Kondisi Rongga Mulut Penderita Diabetes

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Diabetes melitus atau penyakit gula adalah salah satu penyakit kronis akibat dari kadar glukosa di dalam darah yang melebihi batas normal. Kelebihan kadar gula tersebut disebabkan kurangnya sekresi hormon insulin atau adanya resistensi insulin atau keduanya secara keseluruhan atau relatif.

Ada 2 tipe diabetes melitus, yakni tipe 1 (insulin dependent) dan tipe 2 (non-insulin dependent). Diabetes tipe 2 adalah yang lebih umum ditemukan di masyarakat.

Kondisi diabetes melitus dapat terjadi pada semua kelompok usia, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Diabetes melitus dianggap sebagai penyebab utama kematian karena komplikasi yang disebabkannya.

Sebagai sebuah penyakit sistemik, kondisi diabetes dapat mempengaruhi kondisi kesehatan rongga mulut seseorang. Beberapa kondisi-kondisi rongga mulut yang berhubungan dengan penyakit diabetes melitus antara lain :

1. Gingivitis dan Periodontitis

Diabetes merupakan faktor resiko untuk kondisi gingivitis (radang gusi) dan periodontitis (radang jaringan periodontal). Yang dimaksud faktor resiko adalah seseorang dengan kondisi diabetes lebih besar resikonya untuk mengalami keadaan tersebut dibandingkan seseorang yang sehat.

Hal tersebut dikarenakan adanya penurunan fungsi sel imun serta adanya peningkatan kadar glukosa pada cairan pelapis gusi penderita diabetes. Kondisi tersebut mengakibatkan jaringan gusi lebih rentan terhadap infeksi serta disisi lain mengalami penghambatan dalam penyembuhan luka.

Apabila faktor resiko tersebut bertemu dengan faktor penyebab berupa kondisi rongga mulut yang kurang baik seperti akumulasi plak dan karang gigi maka peradangan pada gusi (gingivitis) akan mudah terjadi dan dapat berlanjut menjadi periodontitis.

sumber : theconversation.com

Kondisi yang lebih buruk dapat terjadi apabila terjadi kerusakan lanjut jaringan periodontal hingga membuat membuat gigi tidak lagi melekat dengan baik pada gusi dan tulang penyangga gigi. Hal tersebut lama kelamaan dapat membuat gigi goyah hingga terlepas dari gusi. Hal tersebut membuat penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa. Banyak dijumpai penderita diabetes yang sudah tidak memiliki gigi sama sekali akibat satu persatu lepas atau tanggal dengan sendirinya.

2. Disfungsi Saliva (air liur)

Pada kondisi diabetes terjadi penurunan aliran air liur dalam rongga mulut sehingga keadaan rongga mulut menjadi kering (xerostomia). Kondisi mulut yang kering menyebabkan rasa tidak nyaman akibat serta menghambat proses pembersihan alami (self cleansing) rongga mulut. Hal tersebut membuat penumpukan sisa makanan lebih mudah terjadi dan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Selain itu, kondisi mulut kering membuat jaringan lunak lebih rentan terhadap gesekan yang dapat menjadi luka (ulkus) serta kadang-kadang dapat menyebabkan kelainan pada pengecapan rasa makanan.

3. Infeksi Jamur dan bakteri

Infeksi jamur dan bakteri lebih rentan pada seseorang dengan kondisi diabetes terutama disebabkan kondisi mulut kering dan penurunan fungsi pertahanan tubuh. Infeksi jamur disebabkan oleh jamur Candida albicans yang penampakan klinisnya dapat berupa plak keputihan maupun kemerahan pada jaringan lunak rongga mulut.

Faktor lain pendorong infeksi jamur atau candidiasis ini antara lain kebiasaan merokok, penggunaan gigi tiruan serta penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan tidak seimbangnya kondisi normal kuman di dalam mulut. Sedangkan infeksi bakteri dapat dengan mudah terjadi jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik.

Tiga hal diatas adalah kondisi umum yang dapat terjadi pada pasien diabetes. Jika dirinci lebih dalam maka banyak lagi kondisi-kondisi kelainan dalam rongga mulut yang dapat terjadi pada penderita diabetes.

Karena statusnya sebagai faktor resiko, maka selain melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap kondisi diabetesnya secara rutin, penderita diabetes perlu memperhatikan dan  menjaga agar kondisi rongga mulutnya tetap dalam keadaan bersih sehingga faktor penyebab beberapa penyakit seperti infeksi jamur dan bakteri dapat dihindari.

Semoga bermanfaat.

sumber :

Al-Maskari, A., et al, 2011, Oral Manifestation and Complication of Diabetes Mellitus, Sultan Qaboos Univ Med J. 11(2): 179–186.

Indurkar, S.M., et al, 2016, Oral Manifestations of Diabetes, Clin Diabetes 34(1): 54–57.

Lubis, I, Manifestasi Diabetes dalam Rongga Mulut, https://www.poltekkesjakarta1.ac.id/file/dokumen/74artikel_bu_irwati.pdf

 

Berikan Komentar Disini

Artikel Terkait

Fakta : Cara Deteksi Diabetes Melalui Kesehatan Gi...
views 1786
Wajahnya mengernyit. Gusi Muhardjo (55 tahun) membengkak. Tak hanya itu, sudah beberapa waktu giginya mudah goyah. Terakhir, salah satu giginya pu...
Kanker Lidah Mengintai Masyarakat
views 501
Manusia berubah, zaman berubah. Keduanya bagai pilinan benang tak terpisahkan dan selaras. Berubahnya zaman selalu menciptakan sebuah kebiasaan pe...
Radang Gusi Akut, Jenis Radang Gusi yang Tidak Ter...
views 1209
Anda pasti sudah sering mendengar istilah gingivitis alias radang gusi. Gingivitis adalah peradangan pada gusi/gingiva yang tidak diserta dengan kerus...
Siwak, Rasul dan Rongga Mulut
views 240
Upaya manusia dalam merawat dan menjaga kesehatan rongga mulut telah dilakukan sejak peradaban manusia itu pertama kali muncul. Salah satu upaya yang ...
Bakteri di Rongga Mulut dan Karies Gigi, Berevolus...
views 433
Gigi berlubang, begitu istilah awam bagi karies gigi. Sebagai sebuah entitas penyakit, karies gigi merupakan penyakit yang sering menjangkiti banyak o...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.