web tracker Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Buat Minimalisir Infeksi Gigi - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Buat Minimalisir Infeksi Gigi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Sejumlah mahasiswa UGM berhasil mengembangkan dental light arm  (Del-Arm) yang dapat menggantikan dokter saat memeriksa gigi hanya dengan isyarat tangan. Tidak hanya itu, dengan alat ini juga dapat meminimalisir terjadinya infeksi terhadap pasien.

“Selama ini dokter gigi mengunakan dental light (lampu gigi)  untuk menerangi rongga mulut saat memeriksa gigi masih dengan cara konvensional  yakni dengan menggerakkan secara manual dengan tangan sehingga bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi silang pada pasien maupun dokter gigi,” urainya Bekti Nur’aini, anggota tim pengembang dental light arm baru-baru ini di kampus UGM.

Kenyataan tersebut mendorong Bekti dan empat rekannya yaitu Saprindo Harun Prabantara, Dedhi Fahri Ernawan, dan Panca Agung Kusuma yang merupakan mahasiswa jurusan Elins FMIPA, dan  Mahadna Aulia Rahmah jurusan Pendidikan Dokter Gigi  untuk mengembangkan sebuah alat pengendalian dental light pada kursi gigi berbasis pengolahan citra terhadap isyarat tangan. Alat ini juga berhasil menghantarkan kelimanya menraih medali emas di PIMNAS 2013 di Universitas Mataram 9-13 Spetember kemarin.

image from https://ugm.ac.id
image from https://ugm.ac.id

Dental light arm bekerja dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bidang rekayasa robot manipulator dan pengolahan citra. Robot lengan dengan enam sendi digunakan untuk membantu tibdakan medis dokter gigi dengan mengotomasi gerakan dari lampu dental light berdasar isyarat jari tangan dokter.

“Pengenalan isyarat jari tangan kearah atas-bawah dan kanan-kiri menggunakan pendekatan pengolahan citra yang ditangkap oleh kamera selanjutnya digunakan sebagai instruksi pengendali gerakan dari robot lengan,” imbuh Dedhi.
Sementara untuk mempermudah pengendalian, alat ini juga dilengkapi dengan satu subsistem focus pedal. Bagian ini berfungsi mengedalikan gerak dari dua sendi terakhir bagian end-effector.

“Produk ini merupakan integrasi antara subsistem pengenal isyarat jari tangan, focus pedal,  dan kendali robot lengan. Jadi dokter gigi cukup memakai isyarat tangan tertentu untuk menggerakkan lengan dental light tanpa harus menyentuh bagian dental light. Jadi memudahkan kerja dokter gigi dalam praktik sehari-hari,” pungkasnya.

Sumber tulisan dan gambar :

  1. https://ugm.ac.id (tulisan dan featured image)
Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang Temuan Redoncep UGM
views 491
Tang cabut gigi memegang peranan yang penting dalam dunia kesehatan di Indonesia. Menurut Riskesdas tahun 2007, 72,1% rakyat Indonesia mengalami gigi ...
Di Tangan Mahasiswa Ini, Jaring Laba-Laba Bisa Per...
views 213
Siapa sangka jaring laba-laba bisa mempercepat penyembuhan luka cabut gigi? Ya, ditangan empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, jaring laba-lab...
Tootells : Inovasi Gigi Berbicara Untuk Tuna Netra
views 260
Tujuannya sederhana, membantu kalangan tunanetra mengenal lebih jauh mengenai pentinganya kesehatan gigi dan mulut. Lima orang mahasiswa UGM membuat a...
Mediglow : Permudah Dokter Gigi Periksa Pasien
views 347
Lima mahasiswa UGM berhasil mengembangkan Portable Medical Finger Glow (Mediglow) untuk mempermudah tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan gigi. Mer...
FKG UGM : Begini Caranya Perkenalkan Cuci Tangan Y...
views 165
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM punya cara yang unik untuk menyambut Dies Natalis mereka yang ke-68. Dalam acara pembukaan, Jumat (8/1), civitas ak...
Passing Grade Kedokteran Gigi UGM Tahun 2016
views 5734
Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengeluarkan informasi jumlah resmi pendaftar strata satu tahun 2015 lewat jalur SNMPTN. Informasi berupa data jum...
UGM : Dokter Gigi Harus Berjuang Hadapi MEA
views 1050
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) secara resmi diberlakukan pada tahun 2016. Dampaknya, persaingan antar tenaga kerja di kawasan Asia Tenggara tidak tere...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0