Gigi : Awalnya Cabut Gigi, Akhirnya Harus Operasi

Ads
Advertisement

Nur Ainun, pasien yang dicabut giginya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, mengeluh, karena terpaksa harus menjalani operasi gigi setelah salah satu bagian giginya yang dicabut di Puskesmas itu tertinggal di dalam gusi.

Akibatnya, pasien yang berobat menggunakan Askes tersebut mengeluh sakit karena bagian gigi yang tersisa tak bisa lagi dicabut. Dokter yang mencabut giginya justru menyerah untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Sementara itu, Erna Martha, dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Johan Pahlawan, Meulaboh mengaku tidak ingin memberikan keterangan pers kepada media terkait persoalan ini.

“Harusnya kalau tak mampu ditangani, maka dirujuk saja ke rumah sakit supaya pasien tidak jera dan kesakitan seperti ini,” keluh Ainun, warga Seuneubok, Meulaboh, kepada Serambi, Senin siang.

Menurut Ainun, sebelum giginya dicabut, dokter gigi yang menanganinya lebih dulu menyuntikkan obat penghilang rasa sakit di bagian giginya. Ini sesuai dengan prosedur tindakan pencabutan gigi. Tapi lima menit berselang, sang dokter langsung mencabut giginya, meski saat itu ia belum merasa kebas atau belum dalam keadaan terbius lokal.

“Saya kesakitan, karena gigi saya dicabut saat obat bius yang disuntikkan ke gusi saya belum bekerja. Celakanya lagi, karena tak sanggup menahan rasa sakit, gigi saya tak tercabut seutuhnya. Bagian akarnya masih tertinggal di dalam gusi, sehingga sangat mengganggu kenyamanan gigi dan mulut saya,” cerita Ainun.

Menurut Ainun, ia juga sudah meminta untuk dirujuk segera ke rumah sakit karena tak sanggup menanggung rasa sakit. “Tapi dokter tersebut menolak dengan alasan rujukan harus dilakukan bulan depan, sesuai dengan prosedur baku untuk pasien rujuk. Begitu alasan si dokter saat itu,” kata Ainun.

Ia menegaskan tak ingin diperlakukan sebagai kelinci percobaan oleh si dokter gigi. “Kalau tak mampu menangani pasien, mengapa berani mencabut gigi saya, sehingga saya kesakitan seperti ini,” keluhnya.

Sementara itu, kami (Serambi = aceh.tribunnews.com) yang mencoba menelusuri persoalan ini di Puskesmas Johan Pahlawan dari sumber terpercaya menyebutkan, layanan cabut gigi di pusat kesehatan milik pemerintah daerah tersebut sangat dikeluhkan warga yang berobat.

Selain banyaknya pasien yang mengeluh karena kerap tertinggal sisa gigi di dalam gusi, layanan suntik tetanus dan pelayanan kesehatan lainnya juga dikeluhkan karena diduga dilakukan asal-asalan.

Sementara itu, drg Erna Martha selaku dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, saat dikonfirmasi Serambi di kantornya, Kamis (3/3) siang, mengaku tak ingin memberikan keterangan kepada media terkait persoalan ini.

Ia menyerahkan hak jawab dirinya terkait keluhan pasiennya kepada dr Devi selaku Kepala Puskesmas (Kapus) Johan Pahlawan, mengingat semua persoalan ini sudah ia sampaikan kepada atasannya tersebut.

Kepala Puskesmas Johan Pahlawan, Meulaboh, dr Devi yang dikonfirmasi Serambi, Senin siang, membenarkan bahwa seorang dokter gigi yang bertugas di Puskesmas setempat selama ini sudah beberapa kali ditegur, akibat banyak pasiennya yang mengeluh dan bikin pengaduan karena banyak pasien yang dicabut giginya, tapi bagian akarnya tertinggal di dalam gusi.

“Dokter itu sudah tiga kali ditegur pihak Puskesmas dan satu kali oleh Dinas Kesehatan Aceh Barat karena persoalan serupa. Kasus terbaru ini akan kami pelajari kembali untuk dilakukan evaluasi terhadap sang dokter,” kata dr Devi.

Ia mengakui, sebelum diberikan surat teguran, pihaknya juga sudah pernah memanggil yang bersangkutan guna dimintai keterangan terkait banyaknya pasien yang mengeluh setelah dicabut gigi. Namun, hal ini tentunya akan menjadi pertimbangan selanjutnya terkait kinerja sang dokter, guna menunggu keputusan dari Dinas Kesehatan Aceh Barat terkait persoalan tersebut.

Sumber tulisan :

http://aceh.tribunnews.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Hanya Dengan Pasta Gigi Kamu Bisa Tes Kehamilan. E...
views 9120
Kini bagi anda yang ingin mengetahui kehamilan tidak hanya dengan menggunakan test pack akan tetapi masih banyak cara yang dilakukan seperti beberapa ...
Wakil Presiden Jusuf Kalla: “Masa Pasien Buk...
views 13656
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Direktur BPJS Fachmi Idris yang hadir di pembukaan Kongres XXVI PDGIPembukaan Kongres Nasional PDGI XXVI yang berl...
Sistem BPJS Kesehatan : Dokter Yang Tekor Dan Tang...
views 424
Pemberlakuan BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2014 telah menimbulkan kekhawatiran bagi tenaga kesehatan mengenai metode pembayaran jasa mereka dengan me...
Surat Edaran Tata Cara Pembayaran STR Mulai 21 Agu...
views 912
Donwload Surat Edaran Tata Cara Pmebayaran STR Bagi Dokter dan Dokter Gigi DISINIUntuk membaca dengan tampilan besar klik tanda segi empat di ...
Chairunnisa Amarta : Berhasil Sandang Gelar Doktor...
views 53
 Setelah melewati  proses panjang   di dunia pendidikan pada bidang kedokteran gigi  akhirnya, Chairunnisma Amarta  yang akrab disapa dok...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id